GGJ 2016 Yogyakarta, Para Gamedev Senior Bisa Bikin Dua Game dalam Dua Hari!

GGJ 2016 Yogyakarta

Sebagai salah satu pionir dalam pelaksanaan Global Game Jam (GGJ), Yogyakarta tidak pernah absen dalam menggelarnya. Bagaimana serunya pelaksananaan GGJ 2016 Yogyakarta?

GGJ 2016 Dimulai, Saatnya Berinovasi, Bereksperimen dan Berkolaborasi!

Global Game Jam (GGJ) 2016 resmi dimulai kemarin. Dalam akhir pekan ini, developer seluruh dunia dalam GGJ 2016 akan menghasilkan ribuan game yang menarik!
Baca Juga

Yogyakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki komunitas developer game yang kondusif dan aktif dalam menggelar event. Keikutsertaan Indonesia dalam Global Game Jam (GGJ) awalnya adalah inisiasi dari komunitas yang dikenal dengan nama Gamelan ini. Sejak saat itu, Yogyakarta tidak pernah absen dalam menggelar GGJ, termasuk di tahun ini. Bahkan, di Yogyakarta juga sering digelar event game jam lain, seperti saat di IN.Game bulan Agustus 2015 lalu.

GGJ 2016 Yogyakarta sendiri diikuti oleh 25 peserta, yang menghasilkan 10 game. Meskipun dari segi jumlah kalah banyak dibandingkan beberapa site (tempat penyelenggaraan) lain di Indonesia seperti di Surabaya dan Denpasar, namun pelaksanaan GGJ 2016 Yogyakarta yang digelar di Jogja Digital Valley tidak kalah seru dibandingkan site lain. Dari antusiasme peserta saja, meskipun digelar di Yogyakarta namun ada empat orang peserta yang masih berstatus mahasiswa berasal dari Tangerang Selatan.

GGJ 2016 Yogyakarta

Dari ke-25 peserta tersebut (yang semuanya adalah cowok!), ada tujuh peserta yang baru merasakan GGJ tahun ini. Yang menarik, tidak semua tim di GGJ 2016 Yogyakarta menghasilkan satu game. Tercatat, ada tiga tim peserta yang menghasilkan dua game sampai GGJ 2016 berakhir. Ada satu tim juga yang menggunakan salah satu teknologi dari Intel, Real Sense untuk membuat game-nya.

GGJ 2016 Yogyakarta

GGJ 2016 Yogyakarta

Untuk susunan acara di GGJ 2016 Yogyakarta sendiri masih sama dengan site lain, dimana sebelum game jam dimulai, peserta mendapatkan ilmu dari sharing para developer Yogyakarta yang sudah senior mengenai bagaimana tips dan trik dalam game jam, seperti Frida Dwi (Agate Jogja), Rico Revianto Lemba (Stellar-Null), Rudy Sumarso (Wisageni) dan Yogie Aditya (Niji Games). Lantas dilanjutkan dengan pemutaran keynote, pengumuman tema, dan juga pembentukan tim. Di hari kedua, peserta juga diajak untuk refreshing sejenak dengan olahraga pagi bersama, plus di malam hari kembali mendapatkan ilmu dari sesi sharing yang diberikan oleh Aulia Faqih (Intel) dan Yoza Aprilio (Dicoding).

GGJ 2016 Yogyakarta

GGJ 2016 Yogyakarta

Sedangkan di hari ketiga atau hari terakhir GGJ 2016 Yogyakarta, peserta pun mulai mempresentasikan game yang mereka buat. Yang unik, karena beberapa peserta sudah tergolong “veteran” di industri gamedev, mereka pun mulai membuat game lagi setelah satu game selesai! Di akhir acara, peserta melakukan voting untuk menentukan game favorit, dimana game yang mendapatkan status favorit berhak mendapatkan satu tiket masuk gratis ke Casual Connect Asia 2016 yang akan digelar di Singapura pada bulan Mei 2016 mendatang.

GGJ 2016 Yogyakarta
Olahraga pagi di hari kedua
GGJ 2016 Yogyakarta
Sesi presentasi

Sambut Global Game Jam 2016, Gelaran Ketiga “Akar” Kolaborasi Industri Game Indonesia

Kurang lebih sekitar dua bulan lagi, genderang Global Game Jam (GGJ) 2016 akan kembali ditabuh. Indonesia kemungkinan besar akan kembali berpartisipasi.
Baca Juga

“Tahun ini kebetulan diserahin koordinir kepanitiaan, jadi kesannya lebih ribet ngurus persiapan sebelumnya dan ndak sempat ikutan nge-jam, hehe,” ungkap Gathot Fajar, koordinator panitia GGJ 2016 Yogyakarta saat ditanya kesan-kesannya mengenai acara ini. “Dari segi event-nya temanya lebih seru, pesertanya lebih membaur, gak ada yang timnya itu-itu lagi, lebih matang, dan meningkat juga dari sisi kualitas,” lanjutnya.

Gathot juga mengungkapkan harapannya untuk penyelenggaraan GGJ tahun depan. “Harapan utamanya bisa dapat tempat lebih besar jadi bisa lebih banyak peserta lagi. Jadi bisa menyebarkan virus game jam lebih luas lagi,” harapnya.

GGJ 2016 Yogyakarta

Setali tiga uang dengan panitia, para peserta juga mengungkapan kepuasan mereka setelah mengikuti GGJ 2016 Yogyakarta ini. “Menyenangkan acaranya dan membuat saya termotivasi untuk memulai pengembangan game selain aplikasi biasa,” ungkap Heston Sinuraya, salah satu peserta paling senior yang berprofesi sebagai freelance programmer. “Semoga acaranya untuk tahun depan dibuat lagi,” harapnya.

Bagi kamu yang penasaran dengan serunya pelaksanaan GGJ 2016 di kota-kota lain, ikuti terus liputannya di Duniaku ya!


SHARE
Previous articleSeven Knights Kalian yang Terkuat? Pikir Lagi, Coba Lawan Sun Gokong!
Next articleReview Legends of Tomorrow Episode 3 – Blood Ties
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.