Situs KPAI yang Kena Hack Kini Sudah Kembali Seperti Semula

KPAI Kena Hack

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru-baru ini kembali membuat kuping para gamer panas dengan komentar mereka. Setelah adanya pernyataan (dan poster) dari Kemendikbud mengenai 15 video game yang berbahaya bagi anak-anak, KPAI pun mendukung agar berbagai game tersebut diblok. Tak hanya itu, ada 20 game lainnya yang ingin mereka blok juga.

Mendengar hal itu, ada sekelompok orang yang tak senang dan akhirnya berhasil meretas situs milik KPAI di kpai.go.id. Di situ tertulis, “Zuhahaha.. You’re drunk? Fix ur sec first b4 talking about game.” Yang berarti, “Zuhahaha, kamu mabuk? Perbaiki lebih dulu keamananmu sebelum berbicara tentang game.”

Nah, baru-baru ini diketahui kamu sudah bisa mengakses kembali situs KPAI seperti semula. Kamu sudah bisa melihat berbagai artikel dan berita yang dirlis oleh KPAI, begitu juga dengan regulasi-regulasi yang mereka sediakan. Situs KPAI kena hack sejak kemarin, sehingga sekitar sehari dibutuhkan untuk mengembalikan situs KPAI ini ke asal mulanya.

Situs KPAI
Situs KPAI yang telah normal kembali.

Kemendikbud Bikin Buku Panduan Memilih Game Mengacu ESRB, Apakah Langkah yang Tepat?

Buku panduan untuk orang tua dalam memilih game yang tepat untuk anak mereka ini akan mengacu pada sistem rating ESRB. Apakah langkah yang tepat?
Baca Juga

Isu hangat ini sendiri sudah muncul sejak minggu lalu, ketika Kemendikbud merilis daftar 15 game yang dianggap berbahaya bagi anak-anak. Dalam daftar tersebut, berbagai game seperti Grand Theft Auto, Counter Strike, Point Blank, Carmageddon, dan game lainnya disebutkan. Tak ingin ketinggalan, KPAI pun menyambut dengan baik langkah Kemendikbud tersebut.

Di kesempatan lain, Mendikbud Anies Baswedan sendiri mengatakan bahwa bermain game itu tak selalu buruk. Syaratnya, harus sesuai dengan rating umur yang ada. Menyusul pernyataan Anies Baswedan tersebut, Kemendikbud pun berwacana untuk membuat buku panduan yang mengacu pada ESRB alias badan rating game Amerika Serikat.

kemendikbud rating game esrb
Anies Baswedan. Sumber gambar: Tempo

Sementara itu Kementerian Komunikasi dan Informatika juga membuat pernyataan tentang polemik game ini. Kemenkominfo menyatakan akan memblokir berbagai game yang dianggap berbahaya bagi anak-anak, dengan catatan harus ada dulu sistem rating khusus Indonesia. Yang jelas, saat ini Kemenkominfo masih menggodok Indonesia Game Rating System (IGRS) bersama para pelaku industri game Indonesia, yang progresnya juga terhambat oleh KPAI yang keberatan akan sistem tersebut.

Saya sendiri tentunya menyayangkan aksi peretasan situs resmi KPAI ini, yang bukannya memberikan kesan baik bagi para gamer, tetapi justru menempelkan kesan negatif, terutama di mata pemerintah. Kamu sendiri apakah mendukung aksi ini atau justru menyayangkannya? Yuk utarakan pendapatmu di bawah!