Casual Connect Asia 2016 Segera Digelar, Apa Saja Agendanya?

Casual Connect Asia 2016
Suasana salah satu ruang konferensi dalam Casual Connect Asia 2015
Kurang beberapa hari lagi, Casual Connect Asia 2016 akan digelar di Singapura. Apa saja agenda untuk tahun ini?

Duniaku Kembali Jadi Media Partner Resmi Casual Connect Asia 2016!

Duniaku menjadi salah satu media partner resmi untuk Casual Connect Asia 2016 yang akan digelar bulan Mei mendatang di Singapura!
Baca Juga

Konferensi game kasual terbesar di Asia, Casual Connect Asia 2016 siap kembali digelar tahun ini. Ada yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya. Jika di tiga perhelatan sebelumnya (dimana Duniaku, sebagai salah satu media partner resmi dari Indonesia meliput) Casual Connect Asia 2016 digelar di Shangri-La Hotel, maka tahun ini acara dipindahkan ke Hard Rock Hotel, Resorts World Sentosa, Singapura. Acara ini pun akan segera digelar minggu depan, tepatnya selama tiga hari mulai tanggal 17 hingga 19 Mei 2016.

Casual Connect adalah sebuah event yang diadakan oleh Casual Games Association (CGA) empat kali di empat tempat berbeda di setiap tahunnya, dan penyelenggaraan di Singapura ini adalah kali kedua untuk tahun 2016 ini setelah sebelumnya Casual Connect Eropa 2016 diselenggarakan di Amsterdam, Belanda pada tanggal 16 sampai 18 Februari 2016 lalu. Setelah di Singapura ini, Casual Connect akan mampir di dua kota lain, San Fransisco pada bulan Juli 2016 dan di Tel Aviv pada bulan November 2016.

casual connect asia 2016

Dalam event ini, para pelaku industri game kasual dari berbagai platform, berkumpul untuk saling sharing mengenai perkembangan industri tersebut. Visi dari Casual Connect sendiri adalah memang untuk menghubungkan para pelaku industri ini. Mereka percaya, bahwa jika developer game, publisher dan distributor memiliki relasi yang kuat satu sama lainnya, maka akan bisa membantu terciptanya sebuah komunitas yang bisa menghadapi naik turun bisnis game kasual ini.

Selain itu, setiap tahun industri game kasual selalu menghadapi berbagai macam rintangan baru setiap tahunnya. Untuk itulah, para pelaku dalam industri game kasual yang datang dari 86 negara (yang merupakan anggota dari CGA) berkumpul dan saling sharing mengenai masalah dan juga rintangan yang mereka hadapi untuk menemukan solusi secara bersama-sama.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, Casual Connect Asia 2016 akan menghadirkan puluhan pembicara dengan puluhan topik seputar industri game kasual ini. Materi-materi yang dibawakan terbagi menjadi beberapa tema antara lain:

casual connect asia 2016

  • Industry Insights (hari pertama): Industri game kasual selalu berevolusi. Materi yang masuk dalam tema ini akan memberikan banyak informasi seputar tren yang dihadapi para pelaku industri game kasual. Tentunya, materi ini bisa membantu mereka yang tengah merancang strategi ke depannya.
  • Market Navigation (hari kedua): Data-data mengenai pasar game kasual di berbagai negara akan disampaikan dalam tema ini. Tentu ini bisa menjadi peluang baru bagi kamu yang ingin merilis game di negara-negara yang belum pernah masuki sebelumnya.
  • Design & Development (hari pertama, kedua dan ketiga): Materi dengan tema ini seluruhnya berkutat kepada proses desain dan pengembangan game. Para developer senior akan membagikan ilmunya seputar pengembangan game ini.
  • Growth (hari pertama dan kedua): Melalui tema materi ini, beberapa perusahaan yang sudah berkembang pesat akan membagikan ilmunya mengenai bagaimana cara memperluas bisnis mereka.
  • Social Gaming (hari ketiga): Pertumbuhan game sosial yang semakin pesat menghadirkan banyak tantangan baru. Tema ini akan memberikan insight seputar hal tersebut dan peluang-peluang yang ada.
  • Global & Emerging Markets (hari ketiga): Jika kamu ingin mulai menapaki industri game di negara yang benar-benar baru, kamu bisa mendapatkan banyak inspirasi dari pembicara di tema ini.

Ada banyak pembicara kelas dunia yang siap membagikan pengalaman dan ilmu mereka selama tiga hari di Casual Connect Asia 2016, antara lain:

  • Atsuo Nakayama, Bandai Namco
  • Gary Huang, NetEase
  • Andy Zhong, FunPlus
  • Jakob Lykkegaard Pedersen, Playlab
  • Andy Hess, Epic Games
  • Angelo Ferro, Unity
  • David Yin, Google Play Apps & Games
  • Mike Hines, Amazon
  • Dan masih banyak lagi

Selain itu, beberapa pembicara dari Indonesia juga akan hadir mengisi beberapa panel di Casual Connect Asia 2016. Hingga artikel ini ditulis, ada dua nama dari industri game Indonesia yang sudah siap mengisi sesi di Casual Connect Asia 2016 tersebut. Pertama ada Anton Soeharyo, Founder dan CEO dari Touchten Games yang tahun lalu juga sempat mengisi salah satu sesi dalam Casual Connect Asia 2015. Anton akan mengisi panel Ask Us Anything Panel yang merupakan panel diskusi bersama Google dan developer yang sukses di Google Play Store. Satu nama lain adalah Mochammad Santaka, General Manager for Indonesia dari Gamevil South East Asia, yang akan membawakan materi berjudul The Indonesian Gamer.

Casual Connect Asia 2016

Selain konferensi, Casual Connect Asia juga menghadirkan workshop menarik untuk diikuti. Salah satunya, di hari ketiga Epic Games akan hadir untuk membawakan materi workshop mengenai Unreal Engine mereka. Indie Prize juga akan kembali ikut memeriahkan gelaran Casual Connect Asia 2016 ini. Beberapa developer Indonesia sudah dikonfirmasikan akan ikut ambil bagian dalam Indie Prize ini, antara lain Anoman Studio (ORBIZ), Agate Studio (Valthirian Arc: Red Covenant), GameChanger Team (Ascender) dan Joyseed Gametribe (DayDream: The Beginning).

Indie Prize Casual Connect Asia 2016

Bagaimana keseruan Casual Connect Asia 2016 ini? Ikuti terus berita dan liputan Casual Connect Asia 2016 hanya di Duniaku!

Sumber: Gamesauce


SHARE
Previous articleDiorama Civil War ini Lebih Seru Daripada Filmnya!
Next articleKerennya Lee Jung, Hero Baru Seven Knights yang Mampu Persingkat Waktu Cooldown
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.