Wings Gaming Jadi Juara Dota 2 The International 2016!

Wings Gaming jadi juara setelah mengalahkan Digital Chaos 3-1 dan berhasil membawa pulang hadiah hampir Rp200 miliar!

Tim asal Tiongkok, Wings Gaming, jadi juara Dota 2 The International 2016. Sumber: youtube.com

Tim asal Tiongkok, Wings Gaming, jadi juara Dota 2 The International 2016. Sumber: youtube.com

Tim asal Tiongkok, Wings Gaming, jadi juara baru dari Dota 2 The International 2016. Wings Gaming berhasil mengklaim Aegis of the Champion dan memenangkan hadiah utama sebesar $9,1 Juta.

Wings Gaming mengalahkan tim asal Amerika Serikat, Digital Chaos, 3-1 pada pertandingan grand final dalam seri best of 5. Digital Chaos tampil cukup baik pada pertandingan tersebut, namun sayangnya satu demi satu kesalahan terjadi dan akhirnya Wings Gaming pun membalikkan keadaan lalu memenangkan permainan.

Kisah The International tahun ini bisa dibilang jadi yang menarik. Mulai dari tim-tim asal Asia Tenggara yang berhasil mendominasi kompetisi, tim-tim kuat asal Eropa yang kalah secara tak terduga, sampai pertandingan grand final dari dua tim yang terbilang baru. Tim Digital Chaos baru terbentuk sekitar Maret 2016 sementara Wings yang baru terbentuk beberapa waktu setelah TI5.

Kreatifitas permainan, skill individual yang tinggi, kerja sama tim yang baik jadi beberapa hal yang membuat Wings Gaming jadi unggul. Terlebih komposisi pemilihan hero yang unik membuat strategi Wings jadi sulit ditebak oleh tim musuh.

wingsmenangTI6 SS 1

Draft game 1 DC vs Wings. Sumber: gosugamers.net

Pertandingan pada game pertama dimulai oleh Wings dengan melakukan pick unik yaitu Pudge untuk IceIce dan mencoba menggunakan Carry Silencer dari Shadow sebagai usaha counter-attack dengan Global Silence. Namun dari sisi Digital Chaos berhasil melawan Wings dengan baik, lewat kombinasi Skywrath Mage dari w33 dan Faceless Void dari Resolut1on. Resolut1on beberapa kali mendaratkan Chronospehere dengan baik yang dilanjutkan Mystic Flare dari w33. Sementara Timbersaw dari Moo berhasil mengacak-acak formasi Wings Gaming, sehingga game pertama berakhir dengan kemenangan untuk Digital Chaos.

wingsmenangTI6 SS 2

Draft game 2 DC vs Wings. Sumber: gosugamers.net

Game kedua harusnya jadi momentum yang bisa dimanfaatkan Digital Chaos, sayangnya justru dibalikkan oleh Wings Gaming. Tim asal Tiongkok tersebut tampil berbahaya sejak fase drafting, dengan mengambil Faceless Void untuk Shadow dan Invoker yang biasanya jadi hero andalan dari w33 untuk blink. Meski begitu pertandingan berjalan cukup seimbang sampai pertengahan pertandingan, sayang memasuki late game DC melakukan kesalahan kecil di sana dan sini yang memberi keuntungan pada Wings Gaming. Akhirnya game kedua pun kembali dimenangkan Wings Gaming.

wingsmenangTI6 SS 3

Draft game 3 DC vs Wings. Sumber: gosugamers.net

Melihat performa Faceless Void dari Shadow yang baik, Wings pun kembali menggunakan hero tersebut di game ketiga. Hasilnya Shadow lagi-lagi mendominasi permainan dengan melakukan chronosphere yang berhasil memporak-porandakan pertahanan tim Digital Chaos. Wings mencoba memenangkan permainan dengan tidak membiarkan hero core Digital Chaos untuk berkembang. Akhirnya Wings Gaming pun menang dengan mengamankan skor kill sebanyak 49-24 di menit-45.

wingsmenangTI6 SS 4

Draft game 4 DC vs Wings. Sumber: gosugamers.net

Berlanjut ke game 4, Digital Chaos mencoba bangkit dengan kembali memberi Timbersaw untuk sang offlaner ,Moo. Mereka juga mencoba sedikit variasi dengan Slark mid oleh w33, dan Mirana Hard-Lane oleh Resolut1on. Wings belajar dari kekalahannya di game-1 dengan pick Keeper of The Light untuk Innocence dan Anti-Mage untuk Shadow yang jadi counter dan membuat Moo jadi tak berkutik. Meski beberapa kali berhasil melakukan pertarungan yang baik, sayangnya Digital Chaos melakukan kekeliruan dengan over-extending dan membuat w33 jadi dieback atau mati sesaat setelah buyback. Digital Chaos pun terpaksa mengaku kalah, yang membuat Wings Gaming jadi tim asal Tiongkok ketiga yang memenangkan Dota 2 The International.

Di luar dari kekalahan yang dialami Digital Chaos pada final The International, tim tersebut benar-benar memberi kejutan pada para pecinta Dota. Menjadi tim yang terbentuk sebagai akibat dari korban perombakan roster tim Secret, Digital Chaos tampil mencengangkan selama Dota 2 The International 2016 berlangsung. Meski memiliki potensi yang tinggi untuk menjadi juara The International 2016, sayangnya Digital Chaos harus tunduk dihadapan Wings Gaming. Meski begitu, kita sepertinya harus tetap mengakui Digital Chaos kini jadi salah satu tim Dota 2 yang terbaik.

Kalau kamu kelewatan pertandingan grand final Dota 2 The International 2016, kamu bisa melihat highlight pertandingan tersebut pada video di bawah ini.

TENTANG PENULIS
Muhammad "Uncanny!" Akbar

Bukan orang biasa yang hobi main game dan jadi hobi menulis tentang game. Game favorit adalah game multiplayer kompetitif, kini juga jadi pengamat dunia persilatan eSport lokal dan internasional.