5 Alasan Inilah yang Bikin Gamer Tidak Menyukai CoD Infinite Warfare!

Infinite Warfare

Belum juga dirilis dan baru meluncurkan trailer perdana, tapi sudah banyak gamer yang membenci Call of Duty (CoD) Infinite Warfare. Apa ya alasannya?

Awal Mei 2016 kemarin seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan untuk Activision dan Infinity Ward. Betapa tidak, di awal Mei kemarin mereka merilis detail dan trailer perdana dari seri Call of Duty (CoD) terbaru mereka, Infinite Warfare. Tapi sayang, sambutan gamer ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Banyak yang mencibir trailer perdana tersebut. Banyak juga yang membenci dan menunjukkannya dengan cara menekan tombol dislike di video YouTube-nya.

Berbicara mengenai jumlah dislike, bukan rahasia bila angka dislike di trailer YouTube game ini sangat besar. Hingga artikel ini ditulis, angka dislike dari trailer ini mencapai lebih dari 2,2 juta. Jika dibandingkan dengan total view trailer-nya yang mencapai 21 juta, angka ini tentu cukup besar karena lebih dari sepersepuluh yang menonton ternyata tidak menyukai trailer game ini. Alhasil, trailer ini pun saat ini menempati peringkat kedua video YouTube paling banyak mendapatkan dislike. Hanya kalah dari video musik Baby dari Justin Bieber yang mendapatkan total 6 juta dislike.

CoD Infinite Warfare

Pertanyaanya, mengapa banyak gamer yang membenci CoD Infinite Warfare? Toh ini baru trailer perdana, dan game-nya pun belum dirilis. Setelah meneliti komentar-komentar gamer yang ada di video YouTube, ternyata lima alasan ini yang membuat banyak gamer tidak menyukai atau bahkan membenci CoD Infinite Warfare.


1

Kehilangan Identitas CoD


CoD Infinite Warfare

CoD atau Star Wars nih?

Say HALO Pada Call of Duty: Infinite Warfare, KILLZONE Barunya Kini di Luar Angkasa!

HALO Pada Call of Duty: Infinite Warfare, KILLZONE Barunya Kini di Luar Angkasa! Video Call of Duty: Infinite Warfare video, Guide Infinite Warfare Guide
Baca Juga

Peperangan futuristis di luar angkasa? Eksoskeleton? Mecha? Jetpack? Jika kamu sudah menonton trailer-nya mungkin kamu sependapat dengan sebagian besar gamer yang menganggap Infinite Warfare sudah kehilangan identitas CoD-nya. Orang mengenal CoD lewat peperangan sinematik yang terinspirasi dari perang dunia atau perang lain yang berdasarkan sejarah. Bukan perang futuristis yang membuat Infinite Warfare justru tampak seperti Halo, Killzone ataupun Titanfall.

Seharusnya Advanced Warfare yang dirilis dua tahun lalu bisa menjadi patokan, bahwa penggemar fanatik tidak suka CoD yang bertema terlalu futuristis. Meskipun banyak mendapatkan penghargaan dan pujian dari kritikus game, faktanya angka penjualan Advanced Warfare turun sekitar 27% dibandingkan seri tahun sebelumnya, CoD Ghosts.

Dengan total dislike yang masif di trailer perdananya ini, kira-kira bagaimana ya nasib penjualan Infinite Warfare nantinya?


2

Activision Tidak Mendengarkan Aspirasi Gamer


CoD Infinite Warfare

Setelah Advanced Warfare yang kurang sukses, banyak gamer yang meminta Activision untuk mengembalikan CoD seperti seri-seri sebelumnya. Perang yang sinematik, tidak terlalu futuristis, atau yang berdasarkan sejarah. Tapi faktanya, Activision tidak mendengarkan aspirasi tersebut dengan mengembangkan Infinite Warfare ini. Hal ini membuat banyak gamer kecewa, dan akhirnya memberikan respon negatif saat mereka mengkonfirmasikan Infinite Warfare.


3

Activision Terkesan Memaksa Gamer Membeli Infinite Warfare


CoD Infinite Warfare

COD Infinite Warfare, Game dengan YouTube Dislike Terbesar dalam Sejarah

COD Infinite Warfare Raih Predikat Game dengan YouTube Dislike Terbesar dalam Sejarah, video Call of Duty Infinite Warfare Dislike, Infinite Warfare video
Baca Juga

Kamu penggemar berat Modern Warfare pertama, dan ingin memainkan kembali versi remastered-nya di PS4 atau Xbox One? Kabar gembira, karena memang Activision berencana merilis versi remastered-nya tahun ini. Tapi kabar buruknya, versi remastered ini HANYA dijual satu paket dengan Infinite Warfare dengan harga US $80 atau sekitar Rp1,07 juta. Bagi gamer yang sudah terlanjur “membenci” dan tidak ingin membeli Infinite Warfare, angka ini tentu sangat mahal untuk sebuah game remastered. Jadi kesannya, Activision memaksa gamer untuk membeli Infinite Warfare, meskipun gamer sebenarnya hanya ingin membeli versi remastered dari Modern Warfare.

Dengan ini, mungkin penjualan Infinite Warfare bisa naik. Akan tetapi, jumlah gamer yang membenci Activision bisa jadi akan semakin bertambah…


4

Battlefield Memanaskan Persaingan


CoD Infinite Warfare

Saat para penggemar CoD kecewa dengan Infintie Warfare, EA dan DICE melontarkan bom atom dengan mengkonfirmasikan Battlefield 1 yang membawa gamer kembali ke Perang Dunia pertama. Boooom…

Bagi penggemar fanatik CoD, tentu mereka tidak rela melihat judul kesayangannya dikalahkan sang rival. Ini juga semakin menunjukkan betapa Activision kurang peka dalam memahami keinginan gamer, dan peluang tersebut akhirnya disambar oleh EA. Jadinya, semakin banyak yang membenci Activision (plus Infinite Warfare), dan kemudian beralih dengan menggemari Battlefield 1.


5

Gamer Veteran Sudah Jenuh dengan CoD


CoD Infinite Warfare

Alasan kelima mungkin hanya terjadi pada sebagian gamer. Jika ada sebagian gamer yang tidak suka dengan inovasi yang diberikan oleh Infinity Ward dalam Infinite Warfare, sebagian lagi yang memberikan dislike justru adalah gamer-gamer veteran yang sudah bosan dengan gameplay CoD. Yap, CoD sudah berusia lebih dari satu dekade sejak pertama kali kemunculannya tahun 2003 lalu, dan selalu rilis seri baru setiap tahunnya. Gamer yang masuk kategori ini mungkin membenci Activision karena tidak memberikan jeda “istirahat” untuk franchise ini, paling tidak untuk satu atau dua tahun. Tujuannya, untuk menyegarkan kembali gamer yang mungkin sudah mulai jenuh dengan game ini.

Diharapkan saat kembali, nantinya CoD bisa membawa ide-ide yang lebih fresh, dan sesuai dengan keinginan para penggemarnya. Kembali ke perang klasik mungkin bisa menjadi solusi yang akan menyenangkan para penggemarnya.

Kalau menurutmu bagaimana? Jika kamu merupakan salah satu gamer yang membenci Infinite Warfare, apa sih yang membuatmu tidak suka dengan game ini? Tulis di kolom komentar ya!


SHARE
Previous article5 Pemain yang Siap Meledak di Game FIFA 17!
Next articleTidak Hanya untuk PS Vita, NIS America Juga Rilis Yomawari untuk PC
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.