Gunakan Nama Sebagai ID, Gamer Bernama Jihad Ini Di-Banned PSN

Banned PSN Jihad

Apa nama yang kamu gunakan sebagai ID PSN-mu? Apakah nama asli, ataukah nickname yang mungkin lebih terkenal di dunia maya? Setidaknya, nasibmu tidak seburuk salah satu gamer asal Arab Saudi bernama Jihad Al-Mofadda ini. Karena menggunakan namanya sebagai user ID di PSN, Al-Mofadda terpaksa harus menerima kenyataan ID-nya di-banned permanen oleh Sony.

Penyebabnya tidak lain adalah banyak user yang melaporkan ID-nya, iJihad ke Sony karena mengandung kata-kata ofensif, sesuai dengan kebijakan layanan PSN. Yap, mungkin sang pelapor tidak mengetahui arti sebenarnya dari Jihad, dan hanya mengasosiasikannya dengan gerakan yang sering dilakukan oleh para teroris, sehingga menganggapnya ofensif. Padahal, Jihad sendiri memiliki banyak arti, salah satunya adalah perjuangan di jalan agama untuk menegakkannya. Dan ID iJihad sendiri digunakan oleh Al-Mofadda karena sesuai dengan nama aslinya, bukan untuk alasan tertentu yang ofensif.

Akibat di-banned dari PSN, Al-Mofadda tidak bisa mengakses lebih dari 180 game yang ada di dalam library PSN-nya, termasuk semua save file dan juga berbagai data lainnya. Yap, Al-Mofadda sendiri sudah menggunakan ID ini selama enam tahun, sehingga tidak heran jika koleksi game-nya sudah sebanyak itu.

Al-Mofadda sendiri berusaha untuk mendapatkan ID tersebut kembali dengan menghubungi PlayStation Support. Bahkan untuk membuktikan kebenaran bahwa Jihad merupakan nama aslinya, dia sampai memberikan foto paspornya. Namun sayang, usaha tersebut sia-sia dan Sony masih tetap memberlakukan banned terhadap ID-nya. “Saya dapat mengapresiasi bahwa nama Anda memiliki banyak arti, namun itu memiliki satu arti yang dirasa banyak orang ofensif,” begitu bunyi email balasan dari PlayStation Support atas permintaan Al-Mofadda.

Tentu saja, apa yang dilakukan oleh Sony ini memantik reaksi keras dari banyak netizen, termasuk salah satunya Rami Ismail dari Vlambeer. Seperti dikutip dari Polygon, Rami yang pernah datang ke Indonesia ini meminta Sony untuk mencabut ban dari ID Al-Mofadda.

Sony sendiri melalui PlayStation UK sudah menghubungi Al-Mofadda dan memberikan penawaran untuk mengubah ID yang digunakan. Namun sayang, Al-Mofadda mengungkapkan tetap saja banyak hal yang hilang seperti daftar Trophy yang tidak bisa disinkronisasi dengan normal dan daftar teman yang menghilang. Bukan hanya itu, Al-Mofadda juga mengaku bahwa dia sampai-sampai harus menghubungi beberapa publisher secara terpisah untuk kembali mengaktifkan game yang sudah dimilikinya. Sesuatu yang cukup merepotkan untuk mendapatkan kembali apa yang sebenarnya sudah menjadi haknya.

Bagaimana menurut kalian?


SHARE
Previous articleMengenal Lebih Jauh Sepak Bola Islandia Lewat 5 Fakta Berikut Ini
Next articleMengenang 5 Game Balap PS1 yang Enggak Mungkin Bisa Dilupain Anak 90an
Gamer. Otaku. Suka film. Suka melakukan hal-hal yang baru.