Kena Reshuffle Kabinet, Ucapkan Selamat Jalan Untuk Anies Baswedan

anies baswedan

Presiden Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet jilid II di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (27/7/2016). Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang dikenal selalu mendukung industri dan perkembangan game di Indonesia, ternyata juga dicopot.

Tak bisa dipungkiri, reshuffle kabinet yang menggeser posisi Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja kemarin membuat banyak orang bertanya-tanya. Pasalnya, Anies Baswedan dikenal sebagai menteri yang memiliki banyak prestasi dan juga sangat dihormati masyarakat umum.

Selain mencetak banyak perubahan positif dalam sistem pendidikan Indonesia, Anies Baswedan juga dikenal selalu mendukung industri dan perkembangan game di Indonesia. Berikut adalah beberapa kontribusi Anies Baswedan untuk industri game Indonesia.

Menyatakan Game Bisa Mendidik

Dilansir dari Detik.com dalam sebuah wawancara singkat, Anies Baswedan menyatakan, “Game itu sendiri bisa mendidik. Jadi jangan buru-buru game itu salah. Game itu secara prinsip netral. Kayak api lah, bisa membakar bisa buat ngangetin tubuh.”

“Ada studi yang menyebutkan bahwa anak yang terbiasa main game yang sesuai umurnya, ternyata mereka pengambil keputusan yang cepat dan berani. Latihannya dari game. Game itu tergantung cara pakainya. Jangan anti game, jangan buta pro game. Game bisa membantu. Gamer itu belajar banyak dari game,” tambah sang Mendikbud.

Tolak Pemblokiran Game

Anies Baswedan juga dikenal menolak keras adanya wacana pemblokiran game. Pernyataan beliau ini mencuat ketika ada isu bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan memblokir 15 game yang dianggap berbahaya.

“No, no, no (untuk memblokir). Kita inginkannya pada rating,” kata Anies Baswedan kala itu dikutip dari Detik.com.

kemendikbud-esrb

Bersamaan dengan itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merilis informasi tentang rating game, yang mengacu pada sistem Entertainment Software Rating Board (ESRB). Hal ini memberikan edukasi baru, khususnya bagi orang tua, bahwa game tidak melulu untuk anak-anak.

Mendukung Sistem Rating Game Indonesia

reshuffle kabinet

ESRB adalah sistem rating yang umum digunakan untuk pasar Amerika Serikat dan sekitarnya. Ketika Anies Baswedan mengetahui bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) tengah menyiapkan sistem rating sendiri, yaitu Indonesian Game Rating System (IGRS), maka sang Mendikbud langsung memberikan dukungan aktif.

Fanpage Facebook Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian merilis hasil dan keputusan IGRS. Kemendikbud juga merilis panduan bermain game untuk para orang tua dan guru, agar anaknya dapat tetap menikmati main game dengan aman.

Awareness tentang pentingnya sistem rating game kembali diserukan oleh Kemendikbud, di bawah komando Anies Baswedan.


Terima kasih atas pengabdianmu, Pak Anies Baswedan. Terima kasih juga karena telah mendukung perkembangan game di Indonesia. Kami yakin ikhtiarmu untuk mencerdaskan bangsa ini akan terus berlanjut dari luar pemerintahan.

Sumber: Detik.com


SHARE
Previous articleSony Konfirmasikan Harga PlayStation VR Indonesia, Siap Dijual dengan 60 Game Eksklusif!
Next articleFantasy Life 2 Dirilis di Jepang! Salah Satu RPG Terbaik Nintendo Kini Hanya untuk Smartphone!
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.