Review Jason Bourne – Matt Damon Kembali sebagai Jason Bourne!

Jason Bourne - Matt Damon

Matt Damon kembali menjadi Jason Bourne dalam film terbaru franchise ini! Bagaimana aksinya kali ini? Apakah sebagus trilogi Bourne sebelumnya?

Sinopsis

Setelah trilogi sebelumnya, Jason Bourne mencoba untuk hidup normal. Ia bersembunyi, menjauhi intrik dunia spionase, dan mencari uang dengan terlibat dalam gelanggang pertarungan ilegal.

Rutinitas barunya ini terusik saat ia dihubungi oleh seorang wanita, mantan agen CIA yang pernah bekerja sama dengannya di masa lalu. Wanita ini berhasil memperoleh sejumlah informasi penting tentang CIA, termasuk sejumlah operasi rahasia dan juga latar belakang tentang program yang menciptakan Bourne.

Urusan ini membuat jalan Bourne bersilangan dengan direkrut CIA, Robert Dewey, yang dibantu agen siber Heather Lee. Mampukah Bourne mengungkap sisa teka-teki tentang dirinya, sekaligus mengakhiri konspirasi mendalam yang tiba-tiba melibatkannya?

Kembalinya Matt Damon

Jason Bourne - Matt Damon 2

Review Jason Bourne – Matt Damon Kembali sebagai Jason Bourne!

Matt Damon kembali menjadi Jason Bourne dalam film terbaru franchise ini! Bagaimana aksinya kali ini? Apakah sebagus trilogi Bourne sebelumnya?

Abaikan

Walau kisah Jason Bourne berakhir di Bourne Ultimatum, Universal Pictures masih belum sepenuhnya rela membiarkan film ini tamat. Karenanya di tahun 2012 kemarin rilis film The Bourne Legacy. Alih-alih menyorot Bourne, film itu menampilkan tokoh Aaron Cross yang diperankan sang Hawkeye, Jeremy Renner.

Respons kritikus dan penonton terhadap Bourne Legacy tidak terlalu bagus. Karenanya, kali ini Matt Damon sang aktor dan Paul Greengrass sebagai sutradara pun dibawa kembali. Bagaimana hasilnya?

Dari segi plot, Jason Bourne sebenarnya menarik. Saat kisahnya bergulir, kamu akan mendapati kalau Bourne kembali terjebak dalam intrik spionase kelas berat, di mana semua orang memiliki agenda masing-masing. Ada beberapa twist menarik yang akan menarik perhatian di sepanjang film.

Tapi, pada akhirnya kualitas plot tersebut tidak sebaik yang disajikan di trilogi film Bourne sebelumnya. Tampaknya Paul Greengrass kesulitan menyajikan plot setingkat trilogi Bourne sementara ia harus menyajikan kisah baru, tanpa didasarkan dari novel-novel berkualitas karya Robert Ludlum.

Saat semua kejutan telah tersaji, dan kamu melihat gambaran utuh cerita film ini, kamu mungkin tak akan merasa terkesan. Setidaknya di sini Bourne memperoleh tambahan informasi yang berarti untuk karakternya.

Jason Bourne - Matt Damon 3

Aksi yang Bisa Sulit Dinikmati

Kualitas aksi trilogi Bourne sangat berpengaruh untuk film aksi modern. Bahkan James Bond pun mengikuti jejaknya. Tapi sejak awal juga teknik aksi untuk film ini cukup menuai kontroversi, dengan kamera yang bergoyang-goyang tidak fokus.

Sebenarnya kualitas fokus terhadap aksi ini sudah meningkat sejak Bourne Supremacy. Tapi mungkin karena sejak Bourne Ultimatum banyak film aksi yang menyajikan keseruan dengan fokus jelas, seperti The Raid dari Indonesia hingga aksi-aksi jagoan Marvel di Netflix, aksi di Jason Bourne ini terasa kacau.

Kamera bergoyang-goyang, adegan berlangsung terlalu cepat hingga sulit diikuti mata. Apakah kamu bisa menikmati film Bourne sebelumnya? Kalau begitu, mungkin aksi-aksi di film ini bisa kamu ikuti dan nikmati. Gimana kalau kamu bermasalah dengan gaya penyajian seperti ini? Berarti mungkin kamu bahkan tak akan dapat menikmati filmnya.

Mau bagaimana juga, Jason Bourne adalah film aksi. Hampir semua kejar-kejaran, tembak-tembakan, dan baku hantam disajikan dengan kamera seperti itu. Kalau kamu tidak bisa mengikutinya, maka jangankan menikmatinya, kamu bisa jadi akan pusing dan mual. Kalau kamu ingin menonton Jason Bourne tapi belum menyaksikan trilogi Bourne, coba cicip dulu gaya aksinya. Bila cocok, maka tontonlah. Tapi bila kamu merasa tidak enak badan, maka sebaiknya hindari dulu film ini.

Kesimpulan

Walau memiliki sejumlah kelemahan, Jason Bourne tetap tambahan yang oke untuk trilogi Bourne. Terutama karena di sini Bourne tampaknya telah memperoleh kepingan akhir dari masa lalunya sendiri.

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
70 %

SHARE
Previous articleRaid HQ, Game Shooter Dengan Fitur Raid ala Clash of Clans
Next articleIni Dia Cara Curang Main Pokemon GO yang Paling Aman dan Dijamin Anti Ban!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.