Wahai KPAI, Mark Zuckerberg Aja Menyarankan Anaknya Bermain Game!

Mark Zuckerberg

Founder dan CEO dari Facebook, Mark Zuckerberg saja menyarankan anaknya untuk bermain game. Kok kita di Indonesia justru ribut-ribut blokir game?

Akhir-akhir ini gamer mungkin tengah risih dengan banyaknya komentar, pernyataan dan berita mengenai dampak negatif dari bermain game. Bahkan, secara bergantian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan beberapa Kementerian Indonesia tengah mengkaji kemungkinan untuk memblokir beberapa game yang dianggap berbahaya untuk anak. Sebenarnya, yang paling “vokal” dalam menyuarakan pemblokiran game ini adalah KPAI. Mereka menganggap langkah ini sesuai dengan misi mereka untuk melindungi anak-anak dari pengaruh game yang negatif.

Perlukah Gamer Indonesia Khawatir Atas Ancaman Pemblokiran Game dari KPAI?

Menyusul isu yang mencuat dari KPAI dan Kemendikbud, perlukah kita para gamer takut akan wacana pemblokiran game di Indonesia?
Baca Juga

Padahal toh, memang tidak semua game itu untuk anak-anak. Untuk itulah sebenarnya para orang tua harus tahu dan memahami sistem rating yang ada di dalam game. Jika satu game sudah mendapatkan rating untuk remaja, atau 17 tahun ke atas (seperti GTA), memang tidak boleh dimainkan anak-anak. Jadi, sebenarnya bukan blokir yang bisa menjadi solusi, akan tetapi pendidikan akan game (terutama sistem rating) yang harus lebih diutamakan. KPAI sendiri juga sepertinya masih belum paham dengan sistem rating ini, dan tampak kalah argumen saat diskusi uji publik sistem rating game Indonesia beberapa waktu lalu.

Nah, sebelum memutuskan bahwa game berbahaya untuk anak, mungkin KPAI harus menyimak dulu pernyataan dari beberapa orang-orang sukses di seluruh dunia, salah satunya adalah Mark Zuckerberg yang notabene merupakan salah satu miliarder paling berpengaruh di dunia. Mark yang merupakan founder dan CEO dari jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook ini rupanya juga sangat pro dengan game. Hal ini diungkapkan dalam salah satu pernyataannya berikut ini.

Mark Zuckerberg

Yap, awalnya Mark membagikan informasi mengenai Minecraft dengan menggunakan teknologi Virtual Reality di wall-nya. Namun setelah itu, ada seorang follower yang menanyakan kepada Mark, apakah dia akan menyarankan anaknya untuk memainkan game-game seperti ini, yang dianggap merupakan gerbang menuju masa depan. Jawaban Mark pun sangat menarik. Dia mengungkapkan bakal membolehkan anaknya untuk bermain game, karena itu jugalah yang dilakukannya pada waktu kecil. Mark mengaku, dia tidak akan bisa menjadi seperti sekarang jika sewaktu kecil dulu tidak mengenal video game.

“I would absolutely let my children play games. That’s how I got into computers and programming when I was 10 years old. Without games, I wouldn’t be where I am today,” – Mark Zuckerberg

Sudah jelas bukan, bahwa game jika bisa dimanfaatkan dengan benar (dan dimainkan sesuai ratingnya) akan berdampak positif. Bahkan, bisa mengantarkan seseorang menjadi miliarder seperti Mark. Yang diperlukan hanyalah pemahaman terhadap sistem rating, bukan malah ribut untuk memblokir sana-sini. Jangan heran, ke depannya akan banyak bermunculan Zuckerberg-Zuckerberg baru dari kalangan gamer.

Setujukah kalian dengan pendapat Mark? Ayo sebarkan dampak positif bermain game dengan mengikuti kampanye I Play Games ini!


SHARE
Previous articleIni Peringkat Kekuatan Superhero Marvel yang Terlibat Civil War!
Next articleKostum Baru Power Rangers Ternyata Mirip Seperti Iron Man!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.