I Am Setsuna, “Chrono Trigger” PS4 Bersiap untuk Perilisan Global!

I-Am-Setsuna-2

Ikenie to Yuki no Setsuna Rilis Februari, Waktunya Korbankan Seorang Gadis Kepada Iblis

Ikenie to Yuki no Setsuna Rilis Februari, Waktunya Korbankan Perawan Kepada Iblis, guide Ikenie to Yuki no Setsuna, video Ikenie to Yuki no Setsuna
Baca Juga

I Am Setsuna atau dalam judul Jepangnya, Ikenie to Yuki no Setsuna, merupakan satu dari segelintir RPG klasik Jepang yang bisa kita dapatkan dari Square Enix dewasa ini. Bahkan Tokyo RPG Factory selaku developernya mengaku menggunakan jiwa yang mereka temukan dari RPG klasik Jepang dan memanfaatkan kekuatan hardware modern, untuk mengembangkan I Am Setsuna ini. Sampai-sampai mereka menyebut I Am Setsuna ini adalah reinkarnasi Chrono Trigger, RPG klasik Jepang dari Square Enix yang sangat populer pada masanya, dan bahkan sampai saat ini pasti juga dirindukan kebangkitannya oleh para penggemarnya.

Ikenie-to-Yuki-no-Setsuna-9I-Am-Setsuna-3

Versi Jepang I Am Setsuna sudah dirilis 18 Februari 2016 lalu, dan untuk versi globalnya disiapkan hanya untuk PlayStation 4 serta PC (minus PS Vita yang tertahan di Jepang). Jika sebelumnya hanya disebutkan game ini hadir pertengahan tahun ini, maka melalui event livestream yang bakal berlangsung hari ini Square Enix memastikan tanggal rilisnya, sekaligus merilis video pertama dalam bahasa Inggris. Sembari kita menunggu livestream tersebut, yuk lihat lebih dekat seperti apa I Am Setsuna ini.

I-Am-Setsuna-4
World map overhead-nya mengingatkan pada Chrono Trigger!
I-Am-Setsuna-9
Jangan-jangan ini juga rumahnya si Chrono?

I Am Setsuna pertama kali dikonfirmasikan selama event E3 2015 lalu. “Lahir” di pameran game Amerika, mengindikasikan jika Square Enix bakal mentranslasikan game klasik yang dikembangkan dengan tangan modern ini. I Am Setsuna awalnya disebut dengan kode Project Setsuna. Proyek ini dikembangkan studio baru Tokyo RPG Factory, yang diplot oleh sang publisher menelurkan RPG-RPG baru dengan kualitas setara Final Fantasy dan Dragon Quest, namun masih mempertahankan unsur RPG klasik. Seperti yang kami tuliskan sebelumnya, I Am Setsuna begitu banyak terinspirasi oleh Chrono Trigger, mengangkat tema yang sedih, pertarungan ATB (Active Time Battle) yang mirip, gaya art yang cantik, cerita yang mendalam, hingga apa skenario yang berdampak di tengah permainan.

I-Am-Setsuna-11
ATB klasik tetap yang terbaik (menurut old-school gamer!)

Ikenie to Yuki no Setsuna mengambil setting sebuah pulau, dan di sana eksis ritual keagamaan yang mengharuskan seorang gadis dikorbankan setiap 10 tahun kepada iblis dengan tujuan untuk menjauhkan monster dari desa. Namun kini ternyata monster mulai menyerang jauh sebelum waktu yang ditentukan untuk ritual selanjutnya. Keputusan pun diambil, ritual diadakan lebih awal dari jadwal, dan Setsuna, gadis 18 tahun dengan kekuatan sihir yang kuat, menjadi kandidat korbannya. Karakter kalian bukan Setsuna, melainkan pelindungnya, seorang hero bisu (si Chrono juga bisu, bukan!?) yang bertugas menjaganya tetap hidup ke lokasi dimana Setsuna harus dikorbankan.

I-Am-Setsuna-1
Dahulu kala, serangan dengan efek-efek semacam ini sudah membuat gamer berkata wow!

Salah satu unsur Chrono Trigger di sini adalah sistem pertarungannya. I Am Setsuna meminjam Active Time Battle (ATB) versi 2.0 yang digunakan Square Enix untuk Chroni Trigger. Sederhana, kalian memilih command untuk karakter ketika gauge-nya penuh. Jika ada lebih dari satu karakter gauge-nya penuh, kalian bebas memilih mau memasukkan command untuk karakter yang mana dulu. Hal itu berpengaruh pada strategi, karena bisa saja karakter yang kalian masukkan pertama serangannya hanya sekadar membuka pertahanan musuh, dan serangan karakter kedua untuk menghabisinya dengan serangan yang menjadi kelemahannya. Selain itu, bergantung pada lokasi karakter pada musuh, kerusakan lebih bisa dihasilkan. Atau, kalian bisa melukai musuh dengan senjata proyektil.

I-Am-Setsuna-8
Sistem Setsuna membuat serangan karakter menjadi lebih (tampak) keren!

Bagian dari sistem ATB tersebut adalah Setsuna System, atau Moment System. Sistem ini meningkatkan efektivitas suatu teknik karakter melalui reaksi menekan tombol selama pertarungan. Diawali dengan mengisi gauge Setsuna berbentuk bulat (di sebelah avatar karakter), dengan cara melakukan aksi, menerima damage, atau membiarkan saja gauge ATB penuh tanpa melakukan apa pun. Saat gauge Setsuna penuh, efek trambahan akan terpicu ketika kalian menempatkan reaksi menekan tombol selama karakter melakukan teknik (atau serangan standar) yang dilancarkan pada musuh. Hasilnya, damage tambahan. Bergantung tekniknya, hasilnya bervariasi. Bisa membuat karakter melancarkan teknik yang sama, mendapatkan pemulihan health, atau serangannya masuk critical hit.

I-Am-Setsuna-7
Artwork-nya cantik.. semacam ini tidak butuh grafis 3D realistis untuk menyajikannya!

Makin baper deh saat tahu I Am Setsuna juga memiliki trik serangan kerjasama karakter ala Dual Tech-nya Chrono Trigger. Ya, dalam game ini karakter bisa melakukan serangan kerjasama, dengan mengenakan skill tertentu, dan ketika gauge ATB penuh, diakumulasikan untuk mengaktifkan serangan dua atau tiga karakter bersamaan, maka serangan mereka memiliki kekuatan yang lebih besar dari biasanya. Seperti apa contoh serangan double – triple ala Chrono Trigger tersebut?

X-Slash

Visualisasinya pasti familier.
Visualisasinya pasti familier. Ini gerakan cooperative antara karakter “bisu” kalian dengan Kuon.

Icega Slash

Serangan kerjasama lainnya, karakter kalian menyerang setelah karakter Jurion membekukan musuh.
Serangan kerjasama lainnya, karakter kalian menyerang setelah Jurion membekukan musuh.

Tunggu ulasan kami selanjutnya, kami bakal mengenalkan kalian seperti apa para karakternya.


SHARE
Previous articleBetulkah Nadiem Makarim dan Go-Jek Kembali ke Merah Putih?
Next articleDynasty Tactics Dibangkitkan Kembali oleh KOEI Tecmo dengan Judul Baru!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.