Pertarungan Earth’s Dawn Hard-Stylish Banget! Apakah Ini Devil May Cry Bergrafis 2D?

Earth’s Dawn

Selain mengkonfirmasikan Harvest Moon: Skytree Village, Rising Star Games juga membawa Earth’s Dawn selama E3 2016. Earth’s Dawn merupakan game indie dari developer asal Jepang, Oneoreight. Game ini dimainkan secara side-scrolling, dengan tampilan 2D, dan sudah dirilis September 2015 lalu di Jepang. Versi Globalnya ini bakal ditawarkan secara digital untuk PlayStation 4 dan Xbox One akhir tahun ini, dan secara fisik juga tersedia untuk PS4 dan PC Windows tidak lama kemudian. Earth’s Dawn sendiri mengambil latar waktu di masa depan, tepatnya pada 2020. Selama permainan kalian mengendalikan pasukan militer khusus yang disebut A.N.T.I. yang bertarung melawan pasukan alien yang “E.B.E.” Musuh mereka ini menyerang banyak negara di dunia, dan mengakibatkan kerusakan yang masif di seluruh dunia. Mereka pun hanya bisa dilawan menggunakan teknologi yang mereka ciptakan sendiri.

Earth's-Dawn-3 Earth's-Dawn-4

Meskipun sekilas sebagai game side-scrolling Earth’s Dawn mengesankan kesederhanaan gameplay, namun kalian masih bisa menciptakan karakter sendiri, dan bahkan mereka memiliki perkembangan skill yang kompleks, serta bisa disesuaikan dengan pola permainan yang kalian sukai. Kustomisasi karakter dan skill juga dilengkapi dengan sistem crafting senjata dan equipment.

Earth's-Dawn-5 Earth's-Dawn-6

Menariknya adalah mekanis game ini, yang sekali lagi, walaupun ditampilkan dalam bidang 2D, namun cukuo dalam. Seranga biasa bisa dilancarkan dengan menekan tombol berulang kali, sampai menghasilkan combo. Kemudian ketika kalian memadukannya dengan stick analog, bisa dilanjutkan dengan serangan launcher, aerials dan sliding.  Dengan timing yang tepat selama combo, kalian bisa memperpanjang serangan. Setiap serangan kalian bakal dievaluasi setiap akhir pertarungan, dan mendapat rank / penilaian tergantung bagaimana cara kalian bertarung dan skill yang dilancarkan. Makin tinggi rank, maka poin yang didapatkan juga makin besar (ala Devil May Cry). Point tersebut kemudian bisa digunakan untuk menikkan level karakter. Berikut video trailer pertamanya untuk versi Global.

Earth’s Dawn Trailer

Seperti apa serunya, dan hard stylish-nya pertarungan dalam Earth Dawn? Lihat video versi Jepangnya di bawah:

Earth's-Dawn-7 Earth's Dawn 8 Earth's-Dawn-9 Earth's-Dawn-10

Berikut penjelasan Rising Star Games melalui press release-nya:

From the outset Earth’s Dawn gives gamers the freedom to enjoy the game their way – from creating their own character; customization of skill trees to augment abilities best suited to play style; weapon and equipment crafting; alongside a unique narrative-driven branching mission system.

After decades of peace, the Earth was decimated by an invasion from an alien race known to humans as E.B.E. The E.B.E. moved across the planet, consuming anything in their path and proved impervious to existing weapons. Ahead of the impending annihilation a breakthrough was made – the E.B.E. was susceptible to damage by weaponry designed using its very own technology. The power to fight back was now in the hands of an elite fighting force.

Combat in Earth’s Dawn offers a huge amount of depth with a layered system that will appeal to both light and more hardened players. Basic attacks can easily be strung together to pull off combos, while tying these to the analogue stick will instigate launchers, aerials and sliding attacks. Timing a dash during a combo will extend its length and finisher moves will dispatch enemies with flair. Players are evaluated after battles and ranked according to expertise and skill, and may then use the points awarded to enhance and level up their hero.


SHARE
Previous articleGod of War Baru, Hadirkan Petualangan Kratos di Mitologi Norse
Next articleHideo Kojima Kembali lewat Game Death Stranding!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.