Lima Hal yang Perlu Dilakukan Untuk Memperbaiki Street Fighter V

Memperbaiki-Street-Fighter-V-feat

Haruskah Capcom Memperbaiki Street Fighter V?

Apa yang sebenarnya terjadi?!

Karena Ga Laku, DLC Karakter Street Fighter V Pertama Segera Dirilis!

Diplot laku jutaan unit, ternyata Street Fighter V hanya terjual puluhan ribu saja! Apa Capcom melakukan kesalahan? Mungkin karena penjualannya lesu, karakter DLC pertama, Alex segera dirilis. Lihat screenshot-nya di dalam!
Baca Juga

Sebelum dirilis, Street Fighter V digadang-gadang sebagai game fighting 2D terbaik. Hype yang dibangun dan trailer-trailer yang dipamerkan Capcom menunjukkan indikasi ke arah sana. Street Fighter V adalah penerus Street Fighter IV, yang telah bertahan sepanjang 8 tahun (dirilis pertama kali bulan Juli 2008). Memiliki slogan: Rise Up! Inilah Street Fighter pertama yang dibangun dengan mindset eSports. Sangat kompetitif, namun juga dipastikan akan jadi game yang ramah bagi newbie. Ambisius!

Namun ketika game ini dirilis… (hening)

Begitu banyak kekecewaan. Metacritis menghimpun skor 7.7 dari 76 kritikus. Yang parah, review user, sebanyak lebih dari 1000 review, yang terkumpul menampilkan angka 3.2. Nilai merah!

Tidak berbeda jauh dengan Metacritics, skor di Gamerankings juga hanya menunjukkan angka 77.48% (dari 57 review) untuk versi PS4 dan, sedikit lebih buruk, 76.29% (dari 14 review) untuk versi PC.

Memperbaiki-Street-Fighter-V-3

IGN memberinya skor 80, yang kutipan reviewnya sebagai berikut:  “It sports a wonderful, diverse cast of characters, places a clear emphasis on strong fundamental play, it gives competitive players a great online experience, and it does it all while looking gorgeous. Strictly in terms of mechanics and competitive features, Street Fighter 5 is just about peerless, but it has quite a ways to go before it stacks up against other fighting games – including its own predecessor – in terms of overall content.”

“The gameplay of Street Fighter V is excellent, and no matter what mode you play, the superb mechanics follow. Unfortunately, the content isn’t substantial, and omits several standard offerings that we’ve come to expect from the genre. It’s a shame that the structure presents so many frustrations, because the gameplay itself is entertaining,” tulis Game Informer, yang memberikan nilai 73.

Lebih parah dari itu, Polygon hanya memberikan nilai 65 dan menuliskan: “We don’t doubt that Street Fighter 5 will be more than it is today at some point, and it may not even take long to get there. The most important skeletal elements of a strong fighting game are here, and they set the stage for a fighter that should have the legs to carry it years down the road. But for all but the most dedicated Street Fighter player, Capcom isn’t making a reasonable case to jump on board yet.”

Lihat Dulu Kerennya Aksi 16 Karakter Awal Street Fighter V!

Season Pass, in-app purchase dalam bentuk kostum, mata uang virtual, dan bokong karakter yang disensor... tampaknya kalian harus siap duit lebih banyak untuk menikmati Street Fighter V dengan maksimal!
Baca Juga

Apa yang salah?!

Saya menghabiskan weekend kemarin dengan bermain Street Fighter V, baik secara single player, local versus, juga online mode. Kesimpulan saya, game ini terasa “hampa”. Kering. Terasa kurang polish. Bahkan bisa disebut game yang belum siap dirilis.

Game ini cukup menghibur ketika saya bermain melawan kawan-kawan di local versus. Online mode-nya kurang stabil. Bahkan dengan koneksi yang sama (antara 4 dan 5), terkadang masih terasa ada lag. Belum lagi saya harus menunggu lama untuk bisa menemukan lawan yang sesuai. Untuk single player, well saya tidak bisa banyak berkomentar. Aspek single player ini nyaris tidak ada.

Lalu apa yang perlu dilakukan Capcom untuk memperbaiki Street Fighter V?!

Cek di halaman selanjutnya…

1
2

SHARE
Previous articleAction RPG Blade Waltz Memperkenalkan Explore dan Dungeon Terbaru
Next articleReview Dreadout: Keepers of the Dark – Wajib Dimainkan Fans Dreadout!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.