Berbagai Fakta Tentang MUKIDI yang Ramai Diperbincangkan Netizen!

Namanya mungkin terdengar ‘ndeso’… tapi, siapa sih MUKIDI sebenarnya? Nah, ini dia jawabannya! Plus, kumpulan humor MUKIDI yang bakal bikin kamu terpingkal-pingkal!

mukidi (1)

Mempunyai nama Mukidi mungkin ini terdengar ‘ndeso’  bagi sebagian orang Indonesia. Namun, belakangan Mukidi justru tengah tenar di media sosial maupun di WhatsApp. Apa yang sebenarnya terjadi?

Media sosial sedang diramaikan dengan “Mukidi”. Para netizen ramai-ramai memperbincangkan mukidi yang kata nya lucu dapat membuat kita tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan kata “Mukidi” menjadi viral di jagad netizen.

Tetapi semua itu hanyalah guyonan.

Humor tentang Mukidi ini tentu bikin pembacanya tertawa ngakak. Setelah di cari diberbagai situs ternyata Mukidi memang sebuah tokoh fiksi yang kebanyakan cerita yang di buat bergenre humor. Maka dari itu para netizen ramai-ramai memperbincangkan Mukidi ini kalau Mukidi dapat membuat kita terpingkal-pingkal. Hingga akhirnya bermunculan cerita tentang kehidupan Mukidi dari kecil hingga dewasa. Semua tentu hanya cerita fiktif. Namun, bila dibayangkan apa dilakukan pria ini, pembacanya pasti tak bisa menahan tawanya.

Berikut adalah humor tentang Mukidi yang beredar di ranah internet.


Mukidi dan Ayam Goreng

Mukidi lapar ……..Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.

“Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana”, kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.
Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.

Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.

“AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu…!!! Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!”

Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, “Silahkan! siapa takut?”

Lalu Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya…

Hahahaha…
Hidup Lik Mukidi !!!”


Mukidi nyari uang kembalian

Cak Mukidi ke pasar, mau kulineran rujak cingur yang penjualnya ibu-ibu asal Madura bertubuh montok bernama Bu Markonah.

“Buk, rujak satu, berapa?” tanya Cak Mukidi.

“Sepoloh rebu..cak..,” kata Bu Markonah.

Selesai dibungkus, Cak Mukidi bayar dengan uang Rp 20.000. Markonah bilang, “Cak… tangan saya lagi belepotan, kembaliannya ambil sendiri di sini ya,” kata Markonah sambil menunjuk belahan dada atas.

Tanpa ragu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang Madura memang biasa menaruh segala macem di sana pikirnya. “Nggak ada..Bu.” kata Cak Mukidi.

Buk Markonah kasih instruksi, “Lebih dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri.”
Cak Mukdi: “Nggak ada…Buk.”

“Ya sudah,” kata Buk Markonah.

“Lah terus mana kembalian saya????” tanya Cak Mukidi bingung.

Buk Markonah dengan enteng berkata, “Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis.”

Mukidi hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir mendengar Bu Markonah!

Lanjut ke halaman 2…

Share this article

TENTANG PENULIS
totolee

Toto yang merupakan pemerhati dunia komik dan game ini pernah menjalani karier sebagai editor buku anak selama 3 tahun. Bekerja dalam dunia anak membuat jiwa mudanya selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, orang yang melanjutkan karier nya sebagai perancang pameran ini suka bereksplorasi seni melalui tulisan dan gambar (desain), yang kebanyakan terinspirasi dari berbagai komik dan game kesukaannya.