Emi Nitta, Mark Ishii, dan Junya Enoki Cerita Lebih dalam Tentang Dunia Seiyuu

Dunia Seiyuu

Ayana Taketatsu: Akui Dirinya Otaku yang Mirip Dengan Kirino

Seiyuu populer ini kalian kenal dengan perannya sebagai Kousaka dalam Oreimo dan Azusa dalam K-ON. Dia hadir selama AFA Singapura, dan Duniakunet berhasil mencuri sejenak waktunya. Apa saja yang diungkapkannya?
Baca Juga

Dalam event C3 Chara Expo 2016 yang diadakan pada tanggal 9 hingga 10 Juli 2016 yang lalu, tim Duniaku juga mendapatkan waktu untuk berbincang-bincang sejenak bersama dengan tiga orang seiyuu populer yang hadir. Mereka adalah Emi Nitta, Mark Ishii, dan Junya Enoki. Kepopuleran Emi Nitta tak perlu ditanyakan lagi. Seiyuu yang akrab dipanggil Emitsun ini populer berkat perannya sebagai Honoka Kosaka dalam anime Love Live!, dan juga merupakan bagian dari idol group μ’s. Belakangan ini, Ia pun mulai bersolo karir juga.

Tokoha-Chrono-Shion

Ketiga seiyuu ini sama-sama berperan dalam anime Cardfight!! Vanguard G, di mana Mark Ishii berperan sebagai sang tokoh utama, Chrono Shindou, Junya Enoki sebagai Kiba Shion, dan Emi Nitta sebagai Anjou Tokoha. Dalam anime Cardfight!! Vanguard G, ketiganya adalah satu tim pemain kartu, yaitu TRY3. Peran Junya Enoki lain yang cukup populer adalah Shoutaro dari anime Sakurako-san no Ashimoto ni wa Shitai ga Umatteiru. Bagaimana pendapat mereka bertiga tentang dunia seiyuu?

Yuk simak pendapat mereka mengenai dunia seiyuu lebih dalam dalam wawancara berikut ini.

Q: Apakah ada syarat khusus agar dapat menjadi seiyuu yang baik?

Junya Enoki: Tidak ada syarat khusus, namun yang diperlukan adalah kerja keras untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Emi Nitta: Seiyuu yang baik harus mampu menampilkan adegan yang diberikan dalam naskah dan membuatnya menjadi hidup, dan hal itu yang saya rasa bagian tersulit menjadi seorang seiyuu.

Mark Ishii: Jangan menyerah, terus berusaha mencapai tujuanmu, dan percayalah suatu hari kamu bisa mencapainya.

Q: Makanan apa yang sudah kalian coba atau ingin kalian coba di Singapura?

Mark Ishii: Ini adalah pertama kalinya saya kemari, dan saya ingin mencoba berbagai hal, dan tentunya mencoba bermacam-macam makanan yang ada di sini!

Emi Nitta: Ini adalah kunjungan kedua saya ke Singapura. Pertama kali saya ke sini, saya makan makanan seperti chicken rice dan chili crab. Sedangkan di kunjungan kali ini, saya ingin sekali mencoba laksa!

Junya Enoki: (balik bertanya) Saya tidak tahu makanan apa yang populer di Singapura. Apakah ada rekomendasi dari kalian semua, makanan apa yang enak buat dicoba? (salah satu media yang hadir pun merekomendasikan chicken rice)

Q: Bagaimana impresi kalian mengenai Singapura?

Mark Ishii: Saya sebelumnya pernah berkunjung juga ke Filipina. Dan saya merasakan ada kesamaan antara Filipina dan Singapura, misalnya saja kelembabannya. Karena begitu mirip, saya merasa nyaman di Singapura.

Junya Enoki: Kemarin saya makan malam ke Marina Bay Sands, dan saya melihat banyak kehijauan di dalamnya, dan juga ada gedung di seberangnya, di mana kamu bisa melihat hiburan seperti fountain show. Sungguh sangat luar biasa.

Emi Nitta: Ini adalah kunjungan kedua saya. Di kunjungan pertama, saya hanya makan di restoran, dan di kunjungan kali ini saya ingin mencoba hal lain dengan makan di hawker center.

Kousaka-Honoka-3-love-live-school-idol-project-37428315-1002-572

Maaya Uchida: Merasa Senang Perankan Karakter Chuunibyou!

Selama AFA Singapura 2015, Maaya Uchida tampil dalam konser P's Live. Di sela-sela kepadatan jadwalnya, dia masih sempet lho diajakin ngobrol asyik oleh tim Duniakunet! Apa saja yang diungkapkannya? Yuk simak di dalam!
Baca Juga

Q: Apakah ada perbedaan ketika tampil menyanyi bersama grup dan solo?

Emi Nitta: Persamaannya ketika menyanyi solo ataupun grup adalah saya sama-sama mencoba untuk memberikan yang terbaik bagi para penonton, tergantung dari peran yang sedang saya lakukan. Ketika bernyanyi bersama grup, sangat menyenangkan rasanya ketika kita semua bersama merekam satu lagu bersama-sama.

Junya Enoki: Saya tidak bernyanyi solo, namun sebagai grup saya harus berpikir dan menyesuaikan dengan yang lain. Saya mencoba untuk menghafalkan seluruh lagunya, berjaga-jaga kalau ada teman segrup yang lupa lirik. Selain itu saya harus mengawasi yang lain dan menyesuaikan gerakan saya dengan yang lainnya.

