BOCOR! Pokémon GO Video Ini Perlihatkan Betapa “Serakahnya” Google dan Nintendo!

Pokémon GO Video

Game Hape Pokémon GO Segera Dirilis, Kalian Bisa Daftar Lebih Awal untuk Main!

Nintendo juga umumkan jika seri Pokémon mereka sudah terjual hampir 300 juta unit hingga saat ini! Gak kebayang jika Pokémon GO ini dirilis nanti, jumlah tersebut bakal membengkak lebih cepat!
Baca Juga

Saat ini walaupun belum jelas kapan Pokémon GO bakal dirilis, namun Niantic Labs sudah membuka pendaftaran untuk kalian mengikuti field test-nya, yang hanya dijalankan di Jepang mulai akhir Maret 2016 mendatang. Field test bertujuan untuk menguji seperti apa kinerja game ini, dan hanya bisa dimainkan oleh gadget mobile dengan versi OS minimal Android 4.3 serta iOS minimal iPhone 5. Gmail atau akun Google pun juga dibutuhkan untuk memainkannya. Wajar, secara Google juga berada di balik pengembangannya. Kalian bisa mendaftarkan diri untuk mencobannya, melalui tautan berikut ini. Namun jika kalian berada di luar Jepang dan ingin ikut field test, kalian memerlukan sistem yang sudah diatur melalui proxy. Selain itu, selama Gaming Panel dalam event tahunan South by Southwest (SXSW) yang digelar 11-20 Maret 2016 kemarin, Nintendo juga mendemokan game ini. Event yang berlangsung di Austin, Texas, Amerika Serikat tersebut menjadi saksi pertama gameplay Pokémon GO video didemokan kepada publik, meskipun hanya terbatas saja yang bisa menyaksikkannya. Namun tentu saja, kita tidak perlu susah-susah datang ke Texas, berikit video rekaman yang memperlihatkan ketika Pokémon GO video didemokan selama Gaming Panel SXSW.

Pokémon GO Video Gameplay

Video di atas memperlihatkan karakter kalian berjalan di atas field map augmented reality, bertemu seekor Ivysaur di sebuah halaman rumah (lokasi yang logis dimana seekor pokémon tipe rumput bisa muncul). Kalian bertarung, dengan melempar pokéball ke arahnya. Tidak serta-merta setiap pokéball yang dilemparkan mampu menangkap pokémon, bahkan kalian bisa saja perlu berusaha beberapa kali sebelum pokémon tersebut terperangkap masuk ke dalam bola tersebut. Ya, khususnya, dengan pokéball biasa. Namun jika kalian menggunakan Master Ball (pokéball yang dikenal sangat langka dalam seri game Pokémon aslinya), yang kami menduga harganya tidak akan murah, kalian mendapatkan kemungkinan pasti pokémon terperangkap ke dalamnya — dan itu yang sangat ditakutkan gamer pokémon terhadap game gratisan ini.

Pokemon-GO-2
Master Ball seharga 130 ribu untuk garansi pasti bisa menangkap semua tipe pokémon, setuju!?

Semoga saja Google dan Nintendo tidak seserakah itu ya dalam misi menuntut return investasi mereka kepada Niantic Labs, dan in-app purchase game ini masih dalam batas kewajaran, dan semoga saja, bisa dimainkan sepenuhnya gratis (walau butuh usaha lebih lama, seperti tipikal game mobile lainnya).

Pokémon GO Bernilai Lebih dari 400 Milyar, Bakal Menjadi Game Pokémon Terbesar!

Jadi mana masa depan dunia game? Virtual reality: minim gerakan, tidak perlu keluar rumah. Augmented reality: butuh banyak bergerak, harus keluar rumah, kalau perlu sampai keliling dunia! Yang jelas, keduanya sama-sama mahal!
Baca Juga

Pokémon GO mengawali babak baru masuknya Nintendo ke bisnis game mobile. Pokémon GO juga menandai wujud pemanfaatan yang paling tepat dari salah satu fitur handheld mereka 3DS, yaitu augmented reality. Dipadukan dengan konsep permainan dari Niantic dan Google yang mengklaim sebagai game dengan setting dunia terluas, yaitu Ingress, Pokémon GO membuka peluang menjadi sumber uang bagi Nintendo dan Google. Tidak heran jika mereka berdua menseriusi pengembangannya, dan bahkan Nintendo tidak segan mengucurkan dana hingga $20 juta, atau sekitar Rp. 270 milyar melalui The Pokémon Company Group selaku pemegang hak atas franchise Pokémon, bersama Google, untuk mendukung pengembangannya.

Pokemon-GO-4

Proyek Pokémon GO sendiri dikembangkan oleh Niantic bekerjasama dengan The Pokémon Company dan Nintendo. Pokémon GO menjadi proyek game mobile Pokémon yang sangat ambisius, serta bisa memicu penggemar Pokémon untuk keluar dari rumah mereka, bahkan sampai menjadi alasan berkeliling dunia untuk mencari Pokémon secara augmented reality, yang memang hanya bisa didapatkan jika kalian datang dan mencarinya di lokasi tertentu. Kami sendiri menduga, bakal ada banyak Pokémon yang sangat susah mendapatkannya, ditawarkan sebagai in-app purchase sebagai bagian monetisasi dari game yang bakal eksis di Apple App Store dan Google Play Store tahun 2016 mendatang ini. Spekulasi lainnya menyebutkan, jika semua aksi yang kalian lakukan membutuhkan duit. Dan jika kalian ga mau bayar, karakter yang kalian kendalikan bakal lebih lemah dari musuh (yang dimainkan pemain lainnya, yang mau membayar tentunya). Konsep pay-to-win ini bakal menjadi kebutuhan utama selama memainkannya. Kalian perlu memasukkan duit untuk membuat karakter Pokémon tetap aktif. Misalnya, jika kalian mengirim Pokémon dalam sebuah quest, dan dia kembali, maka kalian akan diminta mengurangi waktu tunggu dengan membeli energy drink. Kecuali, kalian mau menunggu. Developer juga bisa memasukkan opsi kustomisasi seperti kostum untuk karakter.

Sumber