Dicoding Tantang Developer Bikin Solusi Masalah di Peternakan Ayam!

Peternakan Ayam Dicoding Aplikasi

Punya ide untuk menyelesaikan masalah di peternakan ayam? Ikuti Smart Farm IoT Challenge dari Dicoding, Dirakit dan BEKraf ini!

Banyak peternak ayam di daerah-daerah yang masih menggunakan teknologi primitif. Mungkin teknologi ini sudah turun temurun dari generasi ke generasi, atau mungkin memang daerah tersebut masih belum terjangkau teknologi yang lebih maju. Namun tentu saja, dengan teknik-teknik lama, mungkin ada beberapa yang memiliki celah dalam implementasinya. Salah satunya adalah tidak bisa mengatasi suhu yang tidak menentu seperti di musim pancaroba saat ini.

Untuk itu, Dicoding dan Dirakit bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf) mengajak para developer untuk membuat aplikasi berbasis Internet of Things (IoT) guna memecahkan masalah yang dihadapi para peternak ayam tersebut melalui tantangan yang disebut dengan Smart Farm IoT Challenge. Dewasa ini, IoT tidak hanya menjadi suatu konsep yang mempengaruhi hidup manusia tetapi solusi berbasis IoT bisa membantu memudahkan kehidupan manusia.

Ada banyak masalah yang dihadapi para peternak ayam. Seperti yang ditampilkan dalam video di atas, masalah yang dihadapi adalah seperti repotnya menjaga suhu kandang agar tetap stabil, kapan dan bagaimana memberi pakan yang tepat agar ayam bisa tetap makan dengan baik, serta bagaimana pencahayaannya. Kombinasi dari suhu kandang yang stabil, pakan yang tepat dan juga pencahayaan yang bagus akan menghasilkan ayam yang unggul. Nah, inilah yang menjadi fokus dari tantangan ini, dimana developer ditantang untuk membuat solusi kreatif guna memecahkan masalah-masalah tersebut.

Ada beberapa usulan solusi yang diberikan Dicoding dalam halaman tantangan resminya, seperti kandang hijau, pemanas bibit ayam cerdas, membuat kandang dengan tenaga mandiri seperti tenaga surya, dan sebagainya. Solusi kreatif yang dibuat oleh developer harus bisa menyelesaikan satu atau lebih masalah-masalah di atas dengan mengimplementasikan solusi yang ditawarkan. Untuk membuat aplikasi IoT ini, developer bisa menggunakan hardware Arduino, Raspberry, Galiloe, Edison dan sebagainya, serta bisa juga dikoneksikan dengan aplikasi mobile atau web.

Dicoding Peternakan Ayam Aplikasi

Sampai artikel ini ditayangkan, sisa untuk mengikuti kompetisi ini tinggal 14 hari atau dua minggu lagi. Semua aplikasi yang masuk akan dinilai oleh tim juri yang terdiri dari tim Dirakit dan juga perwakilan BEKraf. Selama mengembangkan aplikasi ini, para peserta diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas Dicoding Space yang ada di Bandung. Oiya, satu aplikasi paling unik dan bisa memecahkan masalah yang dihadapi akan mendapatkan hadiah berupa 10.000 poin Dicoding dan XP. Poin ini bisa dikumpulkan dan ditukarkan dengan berbagai macam gadget yang disediakan oleh Dicoding.

Punya ide dan ingin berkontribusi untuk memajukan peternakan ayam di daerah-daerah? Langsung saja ikuti tantangannya dengan mengunjungi halaman resminya di bawah ini.

Smart Farm IoT Challenge Dicoding-Dirakit Bekerja Sama dengan BEKraf

Sumber gambar: Gubuktani, Infobudidaya


SHARE
Previous articleTebak Kata Saku, Main Tebak-tebakan di HP Bisa Dapat Hadiah Langsung!
Next articlePerlukah Gamer Indonesia Khawatir Atas Ancaman Pemblokiran Game dari KPAI?
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.