Beri Janji-Janji Palsu, No Man’s Sky Dibenci Para Gamer!

Ternyata No Man’s Sky tidak memasukkan fitur-fitur yang sudah dijanjikan sejak dua tahun lalu! Nggak heran kalau para gamer jadi marah-marah!

No Man's Sky

Sumber: Gamespot

Ahh, No Man’s Sky. Game petualangan antariksa satu ini terbilang memecah komunitas gamer menjadi dua kubu: penghujat dan pelindung. Saya sendiri? Saya mau-mau saja membela game ini, namun fakta “menyuruh” saya untuk ikut “mengatai”, sayangnya.

Semua terjadi karena orang-orang berharap banyak dari game ini (dan mungkin itu juga salah satu kelemahannya) sejak trailer-nya muncul dua tahun lalu. Pihak developer-nya, Hello Games, sebenarnya juga tidak berjanji banyak. Namun justru janji-janji yang penting malah tidak berhasil ditepati.

Nah, dua janji yang tidak ditepati inilah yang akhirnya membuat para gamer berasa di-PHP-in dan menghina-dina No Man’s Sky.

“No Man’s Sky Ternyata Tidak Punya Multiplayer!”

No Man's Sky

Sumber: Eurogamer

Bisa dikatakan secara objektif kalau No Man’s Sky merupakan game yang ambisius. Berkat kecanggihan sistem procedural generation-nya, Hello Games sendiri mengatakan game ini memiliki 18.446.744.073.709.551.616 planet unik dan setiap planet memiliki biota laut dan darat yang berbeda.

Dan mereka memperkirakan akan butuh 500 milyar tahun untuk bisa menjelajahi semua lokasi dengan seksama.

Tidak mengherankan kalau Direktur Utama Hello Games Sean Murray pada setiap kesempatan meyakinkan orang-orang kalau fitur multiplayer tidak akan menjadi fokus dalam No Man’s Sky.

“Kami tidak mencoba untuk membuat sebuah MMO dimana kamu secara harafiah bisa bermain dengan 60.000 orang dalam satu layar. Kami menangani kasus seperti orang lain bisa terbang melewatimu di dalam game-mu atau berpapasan dengan pemain lain dalam game.” kata Murray saat diwawancara oleh Game Informer 10 Desember 2014 lalu.

Mereka sendiri mengatakan bahwa game secara sengaja dibuat agar para pemain sulit menemukan satu sama lain. Seperti Destiny dan The Division, hanya segelintir orang yang bisa masuk ke dalam suatu lobi. Saat mereka keluar area tertentu mereka juga akan menghilang begitu saja dan memasuki lobi lain secara tidak sadar.

Lagipula bayangkan saja, bagaimana bisa bertemu dengan pemain lain saat kamu semua menjelajahi galaksi yang memiliki 18 trilyun planet. Kemungkinan bisa bertemu gebetan di mal saja nggak saya rasa lebih dari 1:1.000!

Dan saya rasa kita semua paham. No Man’s Sky bukanlah — dan tidak pernah menjadi — sebuah game yang berfokus pada aspek multiplayer-nya. Ini hanya game petualangan antariksa dimana kamu “secara kebetulan” bisa bertemu dengan pemain lain.

Tapi ternyata, bukan begitu kenyataannya.

Minggu lalu, pengguna Reddit TheGalacticCactus menemukan sebuah planet yang sudah ditandai oleh pemain bernama Psytokat. Sebagai seorang pemain yang akhirnya berhasil menemukan pemain lain, TheGalacticCactus pastinya antusias untuk bermain bersama orang lain di galaksi yang luas itu. Mereka pun membuat rencana untuk saling bertemu.

Setelah mengatur streaming agar orang-orang lain bisa menyaksikan kejadian bersejarah ini dan terbang melewati empat tata surya berbeda, kedua petualang itu sampai ke planet yang sama dan mereka berdua berdiri di depan bangunan yang sama.

Namun mereka tidak bisa melihat satu sama lain.

Para penonton yang sudah antusias pun menyaksikan upaya mereka untuk akhirnya bisa saling bertatap muka. Login dan logout dari game dan bahkan sampai berlangganan PS Plus untuk memastikan fitur online-nya bekerja. Tidak ada yang berhasil.

Semua semakin kacau saat netizen menemukan bahwa rilis retail No Man’s Sky versi Eropa menyembunyikan logo fitur online play di bawah sebuah stiker. Pihak Sony mengatakan kalau itu hanya kesalahan pencetakan, tapi nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada yang peduli dan tidak ada yang mau mendengar.

No Man's Sky

Sumber: AllGamesDelta

“Grafis No Man’s Sky Di-Downgrade!”

Masalah satu ini merupakan masalah yang paling sering menjangkiti berbagai rilis game besar. Sebenarnya sudah sejak dulu pihak publisher merombak penampilan game yang dipamerkan di majalah-majalah agar terlihat lebih apik, namun isu yang satu ini menjadi topik yang hangat sejak perilisan Watch_Dogs oleh Ubisoft.

Ingat soal kekacauan yang timbul dan beragam makian yang dilontarkan oleh netizen saat Watch_Dogs (dan game-game Ubisoft lainnya) rilis beberapa tahun terakhir? Konsumen berhak marah karena hal seperti ini bisa dibilang menyesatkan konsumen. Dan seharusnya tidak ditolerir karena produk-produk tersebut dikerjakan oleh tim profesional serta didukung oleh modal yang tentunya sedikit.

Tetapi bisa jadi justru karena modal yang besar malah memberikan tekanan yang besar juga pada tim developer. Uang-uang milik investor dan shareholder berperan dalam pengembangan game dan mereka meminta hasil. Tidak peduli bagus atau tidak, selama tepat waktu, tidak menambah biaya, dan mereka balik modal.

Kepentingan-kepentingan yang bertubrukan seperti itu tentu bisa merusak kerja tim dan integritas karya yang ingin mereka hasilkan.

Namun saat studio game independen — yang seharusnya lepas dari kepentingan anggota direksi — seperti Hello Games tidak bisa menyajikan produk yang sesuai dengan visi awal mereka sama sekali, terlihat dari perbedaan trailer awal dan hasil akhirnya, jujur saja orang-orang pasti kecewa berat.

Saya sendiri dari awal tidak pernah berharap banyak akan No Man’s Sky. Ambisinya membuat dunia super luas menggunakan sistem procedural generation canggih justru terdengar seperti semacam jargon untuk sebuah tech demo engine yang mereka pakai. Bukan sebuah game.

Langkah relasi publik yang dilakukan oleh Sean Murray, Hello Games, Sony, dan semua pihak yang terkait (termasuk gamer) malah terdengar seperti semacam damage control bagi saya.

Entahlah, mungkin suatu hari No Man’s Sky akan menjadi game yang komplet dan layak beli melalui update berkala. Karena, begitu kan caranya zaman sekarang? Day-one patch 9 GB, main konsol harus update firmware dulu, hal-hal itu sudah mulai jadi sesuatu yang lumrah. Semua berkat kemajuan internet.

TENTANG PENULIS
sidharta

Jadi penulis karena nggak bisa koding.