Fuze Tomahawk F1, “Duplikat” Xbox One dan PS4 dari Cina dengan Harga Cuma Sejutaan!

Fuze Tomahawk F1

Bentuk konsol mirip PS4, tapi kontrolernya mirip Xbox One. Inilah Fuze Tomahawk F1, konsol baru dari Cina. Apakah sekedar tiruan saja?

Video Game Bakal Dijual Resmi Secara Luas di Tiongkok! Indonesia Kapan?

Video Game Dijual Resmi Secara Luas di Tiongkok! Indonesia Kapan? PlayStation 4 Indonesia, Xbox One Indonesia, Wii U Indonesia, Jaminan Video Game Indonesia
Baca Juga

Bukan jadi rahasia, bahwa dulu game konsol sempat menjadi barang yang “terlarang” di Cina. Penjualan dan peredaran game beserta konsolnya pun sempat dilarang pemerintah, sehingga jalan satu-satunya adalah membelinya dari negara lain. Hal tersebut akhirnya membuat game online PC dan mobile berjaya di sana. Namun dalam kurun waktu dua tahun terakhir, pemerintah Cina pun akhirnya melepas larangan tersebut, sehingga konsol seperti Xbox One dan PS4 pun mulai memasuki beberapa area tertentu di negara tersebut.

Bagaimana dengan area lain? Beruntung Cina memiliki resource yang cukup besar untuk mengembangkan konsol sendiri. Dan di bulan Mei ini, Cina pun akhirnya mengkonfirmasikan konsol buatan mereka sendiri, yang dibuat oleh Fuze dengan nama Tomahawk F1!

Fuze Tomahawk F1

Fuze? Penulis yakin banyak diantara kamu yang baru mengenal nama ini. Tidak salah, karena memang nama Fuze Entertainment sendiri adalah sebuah perusahaan baru di Cina. Namun, meskipun perusahaan baru, beberapa nama di balik Fuze adalah nama-nama yang sudah kenyang pengalaman di dunia teknologi informasi, sebut saja ada beberapa mantan pegawai Nvidia, Huawei, hingga salah satu perusahaan teknologi informasi terbesar di Cina, Tencent.

Fuze Tomahawk F1
Fuze sangat yakin, Tomahawk F1 bisa sejajar dengan Xbox, PlayStation dan Nintendo!

Fuze melihat Tomahawk F1 ini bisa berkompetisi dengan Microsoft dan Sony, setidaknya di Cina. Yap, meskipun larangan game konsol sudah ditarik oleh pemerintah Cina, namun persebarannya masih belum merata seperti di negara-negara lain. Tomahawk F1 sendiri, karena memang lahir dari masyarakat Cina, tentu tidak akan kesulitan untuk memasuki pasar negara tersebut. Sebuah langkah yang menarik, dimana larangan penjualan game konsol justru membuat orang-orang di Cina kreatif dengan membuat konsol sendiri.

Fuze Tomahawk F1

Sekarang kita bedah lebih dalam mengenai Tomahawk F1. Pertama kali kamu melihat gambar konsol dan kontroler dari Tomahawk F1, mungkin kamu akan sedikit skeptis. Unit konsolnya sangat mirip dengan PS4, akan tetapi kontrolernya justru mirip dengan Xbox One! Jika ada “perkawinan” konsol, mungkin bisa dibilang Tomahawk F1 ini adalah anak dari PS4 dan Xbox One tersebut. Sistem operasi yang digunakan oleh konsol ini adalah Android, dan jika kamu melihat layar antarmuka dari menu-menunya, maka kamu akan langsung teringat dengan antarmuka dari PS4!

