Agate Studio Siapkan Dua Game Baru, Hasil Kolaborasi dengan MDEC Malaysia

Game developer asal Bandung Agate Studio umumkan dua game baru pada acara MDEC! Kolaborasi bersama dua developer Malaysia!

MDEC-01

Pada hari Selasa, 23 Agustus 2016 kemarin, Agate Studio mengumumkan bahwa mereka akan menangani dua proyek game baru dalam acara “Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) Creative Companies Showcase” yang diadakan di Hotel J.W. Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Di kegiatan kumpul-kumpul penggiat industri kreatif negara Indonesia dan Malaysia ini, diumumkan bahwa Agate Studio bekerja sama dengan dua pengembang game asal Malaysia, yaitu Monsoon Lab dan Accurve Studios.

Mereka semua, dibawah bimbingan inkubator Game Creative Mobile Universe, ditunjuk untuk menggarap proyek game berjudul Sara is Missing untuk platform mobile Android dan iOS yang akan dirilis melalui Apple App Store dan Google Play.

Selain Sara is Missing, developer game asal Bandung tersebut juga akan mengerjakan adaptasi game dari serial animasi Malaysia garapan Funcel yang berjudul Satria: The Warrior of 7 Elements, yang bercerita soal petualangan sekelompok pendekar pencak silat yang masing-masing mengontrol kekuatan tujuh alam.

MDEC-02

Dalam mengerjakan Satria: The Warrior of 7 Elements, studio animasi Funcel bekerjasama dengan studio animasi Jepang ternama Gonzo (Full Metal Panic, Strike Witches, Last Exile) dan National Film Development Corporation Malaysia, instansi pemerintahan yang mengurusi industri film.

Dikabarkan kalau proyek animasi yang dijalankan pada tahun 2011 lalu tersebut menghabiskan biaya sekitar $528.000! Atau mencapai sekitar Rp4,7 miliar!

Tapi sebelum dua kolaborasi yang diumumkan kemarin, sebenarnya sudah ada game lain yang dibuat dari kerjasama antara dua negara Melayu ini, yaitu BoBoiBoy: Powersphere, yang dikerjakan oleh studio game asal Surabaya, Alkemis Game.

Ya, game mobile itu adalah adaptasi dari serial kartun negara tetangga berjudul sama yang cukup populer juga di sini!

Senior Manager, Business Development Creative Content & Technologies MDEC Mohan Low Han Sen berharap kegiatan MDEC Creative Companies Showcase ini dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengenalkan produk dan pengembang game Malaysia ke masyarakat Indonesia.

MDEC-03

Sumber: MDEC/Funcel

Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai perusahaan animasi dan game yang berbasis di Malaysia, seperti MCube, Inpidea, Moondo, theCommonist, Astro, Arcane, dan Accurve Studios, dan lain-lain.

Pihak Indonesia sendiri diwakili oleh berbagai nama besar di industri digital Tanah Air, seperti MNC, Agate Studios, Toge Production, XL, dan yang lainnya.

Selain menjembatani hubungan pelaku industri kreatif Malaysia dengan Indonesia, acara tahunan yang sudah diadakan sejak 2013 ini juga dibentuk untuk menjalin hubungan baik antara pihak-pihak yang berperan penting membentuk ekonomi digital di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Kita lihat saja ya gamers, bagaimana jalannya kedua proyek game mobile hasil garapan developer Indonesia dan Malaysia yang cukup menarik perhatian ini. Mungkin berkat kolaborasi semacam ini, negara kita juga bisa ikutan semakin rukun, ya!

TENTANG PENULIS
sidharta

Jadi penulis karena nggak bisa koding.