Repotnya Pengadilan Ace Attorney: Spirit of Justice, Musuhnya Arwah Gentayangan!

Ace Attorney: Spirit of Justice

Capcom mengkonfirmasikan Gyakuten Saiban 6, atau Phoenix Wright: Ace Attorney 6, atau yang baru saja dikonfirmasikan judul resmi Inggrisnya, Phoenix Wright: Ace Attorney: Spirit of Justice, awal September 2015 lalu. Game keenam, yang sekaligus seri kesepuluh di tengah keseluruhan serial Phoenix Wright ini masih tetap bertahan untuk handheld Nintendo, 3DS. Game ini juga kembali menggunakan menggunakan model karakter dan lingkungan 3D yang pertama kali diterapkan dalam Phoenix Wright: Ace Attorney – Dual Destinies pada tahun 2013 lalu, dan kemudian berlanjut pada Dai Gyakuten Saiban: Naruhodō Ryūnosuke no Bōken atau The Great Ace Attorney yang dirilis pertengahan tahun 2015 lalu, dan menyingkirkan sang karakter utama, Phoenix Wright sebagai karakter utama. Penggunaan model 3D tersebut makin melengkapi beberapa cutscene anime yang sudah menjadi ciri khas serial ini.

Ace Attorney: Spirit of Justice

Dan yang melegakan, dengan The Great Ace Attorney yang sejauh ini belum mendapat kejelasan perilisan versi Globalnya, Ace Attorney 6 sudah dipastikan oleh Capcom keluar Jepang. Bersamaan dengan Nintendo Direct hari ini, Capcom melepaskan berita baru yang menyebutkan kepastian judul versi Inggrisnya, Phoenix Wright: Ace Attorney: Spirit of Justice. Mereka akan merilisnya September 2016 mendatang, tidak jauh dari versi Jepangnya yang hadir 9 Juni 2016 nanti. Namun untuk yang satu ini, kalian hanya bisa membelinya secara digital melalui Nintendo eShop di Amerika Utara dan Eropa, dengan harga sekitar Rp400.000. Berikut trailer Global pertama untuk game ini:

Phoenix Wright: Ace Attorney: Spirit of Justice Trailer

Spirit-of-Justice-7

Seperti yang kami tuliskan sebelumnya, setelah dalam The Great Ace Attorney kalian kehilangan peran sebagai Phoenix Wright, kini pengacara handal tersebut kembali bertugas. Dia melakukan perjalanan ke luar negeri bersama Maya Fey, dan di sebuah negara, yaitu Kingdom of Khura’in. Meskipun keluar Jepang (atau Los Angeles untuk versi Global game ini), namun kalian tetap menjumpai ruang pengadilan dimana pengacara ini bakal bertugas (walaupun sedikit berbeda desainnya). Tidak sepenuhnya bertugas sih, karena Phoenix Wright mengaku kebetulan saja lewat, dan dia tidak ingin ada seorang terdakwa tanpa pembela.

Spirit-of-Justice-1

Spirit-of-Justice-4

Di tengah Kingdom of Khura’in tersebut, kasus yang dihadapinya pun tidak biasa. Dia harus berhadapan dengan apa yang disebut teknik Kurain Channeling, sebuah teknik pemanggilan arwah, yang pada kenyataannya menjadi kunci memutuskan nasib dari para terdakwa. Dan parahnya, selama ini tidak pernah ada pengacara untuk membantu terdakwa — dan mereka disarankan untuk menyerah dan menerima hukuman, berdasarkan pengungkapan arwah selama proses Kurain Channeling (komunikasi dengan arwah korban). Sepertinya Phoenix Wright mau jadi pahlawan kesiangan di kerajaan ini menjadi pengacara tanpa undangan.

Spirit-of-Justice-6

Spirit-of-Justice-8

Mempertimbangkan sistem peradilan di lingkungan “asing” dan keyakinan berbeda yang dihadapinya tersebut, Capcom pun menerapkan mekanis baru, yang disebut Divination Seance. Mekanis ini memungkinkan kalian mengunjungi kembali (dengan cara yang diluar nalar tentunya) saat-saat terakhir dalam hidup korbannya. Saat itulah kalian harus berjuang dalam mengungkap kontradiksi yang timbul antara pengungkapan dari Royal Priestess (Rayfa Padma Khura’in, sudah kami ulas dalam artikel sebelumnya) yang dia temukan dan paparkan di tengah persidangan ketika mengunjungi kembali detik-detik akhir tewasnya korban.

Spirit-of-Justice-5

Spirit-of-Justice-3

Sementara Phoenix Wright menangani masalah supranatural, di Jepang (atau Los Angeles untuk versi Global game ini), rekannya yang saat ini masih magang di kantor pengacara Wright Anything Agency, Apollo Justice, ternyata juga dihadapkan pada kasus berat lainnya, yang bisa berujung pada terjadinya ledakan. Namun sepertinya dia cukup yakin bisa menyelesaikannya, karena mendapatkan bantuan dari Athena Cykes. Nantinya kasus yang dihadapi kedua pengacara tersebut akan berkembang dan saling berhubungan, dan alasan kenapa di Khura’in tidak ada pengacara, serta kenapa terdakwa diputuskan bersalah hanya berdasarkan “wawancara” dengan arwah, bisa terjawab dari masing-masing kasus yang dihadapi Phoenix dan Apollo.

Spirit-of-Justice-2

 


SHARE
Previous articleApa yang Perlu Kalian Ketahui dari Mass Effect: Andromeda
Next article6 Teknik di Anime Captain Tsubasa Ini Bisa Dilakukan Para Pesepakbola Profesional Lho!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.