Review Crossover Flash-Supergirl – Worlds Finest

Review Crossover Flash-Supergirl

Akhirnya, episode Worlds Finest dari serial Supergirl ditayangkan. Dengan bintang tamu Grant Gustin sebagai Flash, bagaimana kualitas episode ini? Simak saja review crossover Flash-Supergirl di bawah ini!

Inikah Makna Adegan Knightmare di Batman V Superman?

Knightmare adalah bagian mimpi buruk Batman di Batman V Superman. Tapi apakah adegan ini ternyata memiliki makna lebih dalam dari itu?
Baca Juga

Bagi The Flash, menembus waktu sudah bukan hal baru. Sementara versi Batman V Superman sepertinya kesulitan untuk melakukan hal yang sama, Flash versi serial sudah sukses lintas waktu dua kali untuk memberi resolusi Deus Ex Machina ke konflik yang dihadapinya.

Lintas dimensi pun bukan hal aneh. Ia telah mendarat di Earth-2, dan sepertinya ia akan kembali lagi ke sana sebelum musim kedua serialnya berakhir. Namun bahkan Flash pun tampaknya terkejut menyadari ia sukses berlari begitu cepat, hingga ia mendarat di realita yang sama sekali berbeda dengan miliknya: realita Supergirl.

Kedatangan Flash pun tepat waktu. Siobhan Smythe akhirnya menjadi supervillain dengan teriakan super: Silver Banshee. Setelah dia bergabung kekuatan bersama Livewire, mereka pun menjadi ancaman ganda yang terlalu berat untuk dihadapi Supergirl seorang diri. Mengingat suara dan listrik adalah jenis kekuatan yang dapat memaksa manusia tercepat di bumi untuk berhenti, mampukah Barry memberi bantuan yang cukup?

Crossover Flash-Supergirl - Cover

Barry juga datang pada waktu yang menarik. James Olsen tertarik dengan Kara, namun ia sendiri sepertinya masih kesulitan mengakui itu. Kara mengalami masalah yang sama. Apakah kedatangan Barry yang adorkable bisa membantu Kara? Ataukah ia justru – dengan tidak sengaja – menjauhkan paksa James dengan Kara?

Hal pertama yang akan disorot di dalam review crossover Flash-Supergirl ini tentunya adalah bagaimana efek keberadaan Flash di dunia Supergirl. Dan hasilnya adalah… menarik. Grant Gustin terasa punya chemistry kuat dengan karakter-karakter dari serial Supergirl, terutama Kara dan Winn, dua tokoh yang sering berinteraksi dengannya. Bagi penulis, interaksi Flash dengan Supergirl bahkan terasa lebih berkesan ketimbang pertarungan utama di episode ini.

Sayangnya, Flash tidak bertahan lebih lama di dunia Supergirl. Akan menarik melihat bagaimana reaksi warga National City dan teman-teman Supergirl terhadap superhero klasik ini. Mungkin hal itu disimpan untuk episode crossover berikut.

Crossover Flash dan Supergirl

Livewire dan Silver Banshee adalah kombinasi supervillain yang menarik untuk dilawan oleh Flash bersama Supergirl. Seperti disebutkan di atas, petir dan suara adalah dua serangan yang bisa melumpuhkan Flash, terutama bila Flash belum terbiasa menghadapi lawan-lawan baru ini.

Pertempuran Flash-Supergirl Vs Livewire-Silver Banshee pun berjalan lebih lama ketimbang duel-duel biasanya, menunjukkan kalau episode khusus ini pun mendapat suntikan dana yang lebih besar dari biasanya. Namun… ujung-ujungnya ini masih bagian dari serial TV, yang modalnya pastinya hanya sepersekian Batman V Superman. Pertarungan antara empat manusia super ini pun terkesan seadanya, seperti kebanyakan pertarungan di serial Flash maupun Supergirl. Penutupnya pun terkesan agak konyol.

Kesimpulan dari review crossover Flash-Supergirl ini? Episode ini cukup menghibur. Namun karena pertarungan di mana keduanya berkolaborasi, yang seharusnya jadi jualan utama episode ini, terasa biasa saja… hasilnya pun kurang epik. Penampilan Flash pun jadi terasa terlalu singkat, walau ia tampil di mayoritas episode. Semoga ini bukan terakhir kali kita akan melihat Kara berinteraksi dengan Barry.

Tetap saja, kalau kamu fans serial The Flash dan Supergirl, jangan lewatkan episode yang satu ini!

Review Crossover Flash-Supergirl

Review Crossover Flash-Supergirl – Worlds Finest

Belum bosan dengan crossover jagoan DC? Kalau gitu coba tonton episode Worlds Finest dari serial Supergirl, yang menampilkan aksi Flash bersama Supergirl!

Abaikan

REVIEW OVERVIEW
Skor Episode
70 %

SHARE
Previous article4:33 Creative Lab Pamer 3 Game Mobile Baru yang Keren!
Next article5 Karakter Walking Dead yang (Mungkin) Akan Mati Pada Akhir Season 6
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.