Mark Ishii: Saya tidak begitu banyak bernyanyi, namun ketika menyanyi sebagai grup, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara dirimu dan teman segrup. Namun ketika biasa saya menyanyi solo seprti dalam event karaoke, di mana saya bisa menampilkan diri sendiri secara sepenuhnya.

Q: Mana yang lebih menyenangkan, menjadi seiyuu atau penyanyi?

Junya Enoki: Keduanya tidak bisa dibandingkan di level yang sama. Saya sendiri sebenarnya ingin menjadi seorang aktor dan saya ingin menjadi seiyuu yang solid. Namun ternyata kemampuan menyanyi saat ini diperlukan jika ingin menjadi seiyuu. Dalam menjadi seiyuu, saya bekerja sama dengan berbagai orang seperti sutradara dan animator untuk membuat suatu karya yang menarik. Sedangkan dalam menyanyi, saya mencoba berperan menjadi karakter tersebut dan mengekspresikannya melalui karakter saya.

Mark Ishii: Menjadi seiyuu sungguh menyenangkan, karena saya bisa bertemu banyak orang yang berbeda, dan juga bertemu dengan seiyuu baru. Ketika selesai, kita bisa melihat karya tersebut dibuat bersama-sama. Sedangkan dalam menyanyi, terkadang banyak staff yang dilibatkan seperti pembuat lagu dan lirik, namun di atas panggung, hanya kamulah bintang utamanya.

Emi Nitta: Saya sama-sama suka keduanya. Cara melakukan keduanya memang berbeda, namun dalam keduanya saya sama-sama mengerahkan seluruh kemampuan saya. Yang sama dari keduanya adalah cara menyalurkannya, dengan berpikir dan perasaan, sehingga bisa memberikan yang terbaik kepada para penonton.

Q: Suara tentu sangatlah penting bagi seorang seiyuu. Menurutmu, suara mana yang kamu rasa paling unik dari kalian?

Emi Nitta: Banyak orang salah tentang hal tersebut, bahwa kamu harus memiliki suara tertentu untuk menjadi seiyuu. Namun sebenarnya adalah yang penting kamu bisa menghidupkan peran yang diberikan padamu daripada keunikan suaranya.

Junya Enoki: Seperti sidik jari, setiap orang memiliki suara yang unik. Namun apakah dengan memiliki suara unik maka lantas seseorang bisa menjadi seiyuu? Tidak demikian, karena yang terpenting adalah bagaimana cara penyampaiannya, apakah bisa menghidupkan dan mengekspresikan karakter tersebut atau tidak.

Mark Ishii: Ketika kamu menjadi seiyuu, kamu harus memikirkan tentang image karaktermu, bukan suaranya. Suara apapun bisa digunakan untuk karakter tersebut. Bukan masalah kualitas suara, namun hal terpenting bagi seorang seiyuu adalah harus menjaga baik-baik suara dan tenggorokan.

Q: Jadi, apakah ada tips khusus untuk merawat kesehatan tenggorokan?

Mark Ishii: Sebaiknya adalah dengan tidak terkena penyakit seperti flu atau tenggorokan kering. Ketika kamu merasa ada yang tidak beres dan tidak nyaman, segeralah pergi ke dokter.

Q: Di Singapura sendiri banyak sekali makanan pedas, bagaimana dengan hal tersebut?

Mark Ishii: Haha, iya, saya mencoba menghindarinya demi menjaga kesehatan tenggorokan saya!

shoutaro

Q: Apakah ada nasihat bagi seiyuu atau penyanyi lain?

Mark Ishii: Jika kamu bersemangat dan ingin sekali menjadi seiyuu, jangan pernah patah semangat dan berhenti karena alasan lain seperti orang tua dan sebagainya. Namun dalam kasus saya, orang tua saya memberikan saya dukungan penuh dan saya sangat bersyukur akan hal tersebut.

Junya Enoki: Kamu harus menjadi biasa saja, bukan seorang selebriti. Sebagai seorang seiyuu, kamu harus bisa mengerti bagaimana perasaan orang dalam berbagai pengalaman, sehingga kamu bisa menyalurkannya kepada karakter dan juga cerita yang kamu perankan. Kamu harus mampu membuat para penonton menjadi bersimpati dengan karakter yang kamu perankan.

Emi Nitta: Coba menambah pengalaman dengan berbagai hal dalam kehidupan, dan banyak menonton anime atau movie. Kamu harus tahu rasanya senang dan sedih, dan dengan melakukan itu, kamu bisa memiliki banyak riset untuk berbagai macam karakter yang kamu perankan dan menyalurkannya ke dalam karaktermu.

Tidak hanya dengan Emi Nitta, Junya Enoki, dan Mark Ishii, kita juga akan menghadirkan hasil liputan wawancara dengan Love Live generasi baru, yaitu Aqours! Ditunggu ya!


SHARE
Previous articleResmi, Vulture Bakal Jadi Villain Utama dalam Spider-Man Homecoming!
Next articleMenjelang Dirilis Global, Mobius Final Fantasy Pamer Kualitas Grafisnya
Merupakan penggemar anime sejak SMP, dan terus berlanjut hingga sekarang bekerja. Belakangan ini suka memperhatikan dan ikut dalam konser-konser dari artis Jepang favorit. Saat ini bekerja sebagai Graphic Designer, yang menurutnya cukup asik dilakukan karena seperti bekerja sambil bermain. Kairi juga seorang gamer dan genre favoritnya adalah RPG. Sebagai salah satu kontributor untuk majalah Zigma dan Omega, menulis merupakan caranya membagi informasi kepada orang lain tentang hal-hal yang disukainya dengan lebih informatif, dari segi pandang seorang penggemar.