Barang tiruan? Rip-off? Jangan keburu menjustifikasi seperti itu dulu. Meskipun unit konsol, kontroler dan antarmuka Tomahawk F1 sangat mirip dengan Xbox One dan PS4, namun konsol ini sudah banyak mendapatkan dukungan dari developer papan atas lho! Sebut saja, Keiji Inafune (kreator Megaman), Arc System Works dan juga Koei Tecmo. Banyaknya dukungan ini membuat Tomahawk F1 mendapatkan total kurang lebih 76 game saat perilisannya lagi, seperti Mighty No.9, BlazBlue: Chrono Phantasma Extend, Dynasty Warriors 8 Xtreme Legends, Red Ash: The Indelible Legend, hingga Assassin’s Creed Chronicles!

Fuze Tomahawk F1
Deretan game yang siap hadir saat perilisan konsol ini

Meskipun dasarnya menggunakan sistem operasi Android, namun Fuze mengkustomisasinya sedemikian rupa menjadi Fuze OS yang diklaim sangat optimal dalam bermain game. Judul-judul game yang penulis sebutkan sebelumnya juga bukanlah game Android, sehingga developer pun sepertinya melakukan porting khusus untuk game mereka agar bisa dimainkan di Fuze OS ini. Mengenai spesifikasinya, Tomahawk F1 dipersenjatai dengan prosesor dengan kecepatan 4GHz, menggunakan GPU Nvidia Tegra, dan ada juga versi dengan hardisk 500GB yang bisa di-upgrade hingga 2 TB.

Fuze Tomahawk F1
Ada slot HDMI, USB dan LAN di tubuh Tomahawk F1

Spesifikasi Lengkap Fuze Tomahawk F1

  • Nvidia Tegra K1 (4 Core A15 @ 2.2GHz
  • Nvidia Keppler @ 852Mhz (325GLOPS)
  • 4GB DDR3 RAM @ 933Mhz
  • 32GB eMMC storage (Elite = 500GB HDD)
  • Wi-Fi & Bluetooth support
  • HDMI, USB 3.0 x 1, Ethernet (Elite = Qi Wireless controller charger)
  • Fuze OS (Android) + Open GL 4.4 & Open GL ES 3.1 support
  • Chinese & English game support
Fuze Tomahawk F1
HDD sama dengan HDD Laptop sehingga mudah di-upgrade

Beberapa gamer yang sempat datang ke peluncuran Tomahawk F1 di Cina menyebutkan, bahwa konsol ini menggunakan bodi plastik yang cukup ringkih dan sangat berbeda jika dibandingkan dengan PS4 atau Xbox One. Tidak mengherankan, karena Tomahawk F1 dibanderol dengan harga jauh di bawah harga kedua konsol tersebut. Untuk versi yang paling murah, Play (dengan storage 32GB) dibanderol dengan harga hanya US $140 (sekitar Rp1,8 juta). Sedangkan untuk versi Elite dengan tambahan HDD 500GB dan juga charger kontroler-nya dibanderol dengan harga US $230 (sekitar Rp3 juta). Selain itu, Fuze juga menjual perangkat Virtual Reality khusus dengan banderol harga US$ 170 (sekitar Rp2,2 juta) dan juga kontroler secara terpisah dengan harga US $30 (sekitar Rp400.000).

Fuze Tomahawk F1
Banderol harga dari Tomahawk
Fuze Tomahawk F1
Variasi kontroler dari Fuze Tomahawk F1

Bisa dibilang, Tomahawk F1 ini berada di tengah-tengah antara konsol mikro Android dengan Xbox One dan PS4. Dengan banderol harga yang terjangkau dan juga persebaran Xbox One dan PS4 yang belum merata di Cina, sepertinya Tomahawk F1 bakal sukses, setidaknya di rumah sendiri. Rencananya Fuze akan mulai di Cina pada 1 Juni 2016 mendatang, dan belum ada kabar lebih lanjut apakah konsol ini juga akan dijual di luar Cina.

Sumber: Kotaku, ZhugeEx


SHARE
Previous articleCantik Bak Dewi, Dia Hanya Muncul dalam Mimpi di Dunia Ys VIII: Lacrimosa of Dana!
Next articleFilm Black Panther Dipastikan Bertabur Aktor-Aktris Berkualitas!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.