Hellblade, Game yang Buat Kalian Sakit Jiwa Ini Terinspirasi Film Indonesia

Hellblade-Senua-Sacrifice-3

Seram! Hellblade Bikin Sakit Jiwa, Bahkan Masuk ke Neraka!

Sampai butuh psikiater dan banyak nara sumber yang sebelumnya pernah mengalami gangguan mental untuk bisa mengembangkan proyek ini!
Baca Juga

Sudah setahun, dan mungkin kalian sudah melupakan Hellblade, yang awal tahun ini mendapatkan judul pastinya, Hellblade: Senua’s Sacrifice. Game ini pertama kali dikonfirmasikan selama event Gamescom 2014 pertengahan Agustus 2014 lalu oleh Ninja Theory, developer di balik versi reboot Devil May Cry (DmC), Enslaved: Odyssey to The West dan juga satu judul eksklusif PS3 Heavenly Sword. Kedekatan mereka dengan Sony Computer Entertainment juga menjadi alasan Hellblade: Senua’s Sacrifice eksklusif PlayStation 4 untuk konsol, walaupun juga ada versi PC-nya untuk Windows. Saat ini Hellblade: Senua’s Sacrifice belum mendapatkan kepastian kapan bakal dirilis. Namun ada yang memperkirakan dengan versi PC yang mendukung visual sampai 4K dan juga mod, Hellblade: Senua’s Sacrifice akan diundur sampai Sony menjual PS4 terbaru mereka yang juga ditingkatkan GPU-nya sehingga memiliki resolusi maksimal 4K.

Berikut video trailer terbarunya yang dirilis akhir pekan kemari, dan memperlihatkan seperti apa gameplay pertarungannya yang lambat, realistis dan penuh perhitungan, begitu berbeda dibandingkan DmC yang cepat.

Hellblade Development Diary 23: Combat Revisited | Part 2

Seperti yang kalian lihat di atas, pertarungan dalam Hellblade: Senua’s Sacrifice memang mengedepankan unsur kenyataan. Untuk itu, tim Ninja Theory yang hanya berjumlah 16 orang saja lebih terfokus pada menyuguhkan visual dengan efek-efek cahaya yang nyata (didukung juga dengan Unreal Engine 4), serta dipadukan dengan gerakan karakter yang merupakan wujud dari perpaduan antara motion capture dengan polesan animasi gambaran tangan sehinga setiap gerakan Senua dan musuhnya terlihat realistis. Video di atas juga memperlihatkan bagaimana Ninja Theory memperhatikan unsur sinematis tersebut sampai pada bangunan dan lingkungan yang menjadi latar setiap pertarungan.

Hellblade-Senua-Sacrifice-1

Ninja Theory juga menjelaskan, dengan musuh-musuhnya yang mayoritas orang Viking berbadan tegap dan kekuatan yang melebihi Senua sebagai seorang wanita, maka gerakan Senua pun dibuat lebih cepat (ada serangan light dan heavy), tidak terlalu besar kekuatan serangannya, serta juga diselingi gerakan untuk bertahan dan menghindari serangan musuh. Dalam video tersebut juga disebutkan jika Ninja Theory juga mendapatkan ide dari adegan pertarungan dalam beberapa film aksi (khususnya yang banyak menggunakan pertarungan melee atau jarak dekat), seperti The Raid: Redemption dan Crouching Tiger, Hidden Dragon. Sehingga setiap serangan dalam Hellblade: Senua’s Sacrifice bisa kalian rasakan efeknya walaupun game ini sama sekali tidak memiliki HUD yang menghiasi layar.

