Microsoft Menutup Game Xbox One Ini Selamanya, Ada Apa Gerangan?

Project-Spark-1

E3 2014: Game Maker Project Spark Memberimu Kesempatan Mengendalikan Tupai Nintendo

Conker, tupai yang menjadi bintang dari game action platformer Nintendo 64 Conker's Bad Fur Day, bakal menjadi salah satu pilihan karakter playable dalam Project Spark.
Baca Juga

Project Spark merupakan sebuah game berjenis “game maker” untuk PC Windows, Xbox 360 dan Xbox One. Pertama kali dikonfirmasikan selama E3 2013 setahun lalu, dan kemudian sudah tersedia open beta-nya untuk Windows sejak Desember 2013 lalu, dan menyusul kemudian untuk Xbox One pada Maret 2014. Game ini sendiri dirilis pada 7 Oktober 2014 untuk Windows 8.1 dan Windows 10 serta Xbox One. Sebagai sebuah game Xbox One dan PC yang memberi kita opsi mendesain game sendiri, Project Spark bisa digambarkan sebagai sebuah “Open World Digital Canvas” yang memberimu kebebasan membangun game dari nol dan memainkannya bersama-sama dengan gamer lain.

Project Spark juga dianggap sebagai sebuah contoh yang baik ekosistem platform Microsoft, karena mendukung cross-platform antara versi game PC Windows dan game Xbox One-nya, selain juga kemudahan pengguna dalam menciptakan karya digital mereka sendiri melalui Project Spark. Namun kabar mengejutkan datang akhir pekan kemarin. Microsoft memutuskan untuk menghentikan dukungan pengembangan Project Spark, menutup akses unduh game ini melalui Xbox Marketplace atau Windows Store dalam waktu dekat, dan sepenuhnya menghentikan layanan onlinenya pada 12 Agustus 2016 mendatang.

Project-Spark-2

Microsoft sendiri beralasan penghentian layanan mereka adalah karena mayoritas tim yang sebelumnya mendukung pengembangan telah dialihkan ke proyek Microsoft Game Studios lainnya. Khususnya, saat game ini beralih dari menawarkan konten berbayar ke gratisan Oktober 2015 lalu. Saat itu terjadi, semua konten yang disediakan bisa diunduh gratis oleh pemain lama dan baru. Kompensasi langkah tersebut, Microsoft memberikan ganti atas konten yang sebelumnya telah dibeli para pemain sebelum game ini digratiskan.

Sedangkan untuk penghentian dukungan ini, kalian masih mendapat kesempatan untuk mengunduh konten yang dibuat user lainnya, atau yang disediakan oleh tim game ini sebelum Agustus 2016 nanti, untuk bisa mengaksesnya secara offline. Kalian juga masih bisa mengunggah hasir karya ke server game ini sebelum benar-benar dihentikan layanan online-nya.

Dalam keterangan pers-nya, Microsoft membenarkan bahwa keputusan menggratiskan game ini merupakan langkah yang berat. Meskipun tidak ada PHK, namun tim Project Spark harus dialihkan ke proyek Microsoft Game Studios lainnya. Microsoft juga kembali mengingatkan, siapa pun yang membeli Project Spark Starter Kit yang dijual di toko retail, bisa me-redeem pembeliannya (karena akhirnya game ini digratiskan) untuk mendapatkan di akun Microsoft masing-masing.

Project-Spark-3

Meskipun tidak disebutkan apakah karena game ini kurang populer, dibandingkan, misalnya usaha yang dilakukan rivalnya Sony Computer Entertainment melalui serial LittleBigPlanet yang bahkan ikonnya (Sackboy) sukses menyeberang ke game-game lainnya, bisa jadi keputusan Microsoft menggratiskan Project Spark, dan akhirnya kini menghentikan layanannya, tidak lain karena kurangnya minat gamer memainkannya, dan kecilnya pertumbuhan user generated content.

Mengenai Project Spark, karena esensinya adalah bagaimana kalian menciptakan game kreasi sendiri, maka konten (seperti item dan obyek) tersebut bisa dibagikan dengan user lain di tengah komunitasnya untuk diunduh dan diedit sendiri, kemudian menggabungkannya dengan konten lain, atau memilih membuat konten game kreasi sendiri. serta memainkannya bersama-sama — semacam konsep LittleBigPlanet-nya Sony, namun user generated content di sini lebih kompleks dan luas. Untuk berinteraksi dengan konten tersebut, bisa dilakukan dengan kontroler Xbox, keyboard dan mouse, perangkat berlayar sentuh, Kinect dsan juga aplikasi second screen SmartGlass. Kinect bisa digunakan untuk menganimasikan model dan merekam suara. Lingkungan yang kamu ciptakan bisa terdiri dari gunung, sungai, dan kota. Bahkan juga bisa menyisipkan event, seperti pertarungan antar karakter.


SHARE
Previous articleSony Indonesia Buka Gerai Audio di Pasar Santa Mendukung Santa Music Club
Next articleIni Game Horor Paling Serem! Call of Cthulhu Dijamin Bikin Kalian Ketakutan!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.