SMA 1 PSKD, Siap Majukan Industri e-Sports Indonesia Lewat Jalur Pendidikan

e-Sports SMA 1 PSKD

Beberapa bulan yang lalu, Duniaku sempat membahas mengenai salah satu SMA di Jakarta, SMA 1 PSKD yang berniat untuk membuka program e-Sports. Tentunya hal ini merupakan yang pertama dilakukan oleh sekolah di Indonesia, setelah di negara-negara lain sudah banyak sekolah yang membuka program atau kurikulum khusus untuk e-Sports. Jadi, bagi kamu yang ingin menjadi atlet e-Sports yang hebat, atau berkecimpung di industri ini lewat profesi lain (seperti casting dan streaming pertandingan e-Sports), tentunya SMA ini patut kamu lirik.

Nah, tahun ajaran baru 2016-2017 besok akan menjadi tahun ajaran pertama dimana program e-Sports ini dibuka. Jelang dimulainya tahun ajaran baru ini, Duniaku mendapatkan kesempatan untuk berbincang banyak dengan Yohannes Paraloan Siagian S.Psi M.M. M.B.A, Kepala Sekolah dari SMA 1 PSKD. Kepada Duniaku, Joey -panggilan akrabnya mengungkapkan banyak latar belakang dibuatnya program ini, serta apa saja aktivitas yang nantinya akan dijalani siswa. Simak hasil perbincangan Duniaku berikut ini!

e-Sports SMA 1 PSKD

Duniaku (D): Pertama-tama, kita ingin tahu apa alasannya SMA PSKD 1 ingin membuka program e-Sports?

Joey Siagian (JS): Menurut kami, sebuah sekolah memiliki tanggung jawab untuk mendekatkan murid-muridnya kepada cita-cita mereka, sambil juga membantu membekali murid dengan skill-skill yang mereka perlukan untuk bisa survive and thrive di dunia nyata. Selain menjadi bidang yang digemari, kami merasa bahwa dalam waktu dekat, e-Sports dan semua hal yang berkaitan dengan e-Sports akan menjadi sebuah industri besar. Sehingga kami ingin menyediakan akses ke industri tersebut ke murid murid kami.

Salah satu miskonsepsi terbesar dari masyarakat (dan bahkan pemain game itu sendiri) adalah bahwa e-Sports hanya “main game”. Konsep ini salah besar. Ada banyak sekali aspek aspek relevan dari e-Sports selain mainnya saja. Casting dan streaming misalnya. Kedua hal ini sudah mulai menjadi kekuatan besar di ekonomi digital dunia. YouTube dan Twitch dipenuhi oleh cerita cerita orang yang bisa sukses dan meiliki pemasukan dari kegiatan cast/stream/channel mereka.

Perusahaan perusahaan besar saat ini pun sudah mulai mencari staff-staff yang ahli di media-media online ini. TAPI karena saat ini belum ada jurusan atau pendidikan formalnya, kemanakah perusahaan mencari staff-staff ini? Sebagian besar ditarik dari dunia e-Sport. Dari segi marketing, banyak perusahaan besar dunia yang mulai menyadari power dari platform e-Sports untuk menjual produk. Dan media media besar dunia pun (BBC, CNN, ESPN, dan seterusnya) sudah mulai memberikan perhatian khusus ke e-Sports melalui liputan dan bahkan bagian khusus di situsnya.

Ini semua menunjukan bahwa e-Sports adalah sebuah bidang yang valid dan berpotensi. Dan dengan kenyataan bahwa Indonesia merupakan salah satu market terbesar dunia, dan kebetulan juga merupakan salah satu negara yang paling banyak mengakses konten online, maka bisa disimpulkan secara wajar dan tanpa “memaksa” bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi, akan ada demand untuk skill-skill dan pengetahuan mengenai bidang bidang ini.

Nah pada saat demand itu sudah muncul, siapa yang akan siap untuk mengisi demand tersebut?

e-Sports SMA 1 PSKD

D: Benar sekali. Miskonsepsi masyarakat akan e-Sports memang harus diluruskan pak. Kalau boleh tahu, siapa yang pertama kali mencetuskan ide untuk membuat program e-Sports di SMA 1 PSKD ini?

JS: Sekolah kami memiliki sistem dimana murid sangat aktif dalam penentuan keputusan kami sebagai sebuah sekolah. MPK/OSIS selalu memberikan advice ke saya mengenai bidang bidang/program apa yang berjalan, perlu ditutup, atau perlu diadakan. Berdasarkan advice mereka, saya mencari background info, dan data untuk membuat keputusan. Jadi sebenarnya sebuah proses bersama.

Menurut saya, e-Sports sendiri juga memiliki banyak manfaat secara pendidikan (kalau dijalankan dengan benar). Decision making, komunikasi, problem solving, konsep ekonomi, konsep matematika, sosiologi, antropologi, dst… semua bisa ditemukan di e-Sports (dan di program-program lain).

D: Apakah program e-Sports ini semacam ekstra kurikuler?

JS: Yang kita jalankan adalah sebuah program terintegrasi dimana bidang yang anak anak pilih untuk dikembangkan dan didalami (e-Sports, online media & broadcasting, olah raga., entrepreneurship, dan masih banyak lagi), dikaitkan dengan kurikulum bidang studi mereka sesuai jurusan (IPA/S/B), dan dikembangkan secara serius.

Kita sudah memiliki sejarah panjang menghasilkan lulusan yang melanjutkan karir mereka di bidang bidang yang mereka dalami di SMA. Banyak atlet nasional, penyanyi, artis, politisi, dan sebagainya yang berasal dari program-program ini, dan sekarang kami sedang menambahkan e-Sports sebagai salah satu bidang yang kami adakan program pembinaanya.

Lanjut ke halaman selanjutnya.

1
2

SHARE
Previous articleBadut Paling Nyebelin Ini Akhirnya Masuk dalam Dissidia Final Fantasy Arcade
Next articleTernyata Game of Thrones Sudah Hampir Tamat!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.