Review Daredevil Season 2 – Daredevil Vs Punisher

Review Daredevil season 2 - Daredevil Punisher Elektra

Musim perdana Daredevil dipuji-puji karena berhasil “menyelamatkan” karakter Daredevil dan Wilson Fisk dengan menyajikan tontonan berkualitas. Bagaimana dengan lanjutannya? Cek saja review Daredevil season 2 ini!

Trailer Terbaru X-Men Apocalypse – Inikah Akhir Dunia X-Men?

Trailer X-Men: Apocalypse kembali menunjukkan kekuatan sang antagonis utama. Mampukah para X-Men menyelamatkan dunia? Ataukah universe X-Men akan berakhir?
Baca Juga

Matt Murdock mungkin berhasil menyingkirkan Wilson Fisk di musim perdana Daredevil. Namun itu bukan berarti Hell’s Kitchen serta-merta menjadi kota Utopia. Masih ada sejumlah geng yang bersemayam di dalamnya, berniat menggunakan kekosongan kekuasaan untuk menjadi raja baru wilayah kota New York itu.

Namun sejumlah geng ini justru sudah dihabisi duluan, dengan sangat, sangat brutal, oleh tokoh baru: Punisher. Apa sebenarnya motivasi Punisher? Benarkah dia hanya mengikuti gaya vigilante Matt Murdock? Didorong oleh kegilaan? Ataukah ia memiliki motivasi yang lebih mulia, meski caranya salah?

Tapi bukan hanya itu saja masalah Matt. Seperti yang terlihat di trailer, ada satu geng yang Matt kira sudah kabur dari Hell’s Kitchen namun ternyata mereka hanya berhibernasi. Para mafia Jepang, Yakuza, memanfaatkan kerusuhan Punisher dan absennya Fisk untuk mencoba menguasai Manhattan. Tapi apa sebenarnya yang menggerakkan mereka? Apakah hanya hasrat untuk memperoleh uang? Atau ada motivasi yang lebih kelam?

Review Daredevil Season 2 - Daredevil

Seperti yang bisa kamu baca dari rangkuman sinopsis di atas, musim kedua Daredevil menggunakan pendekatan yang berbeda dibanding sebelumnya. Alih-alih konflik besar antara Daredevil dan satu tokoh antagonis, yang efeknya merambat ke banyak karakter, kali ini Matt Murdock harus menghadapi dua ancaman sekaligus, dari para Yakuza dan juga Punisher. Dua plot ini kemudian berkembang dan bergerak bersamaan, walau – secara menakjubkan – pada akhirnya tidak bertabrakan.

Salah satu yang wajib dibahas oleh review Daredevil season 2 ini tentunya adalah kualitas serialnya keseluruhan. Walau kehilangan Steven DeKnight, sosok di balik kesuksesan musim perdana, serial ini masih sangat kuat. Hal-hal yang kamu sukai dari musim perdana bisa kamu lihat lagi di sini, dengan skala yang lebih besar. Pertarungan? Koreografinya masih lebih brutal dan keren ketimbang pertarungan kekuatan super yang kamu lihat di layar lebar. Nuansa gelap? Juga masih ada.

Punisher Akan Debut - Bernthal

Kalau di musim perdana, karakter yang mencuri perhatian adalah Wilson Fisk, maka musim kedua ini dikuasai oleh Punisher. Memang, dalam dua film sebelumnya aktor-aktor Punisher selalu berhasil menyajikan karakter mereka. Thomas Jane dan Ray Stevenson berhasil membawakan Frank Castle dengan menarik di film yang kualitasnya biasa saja. Tapi Bernthal? Inilah yang terjadi kalau Frank Castle tampil di serial yang memang bagus. Perannya pun terasa.

Jangan salah, alur cerita Punisher di Daredevil musim kedua ini bukannya tanpa masalah. Alurnya dimulai dengan sangat bagus malah. Kamu bisa terpaku menyaksikan empat episode awal sekaligus, saking menggigitnya konflik Punisher Vs Daredevil. Tapi, tanpa spoiler, konflik ini kemudian berjalan terlalu ruwet dan resolusinya seakan hanya dimasukkan untuk mempersiapkan kelanjutan karakter ini.

Itu baru untuk komentar alur Punisher. Mau baca kelanjutan review Daredevil season 2?

Cek halaman dua!

1
2
REVIEW OVERVIEW
Skor Serial
80 %

SHARE
Previous articleDaftar Karakter One Piece: Burning Blood! Bapaknya Luffy Juga Ikut Bertarung Lho!
Next articleRasakan Sensasi Bertarung Pakai Lightsaber Lewat Pengalaman VR Star Wars Ini!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.