Salah Satu Sukses Kickstarter, Torment: Tides of Numenera Dipastikan untuk PS4 dan Xbox One

Sebuah RPG dengan rule-set ciptaan pemain tabletop paling top dunia, dan berhasil memikat puluhan ribu backer Kickstarter… Seperti apa hasil akhirnya nanti?

Torment: Tides of Numenera

Torment: Tides of Numenera telah dikenal sebagai salah satu game yang sukses mendapatkan banyak pendanaan untuk biaya pengembangannya melalui Kickstarter. Maret 2013 lalu, game ini sukses didanai melalui Kickstarter hanya dalam waktu enam jam saja pasca peluncuran pendanaannya. Dan di akhir kampanyenya, Torment: Tides of Numenera berhasil menorehkan rekor sebagai video-game dengan pendanaan tertinggi di Kickstarter, dengan nilai lebih dari US$4 juta.

Torment-Tides-of-Numenera-6

Awal tahun ini, versi beta game ini sudah tersedia untuk dimainkan para penyandang dana Kickstarter, dan juga mereka yang mendukung Steam Early Access-nya bisa mulai memainkannya pada 26 Januari 2016. Dan kini, developernya, inXile Entertainment memberikan kepastian untuk versi konsolnya, yang akan dirilis kuartal pertama 2017 mendatang. inXile Entertainment bersama pihak penerbit Techland Publishing menyediakannya untuk PlayStation 4 dan Xbox One, selain juga untuk PC Windows, Maxc OS X dan Linux.

Torment-Tides-of-Numenera-3

Game yang dikembangkan menggunakan engine Unity ini bakal didemokan pertama kali untuk publik selama event Gamescom 2016 yang bakal berlangsung di Jerman
mulai 18 hingga 21 Agustus nanti. Explore Earth one billion years in the future in the science-fantasy setting of Numenera. Dalam Torment: Tides of Numenera, kalian ditugasi mencari Ninth World yang dikisahkan dibangun menggunakan delapan peradaban modern. Seperti tipikal RPG dari Barat, ada banyak pilihan penting di tengah skenario permainan, yang memberi efek dan konsekuensi berbeda untuk permainan kalian selanjutnya, yang secara garis besar bertujuan untuk mencari arti dari kehidupan di dunia.

Torment-Tides-of-Numenera-5

Torment: Tides of Numenera merupakan penerus dari Planescape: Torment, salah satu RPG yang cukup populer di PC pada masanya. Seperti pendahulunya, Torment: Tides of Numenera bakal mengeksplorasi konsep yang sama, yaitu kehidupan manusia, dan juga mengenai pengorbanan, menantang pemain untuk membuat keputusan moral yang mempengaruhi kehidupan karakter.

Torment-Tides-of-Numenera-4

Torment: Tides of Numenera mengambil latar waktu di masa depan, dimana kejatuhan dan kebangkitan banyak peradaban mengakibatkan Bumi berada dalam kondisi seperti pada masa Medieval, dengan mayoritas manusia tinggal berkelompok di tengah permukiman kecil yang dikelilingi oleh banyak relik misterius peninggalan masa lalu. Jaman itu disebut sebagai Ninth World, dan diyakini dekapan jaman sebelumnya eksis namun telah hancur karena alasan yang tidak mereka ketahui, dan menyisakan reruntuhan serta artefak yang menunggu untuk dieksplorasi. Artefak kuno itulah yang disebut sebagai “numenera”, dan mewakili ilmu pengetahuan serta teknologi yang ditinggalkan peradaban masa lalu. Kalian sendiri mengendalikan Last Castoff, seorang manusia yang sebelumnya menjadi “wujud” kekuatan yang sangat kuat, namun kemudian dia ditinggalkan dengan kehilangan semua ingatan atas masa lalunya.

Torment-Tides-of-Numenera-1

Di sisi gameplay, Torment: Tides of Numenera yang ditampilkan dengan visual 2.5D isometris ini bakal menggunakan ruleset RPG tabletop buatan pemain tabletop profesional Monte Cook, yaitu Numenera. Kemudian seperti pendahulunya, Planescape: Torment, secara gameplay Torment: Tides of Numenera lebih terfokus pada penyampaian jalan cerita, yang disampaikan melalui narasi yang begitu kaya, serta interaksi karakter yang kompleks. Kalian memilih karakter, gender, sampai nantinya juga bebas menentukan kelasnya, mulai  Glaive (warrior), Nano (wizard) hingga Jack (rogue).

Torment: Tides of Numenera – Console Trailer

TENTANG PENULIS
Doni

Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.