Babat Habis Revival Konoha 3-0, Kanaya Gaming Kembali Juarai LGS Summer 2016.

Pada helatan The Finals LGS 2016, Kanaya Gaming berhasil babat habis Revival Konoha 3-0. Kemenangan ini jadi kemenangan LGS yang keempat bagi Kanaya Gaming.

Kanaya Gaming kembali menjuarai League of Legends Garuda Series

Kanaya Gaming kembali menjuarai League of Legends Garuda Series

Selesai sudah rangkaian kompetisi League of Legends Garuda Series Summer 2016. Kompetisi League of Legends terbesar se-Indonesia ini diakhiri dengan gelaran The Finals, yang diadakan di Balai Sarbini pada 30 Mei 2016 kemarin. Gelaran The Finals LGS Summer 2016 ini mempertemukan dua tim dedengkot LoL Indonesia, Kanaya Gaming dan Revival Konoha.

Pertandingan berlangsung cukup sengit, meski Revival Konoha akhirnya kalah telak di hadapan Kanaya Gaming pada Grand Finals dengan kemenangan Kanaya Gaming 3:0 pada seri pertandingan best of 5. Kanaya Gaming membawa pulang hadiah utama sebesar Rp100 Juta, biaya operasional sebesar Rp7 Juta, dan kehormatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang Garena Premiere League Summer 2016 di Vietnam

Kemenangan Kanaya Gaming bisa dibilang dapat diprediksi. Sebab pada sesi penyisihan grup pun, Kanaya sudah cukup menguasai permainan. Hanya tim Fortius Gaming saja yang berhasil menekan Kanaya pada sesi penyisihan tersebut. Pada pertandingan Grand Final pun, Kanaya Gaming bahkan langsung tampil “galak” sejak game pertama.

Game 1 – Kombinasi Indah Curtain Call dan Cannon Barrage

Kombinasi mematikan dari Kanaya, Curtain Call dari Jhin dan Cannon Barrage dari Gankplank

Kombinasi mematikan dari Kanaya, Curtain Call dari Jhin dan

Kanaya gaming memulai permainan dengan aggresif, kombinasi champion Jhin dari TheChupper dan Gankplank dari rubeN berhasil membuat Revival Konoha kelabakan. Ultimate dari kedua hero tersebutlah yang jadi kombinasi mematikan. Meski Revival Konoha sudah sebisanya menekan Kanaya Gaming dengan Azir dari Faded, namun Curtain Call dan Cannon Barrage pun membuat pertahanan Revival Konoha tak mampu lagi membendung serangan Kanaya Gaming

Game 2 – Usaha Keras Dari Revival Luffy

Meski sudah melakukan usaha terbaiknya, Revival akhirnya mau tak mau tunduk di hadapan Kanaya Gaming

Meski sudah melakukan usaha terbaiknya, Revival akhirnya mau tak mau tunduk di hadapan Kanaya Gaming

Memasuki game 2, Kanaya Gaming mencoba mengatur tempo permainan. Sementara dari Revival mencoba melawan Kanaya Gaming lebih keras. Revival pun mencoba pick Jhin untuk ADC Revival, superNayr. Sayang superNayr cenderung tak efektif menekan Kanaya Gaming, disebabkan beberapa ultimate Curtain Call yang tidak menghukum Kanaya dengan tepat sasaran. Perlawanan Revival juga sudah cukup kuat melalui Rumble dari Revival Luffy, sayangnya terjadi beberapa miss dari Revival. Alhasil satu-dua kesalahan terjadi dan berakhir pada kemenangan Kanaya Gaming pada game 2.

Game 3 – Oceans11 dan Hecarim

Kanaya Gaming akhirnya jadi pemiliki piala League of Legends Garuda Series 2016

Kanaya Gaming kembali membawa piala League of Legends Garuda Series 2016

Masuk ke game penentuan Kanaya Gaming seakan ingin memastikan kemenangan. Mereka langsung saja melakukan pick champion andalan Oceans11Hecarim untuk mengisi posisi jungler. Alhasil Oceans11 pun bersinar pada game ketiga ini. Banyak pergerakan berani dari yang langsung menusuk jantung pertahanan Revival dan menganggu positioning champion. Beberapa ultimate Hecarim, Onslaught of Shadows berhasil didaratkan dengan baik oleh Oceans11, akhirnya Kanaya Gaming pun berhasil memastikan kemenangan, 3-0.

 

Kanaya Gaming, juara bertahan League of Legends Garuda Series.

Kanaya Gaming, juara bertahan League of Legends Garuda Series.

Profil Tim Kanaya Gaming

Coach : Brian “Banana”

Top : Ruben “rubeN” Sutanto
Jungle : Tobias “Oceans11” Randy Varianto
Mid : Kevin “Pokka” Tirtomuljono Sudargo
ADC : Keny “The Chupper” Marcelino
Support : Andre “Andre” Culham

Kemenangan ini jadi kemenangan League of Legends Garuda Series yang keempat bagi Kanaya Gaming. Ketika diwawancara, rubeN bercerita bahwa performa luar biasa yang diberikan oleh Kanaya Gaming adalah berkat latihan yang dilakukannya. “Untuk persiapan LGS kami latihan 12 jam setiap harinya, sehari bisa main 8 sampai 10 game main berlima supaya kompak dan mempertajam strategi” tegas para atlet eSport Kanaya Gaming.

League of Legends Garuda Series merupakan rangkaian kompetisi League of Legends yang diselenggarakan oleh Garena Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kompetisi tersebut bisa kamu dapatkan melalaui fanpage LOL Esports Indonesia, Twitter, dan laman web League of legends indonesia.

Ketinggalan menonton pertandingan LGS Summer 2016 kemarin? Tak usah khawatir, kamu bisa menyaksikan siaran ulangnya melalui video di bawah ini. Garena Indonesia juga sudah menyiapkan video on demand yang bisa kamu tonton di kanal youtube Garena League of Legends Indonesia.

[youtube_embed id=”dNFKkxtGq84″]

TENTANG PENULIS
Muhammad "Uncanny!" Akbar

Bukan orang biasa yang hobi main game dan jadi hobi menulis tentang game. Game favorit adalah game multiplayer kompetitif, kini juga jadi pengamat dunia persilatan eSport lokal dan internasional.