Wapres JK, DPR dan Menkominfo Sepakat Tolak Permintaan ICMI Blokir Google dan YouTube

icmi blokir google dan youtube

Permintaan ICMI blokir Google dan YouTube akhirnya bertepuk sebelah tangan, karena mulai dari Menkominfo hingga Wakil Presiden dengan tegas menolak permintaan tersebut. Bagaimana tanggapan mereka atas permintaan ICMI yang mustahil ini?

Setelah Video Game, Google dan YouTube Terancam Diblokir oleh ICMI

Bukan hanya video Game, Google dan Youtube pun terancam segera diblokir
Baca Juga

Dalam dua hari terakhir, permintaan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia alias ICMI blokir Google dan YouTube menjadi salah satu isu yang hangat. Bukan hanya hangat di kalangan netizen saja, bahkan permintaan yang mustahil ini sudah sampai ke tingkat yang tinggi, di jajaran pejabat teras pemerintah. Bagi yang belum tahu, permintaan ICMI blokir Google dan YouTube ini didasari karena mereka menganggap konten pornografi semakin marak di dua situs tersebut.

Namun sepertinya permintaan mustahil dari ICMI ini akan bertepuk sebelah tangan. Mulai dari Menkominfo Rudiantara, anggota DPR, hingga Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menolak untuk mengabulkan permintaan tersebut. Hal ini disampaikan hanya beberapa jam setelah Sekjen ICMI Jafar Hafsah mengeluarkan pernyataan yang meminta pemerintah untuk melakukan pemblokiran di dua situs tersebut agar tidak bisa diakses oleh masyarakat Indonesia.

icmi blokir google dan youtube
Menkominfo Indonesia, Rudiantara

Dari kubu Kemenkominfo, Menkominfo Rudiantara menyebutkan di era globalisasi saat ini sangat mustahil untuk memblokir Google dan YouTube. “Saya pikir tidak mungkin kami memblokir dua situs tersebut di era keterbukaan informasi. Itu juga dikatakan Prof Jimly (Asshiddiqie), Ketua ICMI, waktu saya hubungi kemarin,” ujar Rudiantara saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta seperti dikutip dari Kompas. Yang menarik dari pernyataan ini adalah bagaimana di internal ICMI saja sudah ada perbedaan pendapat. Sekjen ICMI meminta pemerintah untuk memblokir Google dan YouTube, sedangkan ketua ICMI sendiri justru sependapat dengan Menkominfo bahwa mustahil melakukan hal tersebut, dan menyebutkan bahwa pernyataan agar meminta pemerintah memblokir Google dan YouTube bukan sikap resmi dari organisasi.

Rudiantara juga menambahkan, bahwa yang akan dilakukan pemerintah adalah memblokir kontennya, bukan memblokir mesin pencarinya. “Kita kan tidak mungkin meniru Tiongkok yang memblokir situs-situs seperti itu. Yang akan kami blokir konten pornografinya, bukan situs layanan pencarinya,” lanjut Rudiantara.

icmi blokir google dan youtube
Meutya Hafid

Senada dengan Rudiantara, para anggota DPR juga sepakat bahwa yang diblokir harusnya konten pornografinya saja, bukan mesinnya. “Kalau menurut saya mestinya konten saja yang diblokir, bukan situsnya. Lalu Kemenkominfo membuat polisi cyber untuk mengawasi berbagai konten yang tidak sesuai ketentuan. Jangan blokir Google dan YouTube-nya,” ungkap Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Meutya Hafid seperti dikutip dari Kompas. Meutya juga menambahkan, yang dimaksud dengan polisi cyber adalah ada orang yang melakukan filtering konten negatif di internet seperti yang dilakukan oleh beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Singapura.

icmi blokir google dan youtube
Wapres Indonesia, Jusuf Kalla

Bukan hanya Rudiantara dan anggota DPR saja yang menolak permintaan ICMI. Wapres Jusuf Kalla (JK) juga mengungkapkan penolakannya. Dia menyebutkan bahwa pemblokiran Google dan YouTube bukan tindakan yang tepat, karena ada banyak ilmu yang bisa didapatkan dari sana. “Youtube dan Google tidak semua itu porno. Kalau ditutup kalian tidak bisa lihat pidato peristiwa. Tidak harus bersifat umum. Yang ditutup memang sebagian besar sudah ditutup, apa itu yang acara acara porno itu memang sudah. Tapi kalau Google-nya yang benar saja. Kita cari ilmu juga dari situ,” ungkap JK dikutip dari Detik.

Banyak pihak dengan wewenang tertinggi di negara ini sudah sepakat bahwa permintaan ICMI blokir Google dan YouTube akan mustahil dilakukan. Bahkan, Ketua ICMI sendiri pun menegaskan bahwa permintaan blokir tersebut bukan pernyataan resmi organisasi. Jadi tenang saja, Google dan YouTube tidak akan diblokir kok!

Sumber: Kompas, Detik


SHARE
Previous articleApakah World of Final Fantasy Akan Menjadi Pokémon-nya Square Enix?
Next articleBatman v Superman Belum Usai, Pertarungan Berlanjut dalam Injustice 2
Gamer. Otaku. Suka film. Suka melakukan hal-hal yang baru.