Ini Dia Fakta Sejarah yang Kalian Temukan dalam Battlefield 1

Battlefield-1-9

Kemarin Electronic Arts resmi mengkonfirmasikan Battlefield 1, FPS baru dari serial Battlefield yang dikembangkan oleh EA DICE (developer yang baru saja memberikan kita Star Wars Battlefront dan Mirror’s Edge Catalyst) untuk PC Windows, PlayStation 4 dan Xbox One dengan rencana rilis 21 Oktober 2016 mendatang, atau 2 minggu lebih awal dibandingkan rivalnya, Call of Duty: Infinite Warfare dari Activision. Selain hadir lebih awal, Battlefield 1 juga membawa amunisi yang lebih tepat, yaitu dengan mengembalikan setting perangnya ke medan Perang Dunia I. Sesuatu yang sepertinya diharapkan fan serial CoD, dan ternyata justru diwujudkan oleh EA.

Battlefield 1 Official Reveal Trailer

CoD vs Battlefield Berlanjut! Battlefield 1 Hadir dengan Latar Perang Dunia I

COD vs Battlefield Berlanjut! Call of Duty Infinite Warfare vs Battlefield 1 Dikonfirmasikan dengan Latar Perang Dunia I, guide Battlefield 1 guide
Baca Juga

Kemarin EA juga mengkonfirmasikan, mereka menyediakan akses khusus jika kalian ingin mendapatkan informasi terkini untuk game ini, dengan mendaftar menjadi Battlefield Insider. Mulai dari Battlefield 1 public beta, reward in-game, hingga konten eksklusif ditawarkan para member insidernya. Selain itu, sesi pemesanan awalnya / pre-order juga telah dibuka, dengan bonus Harlem Hellfighter Pack, untuk setiap paket yang dipesan awal, yang berisi item bertemakan resimen infanteri ke-369 dari Amerika Serikat. Pemesan awal juga berkesempatan mengakses peta tambahan yang dirilis akhir 2016 mendatang.

Namun untuk Collector’s Edition-nya, item yang bisa didapatkan seperti patung Harlem Hell Fighter, kode untuk konten DLC yang belum dikonfirmasikan, dipaketkan dalam sebuah case Steelbook. Kemudian untuk Deluxe Edition-nya, menyertakan semua bonus pre-order, sekaligus juga akses awal untuk memainkan game ini, Red Baron Pack, Lawrence of Arabia Pack, dan 5 Battlepack.

Battlefield-1-Harlem-Hellfighter

Sedikit fakta sejarah yang bisa kita ambil dari beberapa tawaran bonus Battlefield 1 dari EA ini. Dan langkah mereka ini pasti banyak dipuji, karena sekaligus juga mengajak gamer, khususnya yang berasal dari Amerika dan Eropa untuk mengenal sejarah, yang sepertinya sudah mulai dilupakan oleh masyarakat modern.

Mulai dengan Harlem Hellfighter, pasukan beranggotakan prajurit Afrika-Amerika yang dikirimkan Amerika untuk terlibat selama Perang Dunia I dan berjuang sebagai bagian dari Divisi ke-16 Perancis. Namun resimen ini sempat mengalami kekerasan berlatar rasisme sebelum dan sesudah keterlibatan dan jasa-jasa mereka selama Perang Dunia I. Sejumlah catatan sejarah menunjukan, satuan ini banyak terlibat dalam berbagai pertempuran dibanding satuan lain dan acap memenangkan pertempuran.

Battlefield-1-Red-Baron

Kemudian Red Baron, yang merupakan pilot legendaris Jerman, dan dianggap terhebat di dunia. Nama lengkapnya Baron Manfred von Richthofen. Gelar Baron adalah sebuah gelar kebangsawanan yang dianugrahkan pemerintah Jerman kepadanya. Namun dikalangan masyarakat ia lebih dikenal sebagai Red Baron karena selalu memakai pesawat andalan Fokker Dr I Triplane, pesawat tempur bersayap susun tiga yang berwarna merah menyala. Karena prestasinya, dia dianggap sebagai “ace” terbesar dalam sejarah. Label “ace” sendiri tidak resmi diberikan pada pilot-pilot atau penembak di pesawat yang telah menembak jatuh lima pesawat musuh. Label ini menjadi populer di kalangan pilot militer selama Perang Dunia I.

Battlefield-1-Lawrence

Edisi Spesial Battlefield 1 Gak Bikin Galau Seperti CoD Infinite Warfare

Edisi Spesial Battlefield 1 Gak Bikin Galau Seperti CoD Infinite Warfare, PC download Battlefield 1 download PS4, cheat Battlefield 1 guide
Baca Juga

Dan fakta sejarah terakhir yang dimasukkan dalam Collector’s Edition-nya adalah Thomas Edward Lawrence. Pria yang hidup dari tahun 1800 – 1935 ini adalah seorang arkeolog Inggris, dan juga dikenal dengan panggilan Lawrence dari Arab. Dia juga dikenal sebagai ahli strategi militer, penulis dan petualang sejati. Dalam buku The Seven Pillars of Wisdom, dia  mengungkapkan banyak petualangannya yang mengagumkan di wilayah Arab selama Perang Dunia I. Jiwa petualangannya yang terpupuk dengan baik dan ketajaman pemikirannnya yang terasah melalui bangku kuliah, mendorong Lawrence  mengadakan penelitian terhadap semua kastil yang ada dengan berjalan kaki. Lebih dari 1000 mil dia tempuh hingga kawasan Timur Tengah. Inilah awal Lawrence mengenal seluk-beluk kawasan Timur Tengah, yang pada perkembanganya kemudian, jadi sangat bermanfaat dalam menjalani tugasnya sebagai perwira intelijen Inggris.

Perhatian dan minatnya yang besar dalam bidang arkeologi, pada akhirnya membawa dirinya sebagai doktor arkeologi. Dan tercatat sebagai salah seorang arkeolog terkemuka Universtias Oxford pada zamannya. Karena ketajaman intuisinya, Lawrence kemudian direkrut oleh markas militer Inggris di Kairo, Mesir.  Dari sinilah, legenda Thomas Edward Lawrence bermula, sebagai kreator negara-negara boneka Inggris di kawasan Timur Tengah, tapi sekaligus juga menggambarkan perannya yang canggih dan halus sebagai pengadu-domba antar negara-negara Arab.


SHARE
Previous articleReview Naruto Shippuden Episode 459, dari Filler Kembali ke Filler
Next articleCaptain Tsubasa Kembali Meramaikan Final Liga Champions 2015/2016!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.