Review Episode 6 Season 6 Game of Thrones – Blood of My Blood

Game of Thrones (1)

Episode 6 season 6 Game of Thrones melanjutkan kejutan besar pekan lalu. Apakah episode kali ini bisa sebagus sebelumnya? Coba baca saja reviewnya ini!

Sinopsis

Di episode sebelumnya, Hodor harus mengorbankan diri demi keselamatan Bran dan Meera. Akankah mereka justru tertangkap di episode 6 season 6 Game of Thrones ini? Ataukah akan ada sosok penyelamat, meski mereka jauh dari mana-mana?

Sam dan Gilly melanjutkan perjalanan mereka, kali ini untuk menemui keluarga Sam. Maukah mereka menerima Gilly dan anaknya?

Masalah Margaery mengancam terjadinya pertempuran antara keluarga Lannister, dibantu keluarga Tyrell, menghadapi pendukung High Sparrow. Apakah jalanan King’s Landing akan dipenuhi darah?

Setelah pengelihatannya pulih, Arya Stark diberi tugas untuk membunuh seseorang. Apakah kali ini ia tidak akan mengacau?

Walder Frey harus menghadapi kenyataan kalau Riverrun, wilayah yang seharusnya menjadi miliknya, telah kembali diambil alih oleh keluarga Tully. Apa rencananya untuk membalas?

Terakhir, apa yang akan dilakukan Daenerys sekarang setelah menyelesaikan konfliknya dengan para Dothraki?

Review
Game of Thrones 6.6 - Meera dan Bran
Tak biasanya Game of Thrones beruntun memberikan episode menegangkan, apalagi di tengah musim. Namun bagian awal episode ini sempat mengisyaratkan hal tersebut dengan kelanjutan pelarian Bran dan Meera dari para White Walker, yang kian dekat saja dengan perbatasan manusia.

Tapi nyatanya tidak. Sesuai perkiraan, setelah kejutan di episode sebelumnya, episode 6 season 6 Game of Thrones ini sebagian besar terdiri dari penyusunan ulang pion-pion dalam papan perebutan kekuasaan. Ada banyak persiapan untuk peristiwa yang lebih serius, namun efeknya jelas belum terlihat sekarang. Ada juga beberapa momen yang rasanya akan meledak, namun justru berakhir kempis di akhir.

Ini sebenarnya adalah episode perdana sejak awal season 6 di mana nyawa para karakter penting aman. Plotnya bahkan bergeser sebentar dari persiapan Jon dan Sansa melawan Ramsay, hingga sisa keluarga Stark dan Bolton itu bahkan tak disorot dulu. Yang diperlihatkan sekarang adalah persiapan konflik keluarga Frey.

Game of Thrones 6.6 - Tommen

Film Kung Fury II Akhirnya akan Mulai Diproduksi!

Penonton film Kung Fury perdana pasti tahu kalau ending filmnya menggantung. Siap-siap menyambut kelanjutannya dalam Kung Fury 2!
Baca Juga

Apakah itu berarti episode 6 season 6 ini tidak terlalu seru? Tidak juga. Ini masih lebih oke dari episode 3, misalnya. Ada beberapa kejutan yang akan menarik perhatian kamu, seperti misalnya visi Bran (yang memperlihatkan untuk pertama kalinya wujud Mad King Aerys). Satu karakter berhasil memperoleh senjata tambahan untuk membunuh White Walker. Dan yang terpenting? Ada satu karakter lagi yang sudah disangka telah mati, namun ternyata hidup lagi.

Kamu harus menonton sendiri episodenya untuk mengetahui siapa karakter yang kembali ini. Yang jelas, di satu sisi kemunculannya memang sudah dispekulasikan orang sejak lama. Namun tetap menyenangkan melihat dia benar-benar bisa kembali, dan mungkin akan berinteraksi lagi dengan sosok yang menjadi penting setelah ia tinggalkan dulu.

Yang lebih seru lagi? Sepertinya bukan hanya dia saja karakter yang akan kembali. Memanasnya situasi di Riverrun dan disebut-sebutnya Brotherhood Without Banners menandakan akan kembalinya satu kelompok penting. Dan kelompok ini mungkin telah memiliki anggota baru, yang juga kembali dari kematian.

Episode 6 season 6 Game of Thrones masih menghibur, seperti biasa. Tapi seperti disebutkan di atas, episode ini hanya terasa seperti persiapan untuk konflik yang akan datang. Setidaknya kejutan-kejutan di dalamnya memastikan episode ini tetap enak untuk diikuti.

Sudah menonton episode ini? Kalau begitu, persiapkan dirimu untuk pekan depan dengan menyaksikan trailer episode 7!

Review Episode 6 Season 6 Game of Thrones – Blood of My Blood

Episode 6 season 6 Game of Thrones melanjutkan kejutan besar pekan lalu. Apakah episode kali ini bisa sebagus sebelumnya? Coba baca saja reviewnya ini!

Abaikan

 

REVIEW OVERVIEW
Skor
75 %

SHARE
Previous articleLulus JKT48, Haruka Nakagawa Bersepeda Jakarta – Surabaya
Next articleKeroyok CoC, 3 Game Indonesia Mendominasi Top Free Games Google Play Store!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.