Karakternya Dijiplak Game Perang Rakyat Mentah-mentah, Ini Komentar Kreator Garudayana

Perang Rakyat Jiplak Garudayana

Lagi-lagi kasus pelanggaran hak cipta kembali terjadi di toko aplikasi Google dan menimpa seniman dari Indonesia. Salah satu game yang dijual di Google Play Store, Perang Rakyat ternyata sudah menjiplak mentah-mentah semua detail karakter Gatotkaca dari Garudayana yang dibuat oleh ilustrator dan komikus asal Surabaya, Is Yuniarto. Perang Rakyat sendiri adalah sebuah RPG yang di Google dipublikasikan di bawah nama Nusa Game.

Pertama-tama, siapa sih sebenarnya developer dari Perang Rakyat?

Perang Rakyat Jiplak Gatotkaca Garudayana

Kampanye besar-besaran yang dilakukan Perang Rakyat tentu membuat gamer penasaran, siapa sebenarnya developer di balik game ini. Dalam kampanye yang muncul baik di video ads game lain atau iklan Facebook, Perang Rakyat dideskripsikan sebagai game lokal buatan Indonesia asli. Saat melihat halaman aplikasinya, memang terlihat nama Nusa Game di sana. Namun Perang Rakyat bukanlah game buatan Indonesia asli, melainkan game dari Cina yang ditranslasikan ke dalam bahasa Indonesia dan dilokalisasi dengan menambahkan hero-hero lokal seperti Gatotkaca dan Wiro Sableng.

Hal ini terungkap dari nama package yang ada di halaman Google Play Store-nya yang menggunakan nama Xuegao. Ketika ditelusuri, Xuegao adalah nama salah satu perusahaan game yang berasal dari Nanjing, Cina dan sudah merilis beberapa game mobile. Entah apakah Xuegao menggandeng publisher Indonesia atau tidak untuk mentranslasikan game ini, namun sampai saat ini nama Nusa Game sendiri masih tanda tanya siapa dia sebenarnya. Di halaman Google Play Store, Nusa Game terlihat sudah merilis dua game, Perang Rakyat dan Dunia Fantasi yang sepertinya juga hasil translasi dari game buatan Cina. Sama seperti Perang Rakyat, Dunia Fantasi juga mengusung jargon game buatan Indonesia (padahal bukan) dan menampilkan beberapa karakter khas Indonesia seperti Hanoman dan Pocong.

Perang Rakyat Jiplak Gatotkaca Garudayana

Kembali ke masalah penjiplakan karakter Garudayana, Duniaku sendiri sempat mengkonfirmasikan hal ini kepada Is Yuniarto. Kepada Duniaku, Is mengaku pertama kali tahu kabar ini dari salah satu gamer Perang Rakyat yang menyadari bahwa desain karakter Gatotkaca di game tersebut sangat mirip dengan Gatotkaca buatan dirinya. “Sekitar pertengahan Juni 2016 saya mendapat kabar di Facebook tentang hal tersebut, awalnya ada player yang merasa mengenal desain Gatotkaca dalam game Perang Rakyat, lalu mengkonfirmasi ke saya,” ungkap Is. “Dan ternyata memang gambar dan desain Gatotkaca di game Perang Rakyat menjiplak desain Gatotkaca Garudayana tanpa ijin,” ungkapnya.

Is mengaku dirinya membuat karakter Gatotkaca ini sudah sejak tahun 2006. “Saya membuat karakter Gatotkaca di komik Garudayana pada tahun 2006, yang memiliki desain spesifik, terutama pada ornamen armor dan color scheme-nya, yang menjadi ciri khas tersendiri,” lanjutnya. “Gatotkaca memang posisinya dalam copyright adalah public domain, namun desain Gatotkaca Garudayana karya saya sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM dalam HAKI (Hak atas kekayaan intelektual) kategori Seni Gambar,” papar Is lebih lanjut.

Perang Rakyat Jiplak Gatotkaca Garudayana
Desain asli Gatotkaca Garudayana buatan Is Yuniarto

Rupanya bukan hanya karakter Gatotkaca dari Garudayana buatan Is Yuniarto saja yang dijiplak. “Selain karakter Gatotkaca Garudayana (yang dijadikan image utama game Perang Rakyat), ada juga karakter Si Buta dari Gua Hantu karya Ganes TH (Rights-nya ada di PT Bumi Langit), dan Wiro Sableng karya Tito Bastian. Saya sudah mengkonfirmasi ke PT Bumi Langit bahwa Si Buta dari Gua Hantu dipakai tanpa seijin mereka oleh game Perang Rakyat,” jelas Is. Bahkan, lebih lanjut Is juga sempat mem-posting promo image dari game Perang Rakyat, yang ternyata juga mengambil tanpa ijin salah satu fan art dari Garudayana.

Menanggapi hal ini, Is mengaku sudah berusaha untuk melaporkan kasus ini ke Google. “Masih saya follow up tentang detai-detail infringement-nya ke Google. Google masih meminta detail informasi lebih lanjut,” pungkasnya.


SHARE
Previous articleMenurut Daenarys, Cersei Tidak Akan Bertahan Lama dalam Game of Thrones!
Next articleEvilBane Season 2 Segera Hadir, Simak Bocorannya di Sini!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.