IN.GAME Festival 2016, Serunya Pesta Game Indie Terbesar di Indonesia!

Mulai dari game jam, workshop, sesi sharing, expo puluhan game hingga awards tersaji di acara ini! Simak keseruannya dalam liputan kami!

in.game festival 2016

Game Slam

in.game festival 2016

Salah satu sesi sharing yang disampaikan Andre Perdana dari Gotta Games

IN.GAME Festival 2016 ini benar-benar jadi pesta game indie terbesar di Indonesia. Pengunjung pun datang dari berbagai kalangan, bukan cuma dari developer saja melainkan juga ada beberapa mahasiswa dan juga masyarakat umum yang turut mencoba game-game yang dipamerkan. Tak jarang juga beberapa dari mereka memberikan feedback positif dan membangun untuk memperbaiki kualitas game yang dikembangkan agar lebih baik. Pengunjung juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan voting mengenai game terbaik menurut mereka di ajang ini.

Rangkaian acara IN.GAME Festival 2016 ditutup dengan penyerahan penghargaan IN.GAME Awards bagi game-game terbaik yang dipamerkan. Ada 7 kategori yang dilombakan, antara lain Best Gameplay, Best Game Audio, Best Game Narration, Most Innovative Game, Best Board Game plus satu award lain Audience Choice Award yang dipilih berdasarkan voting pengunjung. Setelah IN.GAME Awards, developer pun masih melanjutkan aktivitas mereka untuk berinteraksi satu sama lain saat makan malam.

in.game festival 2016

Para pemenang IN.GAME Awards. Selamat!

“IN.GAME Festival tahun ini semua diluar ekspektasi kita. Jujur waktu persiapan IN.GAME kita bikin target yang cukup muluk, semua angka kita kali dua dari tahun lalu, hehehe. Alhamdulillah semuanya tercapai,” ungkap Frida Dwi atau yang akrab disapa dengan UB, panitia IN.GAME Festival 2016 kepada Duniaku. “Jumlah peserta expo target kita 2 kali dari tahun kemarin yang hanya 24 studio, tahun ini bisa 57 studio. Untuk pengunjung tahun lalu 300 pengunjung, tahun ini walau belum ada data detailnya setidaknya 500 kaos yang disiapkan sudah habis beberapa saat setelah jadwal makan siang,” lanjutnya.

in.game festival 2016

Bukan hanya dari segi kuantitas, UB juga melihat adanya peningkatan kualitas dari game-game yang dipamerkan. Pelaksanaan IN.GAME Festival 2016 selama lima hari ini juga diakui UB cukup menguras stamina panitia. “Yang bikin lupa capek sebenernya malah semangat teman-teman developer game yang hadir ke Jogja. Kita di panitia kemarin (waktu hari expo) adalah titik penghabisan, terus terang energi udah banyak terkuras karena 4 hari sebelumnya kita juga ngurus rangkaian IN.GAME. Tapi lihat temen-temen peserta begitu semangat, capek kita jadi gak terasa,” lanjut UB.

in.game festival 2016

UB juga berharap tahun depan IN.GAME kembali digelar dan diikuti lebih banyak peserta untuk showcase. “IN.GAME sendiri harapannya bisa menjadi sarana komunikasi antara game developer dengan masyarakat umum, dengan adanya IN.GAME harapan kita masyarakat umum semakin familiar dengan industri ini. Game-game lokal bisa dapat fans baru, mereka dikenal di negerinya sendiri dan mendapat support dari masyarakat,” jelas UB.

Next step mungkin dengan adanya IN.GAME atau event-event serupa lainnya bisa perlahan menaikan level apresiasi masyarakat terhadap game lokal. Saya pribadi ngiri banget sama temen-temen dari industri komik yang setiap pameran mereka itu bisa jualan. Nah moga dengan adanya IN.GAME, kita bisa dapet cara gimana sih teman-teman developer game bisa merasakan hal yang serupa. Mungkin suatu saat mereka berbondong-bondong memburu merchandise original atau bundle game lokal. Kan asyik banget kalau tingkat apresiasinya seperti itu,” harap UB.

in.game festival 2016

Sukses terus untuk IN.GAME Festival 2016! Semoga segala harapan dan cita-citanya bisa terwujud di penyelenggaraan tahun-tahun yang akan datang.

Sumber foto Game Jam: IN.GAME Fanpage


Mau coba berbagai game dan VR buatan dalam negeri secara gratis? Raih banyak hadiah secara gratis, dan main sepuasnya? Yuk kunjungi BEKRAF Game Prime 2019, di Balai Kartini Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, 13-14 Juli 2019. Acaranya gratis lho guys, jadi daftar sekarang ya di sini!
TENTANG PENULIS
Febrizio

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.