Let It Die, Game PS4 Ini Jelas Bukan untuk Bocah, Bisa Dimainin Juga di Hape!

Let-It-Die-4

Killer is Dead, Karya Terbaru Suda 51, Perpaduan Killer7 dan No More Heroes

Suda 51 menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi gamenya Grasshopper. Gamenya banyak dipuji karena artwork yang unik, ceritanya yang kompleks atau justru menuai kritik karena unsur kekerasan. Kini semua ciri khas Suda 51 itu kembali dalam game terbarunya, Killer is Dead.
Baca Juga

Salah satu developer game asal Jepang yang dikenal anti-mainstream adalah Grasshopper Manufacture. Studio yang didirikan tahun 1998 ini berhasil menorehkan namanya di tengah industri game melalui deretan gamenya yang keren, orisinal, namun sekaligus berpotensi karena ceruk pasarnya kecil. Seperti misalnya Killer7, No More Heroes, Killer is Dead, Lollipop Chainsaw hingga Shadows of the Damned, yang banyak mengeksploitasi adegan kekerasan, gameplay hack-and-slash, begitu gore dengan darah berceceran, namun menggunakan visual cell-shading yang biasanya identik dalam game bernuansa anime.

Let-It-Die-1

Daftar Kostum-kostum Sexy di DLC Lollipop Chainshaw !

Kostum-kostum dari berbagai anime juga bakal menghiasi DLC dari Lollipop Chainsaw. Mari saksikan daftar lengkap dan gambar-gambar kostumnya .
Baca Juga

Awal tahun 2013 lalu, Grasshopper Manufacture diakuisisi oleh GungHo Online Entertainment, dan proyek game pertama mereka masih di bawah arahan nahkoda pria nomer satu di Grasshopper, Gouchi Suda adalah Let It Die. Yup, dari judulnya sudah jelas terbaca jika ini sebuah game action yang lagi-lagi penuh adegan kekerasan (sangat keras, khusus dewasa!). Menariknya, Let It Die bakal dirilis gratisan (ada ama GungHo di sana, wajar lah jika mereka menerapkan in-app purchase)! Game ini pertama kali diungkapkan awal 2013 lalu selama press conference Sony Computer Entertainment Japan Asia, eksklusif PlayStation 4. Rencana rilisnya sendiri tahun 2016 ini, walaupun belum dipastikan kapan tanggalnya. Selama Penny Arcade Expo / PAX East 2016 yang berlangsung 22 April 2016 mendatang, game online ini bakal playable, dan Suda 51 (nama beken Goichi Suda) juga hadir di sana menggelar sesi wawancara.

LET IT DIE PAX 2016 Announcement

Let-It-Die-2 Let-It-Die-5

Let It Die awalnya dikenalkan sebagai Lily Bergamo, yang plot awalnya terfokus pada protagonis wanita bernama Tae Ioroi, dengan setting tahun 2043, dan atmosfer lokasi yang memadukan budaya Jepang dan Barat. Pengembangnya menyebut Let It Die sebagai game action ekstrem yang dimainkan secara gratis, dan juga butuh onlie, dengan karakter ciptaan kalian di sini bakal perlahan mengumpulkan experience selama permainan, dan hal itu membuat data pemain yang terus diperbarui makin cepat. Selain game konsolnya untuk PS4, juga disediakan aplikasi / game khusus untuk smartphone. Sehingga kalian busa memainkan game ini kapan saja dimana saja, melalui smartphone. Bahkan developer menginginkan Let It Die lebih bergantung pada smartphone untuk memainkannya.

Let-It-Die-6 Let-It-Die-5

Menurut Goichi Suda, konsep “kematian” karakter begitu ditonjolkan dalam game. Jika karakter tewas, maka kalian bisa muncul dalam permainan pemain lainnya. Ada musuh yang dikendalikan AI yang bisa dilawan, sedangkan lainnya, karakter pemain lainnya yang sudah tewas (yang tentu saja hanya dalam bentuk data, berdasarkan pengalaman terakhir ketika karakter tersebut tewas). Dari situlah asal judul Let It Die, jadi karakter kalian bakal lebih berarti setelah dia tewas, karena data pengalamannya dan senjata yang dikenakannya bakal menghantui permainan pemain lainnya. Kalian yang berhasil membunuh “ghost” karakter pemain lainnya tersebut bisa mengambil senjata dan kostum yang dikenakannya. Lebih seram (atau kejamnya) Let It Die, langsung saja kalian lihat melalui trailernya berikut:

Let It Die Trailer | E3 2014 | PS4

[LET IT DIE] TGS Trailer

Let-It-Die-7 Let-It-Die-8

Sumber


SHARE
Previous articleGame Psycho-Pass Keluar Jepang Hanya untuk PlayStation 4!
Next articleSquare Enix Segera Rilis Valkyrie Anatomia, Valkyrie Profile 3 Juga Disiapkan?
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.