Review Ice Age – Collision Course: Petualangan Terbaru Geng Ice Age!

ICE AGE - COLLISSION COURSE-10
Geng Ice Age kembali lagi dalam Ice Age – Collision Course! Bagaimana kualitas film animasi yang satu ini, terutama di tengah boom animasi berkualitas?

Sinopsis

Scrat berulah lagi dalam Ice Age – Collision Course. Dalam upayanya untuk memecahkan biji ek, ia justru menemukan UFO yang tersembunyi di permukaan es. Tak hanya itu, ia pun menerbangkan UFO ini ke luar angkasa dan membuat kekacauan di sana.

Kabar baiknya, Scrat secara tak sengaja menyebabkan susunan planet dan rasi bintang menjadi seperti sekarang. Kabar buruknya, ulahnya ini membuat sebuah asteroid raksasa meluncur ke bumi. Sebelumnya, insiden serupa telah menyebabkan kepunahan dinosaurus. Apakah hal serupa akan terjadi lagi kepada geng Ice Age?

Sebuah Drama Keluarga

ICE AGE COLLISSION COURSE-22

Saat menonton Ice Age – Collision Course, mungkin penonton dewasa tak benar-benar akan merasakan tensi untuk ceritanya. Bagaimana tidak? Plot di atas tadi terjadi secara kebetulan, kemudian bergulir dengan sejumlah kebetulan, dan pada akhirnya bisa diselesaikan karena deretan kebetulan pula. Bencana tersebut dituliskan ke dalam naskah hanya untuk menjadi penggerak konflik sejati film ini: sebuah drama keluarga.

Ice Age – Collision Course adalah judul kelima dari seri film animasi Ice Age. Karenanya, sebenarnya tak mengejutkan kalau konflik drama di sini terkesan cukup dewasa. Pasangan mamut Manny dan Ellie harus menghadapi kenyataan kalau putri mereka, Peaches, sudah bertambah dewasa. Peaches pun sudah bertunangan dengan mamut eksentrik bernama Julian.

Manny harus menerima kenyataan kalau putri yang ia sayangi akan meninggalkan dia dan istrinya. Tak hanya itu, dia juga belum bisa sepenuhnya menerima Julian sebagai pasangan hidup putrinya. Dan semua ini kebanyakan diperlihatkan dari sudut pandang Manny serta Ellie sebagai orang tua.

Ini sebenarnya yang bisa bikin alis naik. Penulis ragu kalau anak-anak yang datang menonton film Ice Age untuk melihat kawanan hewan lucu akan mengerti konflik yang dirasakan Manny. Apalagi sudut pandangnya bukan berasal dari si anak, tapi justru orang tuanya. Tapi itulah risiko saat sebuah franchise bergulir hingga sejauh ini. Geng Ice Age yang di film pertama masih jomblo sekarang hampir semuanya sudah berkeluarga.

Masih Cukup Jenaka

Ice Age - Collision Course -01Konflik sejati film ini mungkin akan bikin penonton anak-anak bingung, tapi orang tua yang pernah mengalami masalah Manny dan Ellie bisa cukup tersentuh melihat reaksi mereka. Demikian pula dengan pasangan muda yang harus menghadapi keberatan dari orang tua, seperti yang dihadapi Peaches dan Julian.

Mengesampingkan itu, komedi dari Ice Age – Collision Course masih bisa diandalkan untuk menghibur penonton. Terutama komedi-komedi yang datang dari Scrat, si tupai kuno. Murni dengan fisik dan tanpa kata-kata, humor dari Scrat seharusnya bisa menghibur anak-anak hingga dewasa.

Namun ada juga sejumlah humor yang terasa vulgar di sini. Ada sejumlah komedi yang mengandalkan bokong dan kotoran, yang bisa membuat penonton mengernyit atau jijik.

Tertindih Film Animasi Lain

Ice Age – Collision Course bukanlah film yang jelek. Tapi setelah penonton diserang bertubi-tubi oleh film animasi tiga dimensi yang lebih bagus (Zootopia, Finding Dory), film ini terasa kurang bermuatan. Konflik penggerak cerita terkesan tidak terlalu serius, sementara konflik sejatinya mungkin terlalu dewasa untuk dipahami anak-anak.

Sejujurnya, dari segi cerita, film ini malah terasa seperti sebuah episode istimewa dari animasi TV, bukan kelas animasi layar lebar. Apalagi kualitas grafisnya juga terkesan biasa saja.

Tapi tetap, kalau kamu membutuhkan hiburan ringan, mungkin film ini bisa menghiburmu. Jangan harapkan tontonan animasi yang lucu sekaligus berbobot seperti Zootopia tentunya.

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
60 %

SHARE
Previous articleHadirkan Opsi Bahasa Inggris, Own Games Rilis Game Tahu Bulat ke Seluruh Dunia!
Next articleTrailer Blair Witch – Sekuel Sejati Blair Witch Project!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.