Seperti Apa Game yang Bagus di Mata Publisher?

publisher

Pernah berpikir menggandeng publisher untuk merilis game-mu di negara lain? Maka tips-tips berikut ini harus kamu perhatikan!

Casual Connect Asia 2016, Konferensi Game Kasual yang Semakin Mendunia!

Casual Connect Asia 2016 kembali digelar di Singapura. Apa yang membedakan antara gelaran tahun ini dengan tahun lalu? Semeriah apa acaranya?
Baca Juga

Menggandeng publisher adalah salah satu solusi yang bagus bagi developer yang ingin meminimalkan resiko saat merilis game. Utamanya, bagi developer yang ingin merilis game di pasar yang benar-benar baru, dan mereka tidak tahu bagaimana kondisinya. Jika masuk ke pasar atau negara baru, tentu menggandeng publisher lokal dari negara tersebut adalah solusi yang bagus, karena mereka tentu sudah sangat paham dengan kondisi pasar dan apa yang disukai oleh gamer-nya. Pertanyaannya, seperti apa game yang bagus jika dilihat dari kacamata publisher?

Di hari kedua penyelenggaraan Casual Connect Asia 2016 hari Rabu 18 Mei 2016, Christopher Liu yang merupakan VP Mobile Publishing dari VNG Corporation hadir untuk menjawab pertanyaan tersebut. VNG sendiri adalah raja dari platform sosial sekaligus publisher besar yang ada di Vietnam. Dengan lebih dari 50 game yang sudah dirilis dan juga lebih dari 150 karyawannya, VNG ingin memperluas pasar dengan mencari dan mempublikasikan game-game di area Asia Tenggara.

publisher

Pertama-tama, Christopher menggaris bawahi kekuatan properti intelektual (IP) dalam game dan bagaimana dampaknya terhadap jumlah download atau pemainnya. Penggunaan IP, apalagi IP-IP yang sudah memiliki fanbase besar menurut Christopher sangat bagus, karena bisa mengurangi biaya untuk user acquisition, alias untuk mendapatkan gamer guna men-download dan memainkan game tersebut.

Namun tidak semua game dengan IP terkenal bisa dengan mudah bertahan lama di pasar aplikasi, dan terus menerus mendapatkan pemain setiap harinya. Christopher menilai, ada beberapa IP yang meledaknya bergantung momen. Contohnya game yang menggunakan IP dari film, dimana game ini mungkin hanya booming saat filmnya ditayangkan (kurang lebih 1-2 bulan saja). Setelah itu, akan terus menurun dan akhirnya dilupakan. Kecuali, IP dari film tersebut terus berkesinambungan. Contohnya seperti Marvel Cinematic Universe dan Transformers yang terus menelurkan film, bahkan ada beberapa film sekaligus dalam satu tahun.

Setelah mempertimbangkan IP, barulah publisher akan mempertimbangkan beberapa faktor untuk mempertimbangkan apakah game tersebut bagus, cocok untuk pasar dan layak untuk dipublikasikan di pasar tersebut. Ada banyak faktor yang dipertimbangkan publisher untuk menentukan bagus tidaknya sebuah game, seperti dari teknis mulai dari bagaimana performa game tersebut saat dimainkan, apakah kontrolnya oke dan game-nya mudah dipelajari pemain, hingga apakah gameplay-nya cocok dengan minat mayoritas gamer yang ada di pasar tersebut.

publisher
Beberapa genre game yang menjadi fokus VNG dan terbukti laku di Asia Tenggara

Publisher juga mempertimbangkan profil sang developer, apakah mereka pernah merilis satu game yang meledak di pasaran, dan bagaimana juga kerja sama tim mereka dalam mengembangkan game. Faktor viral juga penting, jadi publisher mencari game-game yang viral di media sosial, entah itu karena temanya atau murni karena gameplay-nya yang bagus. Plus pertimbangkan juga monetisasi, karena dengan mempublikasikan game tentu publisher ingin game tersebut laku dan menghasilkan di pasar yang mereka tuju. Tentunya developer juga harus melakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang disukai di pasar yang dituju.

Terkesan banyak pertimbangan? Memang benar, karena banyak publisher memiliki prinsip bahwa mereka lebih baik melewatkan satu peluang daripada mengambil peluang tersebut dengan kemungkinan resiko yang mereka tidak yakin sebesar apa. Jika developer sudah memperhatikan hal-hal ini, tentu kesempatan untuk konsep game tersebut diterima saat pitching ke publisher akan semakin besar.