Hellblade-Senua-Sacrifice-5

Gamescom 2014: Hellblade, Satu Lagi Karya dari Developer DmC dan Enslaved

Developer dari reboot Devil May Cry (DmC) dan Enslaved, Ninja Theory memperkenalkan satu game baru yang berjudul Hellblade. Seperti apa game ini?
Baca Juga

Setiap serangan memiliki kekuatan serangannya sendiri, dan juga efek kerusakannya berbeda beda. Untuk mengantisipasi tidak adanya HUD, layar akan dihiasi dengan percikan darah ketika Senua mendapat serangan frontal dan terluka. Berlanjut dengan tampilan layar yang seakan mulai meredup cahayanya, dan beruba warnanya. Untuk musuh, efek kerusakan dari serangan Senua terlihat pada tubuhnya (yang memang sebagian besar musuh dalam demo game ini bertelanjang dada), yang menderita bekas luka tebasan pedang serta darah yang mengucur dari lukanya.

Hellblade-1

Kemudian karena pertarungan difokuspan 1 lawan 1, tidak ada senjata “super” seperti dalam DmC Devil May Cry yang mampu meluluh-lantakkan banyak musuh sekaligus, maka kalian bisa juga bebas memilih mau terkonsentrasi pada satu musuh ketika ada beberapa musuh yang mendekati Senua. Berhubungan dengan hal itu, menggabungkan dengan efek suara, Senua juga bisa mengantisipasi serangan yang datang ke arahnya, walaupun itu dari belakang, karena ada suara serangan yang menandai serangan tersebut mengarah padanya.

Hellblade: Senua’s Sacrifice mengisahkan Senua, seorang pejuang Celtic, suku yang banyak ditemui di Eropa Utara / Barat (sekarang daratan di Skotlandia, Irlandia dan Wales). Mitologi mereka ini pasti juga sudah dipahami dengan baik oleh Ninja Theory, yang memang bermarkas di Cambridge, Inggris Raya, yang dekat dengan negara asal mitologi tersebut. Senua menderita trauma berat setelah Viking menyerang. Selama permainan dia melakukan perjalanan menuju tempat yang digambarkan sebagai perwujudan Neraka.

Hellblade-4

Namun gambaran tersebut sebenarnya hanya perwujudan dari penyakit kejiawaan yang dideritanya pasca penyerangan Viking. Untuk menggambarkan kondisi kejiwaannya, Senua bakal mengalami psychosis, termasuk itu halusinasi dan delusi / paranoid, sekaligus juga menderita karena terus-menerus dihantui rasa cemas dan depresi. Sepertinya game ini bakal mengeksplorasi keadaan kejiwaan Senua nantinya.

Untuk mengatasi hal itu, Ninja Theory menggunakan bantuan Paul Fletcher, seorang psikiater dan profesor dalam bidang Kesehatan Neuroscience dari Universitas Cambridge, kota dimana Ninja Theory bermarkas. Selain itu, developer juga menggunakan bantuan banyak nara sumber yang sebelumnya pernah mengalami gangguan mental. Bahkan game action Ninja Theory ini juga didukung oleh Wellcome Trust, yayasan global yang bertujuan membangun pemahaman publik yang lebih besar terhadap ilmu pengetahuan dan kesehatan.

Hellblade: Senua’s Sacrifice – Senua Trailer

Kalian bisa melihat semilas seperti apa keadaan psikologis, emosi dan pencobaan metal yang dialami Senua dalam gamenya melalui video di atas. Suara yang terdengar berbicara pada Senua itu, seandainya kalian dengarkan menggunakan headphone, akan terdengar seakan-akan muncul dari berbagai arah di sekeliling kalian.

Sedangkan video di bawah memperlihatkan teknologi baru yang mereka gunakan, dan memungkinkan aktris yang memerankan Senua melakukan adegan selama motion capture secara langsung dan real-time di dalam dunia gamenya.

Lanjut ke halaman 2…

1
2

SHARE
Previous articleGiliran Teenage Mutant Ninja Turtles 2 Menguasai Box Office!
Next article5 Game yang Wajib Dimainkan untuk Melatih Kesabaranmu Saat Berpuasa
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.