Artwork ala Lukisan SaGa Scarlet Grace Makin Cantik, Bahkan Setelah Hiatus 10 Tahun!

SaGa Scarlet Grace

SaGa Scarlet Grace Bangkitkan Seri SaGa Dari Tidur Panjang

Mengenang 25 tahun hari jadi SaGa, sekaligus membangkitkan seri SaGa yang sudah 12 tahun hiatius, SaGa Scarlet Grace bakal menjadi game JRPG yang ditunggu-tunggu penggemarnya nih.
Baca Juga

Event video game tahunan terbesar di Jepang, Tokyo Game Show 2016 (TGS 2016) telah digelar mulai 15 September kemarin. Event ini bakal berlangsung hingga 18 September 2016 nanti, dengan Duniaku.net kembali ditunjuk (selama lima tahun berturut-turut) sebagai media partner resmi dari Indonesia, dan bakal melaporkan langsung event ini dari lokasi berlangsungnya TGS 2016 di pusat konvensi Makuhari Messe, Chiba, Jepang. Salah satu penerbit game dari Jepang yang tidak pernah absen selama TGS adalah Square Enix. Bersamaan dengan PlayStation Press Conference yang dilakukan Sony Interactive Entertainment sebelum TGS berlangsung (bisa kalian lihat di sini video press conference-nya), mereka menyisipkan satu video trailer baru untuk SaGa: Scarlet Grace. Sehari kemudian, video tersebut diunggah melalui channel Square Enix sendiri dengan durasi yang lebih panjang.

SaGa: Scarlet Grace mudah dikenali dari judulnya. Ini adalah seri terbaru serial SaGa, yang sempat hiatus selama satu dekade lamanya. Square Enix berusaha membangkitkan kenangan gamer lama penggemar SaGa dengan seri barunya ini, yang pertama kali diungkapkan selama TGS 2015 lalu. SaGa: Scarlet Grace sendiri ekslusif untuk Sony, tepatnya, untuk PlayStation Vita, dan bakal dirilis di Jepang 15 Desember 2016 mendatang. Sayangnya, baru-baru ini sang kreator SaGa, Akitoshi Kawazu mengatakan, SaGa: Scarlet Grace tidak mendukung permainan di PlayStation Vita TV agar lebih maksimal di handheld.

SaGa-Scarlet-Grace-3

Selama press-conference Sony kemarin juga diumumkan versi terbatas, hanya dijual di Square Enix e-Store dengan harga sekitar Rp2,4 jutaan, yang menyertakan game ini bersama dengan soundtrack CD, board book ilustrasi Tomomi Kobayashi (ilustrator game ini), item in-game dan dipaketkan dalam sebuah kotak kolektor.

SaGa-Scarlet-Grace-1

Serial SaGa termasuk salah satu RPG klasik yang sukses, terutama di Jepang. Awalnya game ini dikenal dengan nama Final Fantasy Legend, atau dalam bahasa Jepangnya sendiri Makai Toushi Sa·Ga. Karena setiap serinya selalu diberi judul SaGa, maka setelah seri utamanya yang ketiga, Square Enix mengenalkan judul baru Romancing SaGa. Sejak saat itulah serial ini dijuluki SaGa, karena memang unsur-unsur permainan SaGa sangat berbeda dengan Final Fantasy.

Terdapat perbedaan yang sangat jelas antara Final Fantasy dan SaGa. Jika di Final Fantasy semua cerita yang disajikan linear, maka di seri SaGa menawarkan gamelay yang non-linear. Kamu bisa mengembangkan karakter-karakter yang ada sesukamu, memilih jalan cerita yang kamu sukai. Biasanya, kamu bisa memilih karakter diawal, menentukan sudut pandang karakter masing-masing, meskipun nantinya kamu bisa bertemu dengan karakter-karakter lainnya. Dan uniknya, kamu bisa menamatkan masing-masing sudut pandang cerita dari beberapa karakter yang harus kamu pilih di awal permainan dengan memulai game dari awal lagi.

SaGa-Scarlet-Grace-4

Ciri khas tersebut dikembalikan juga di SaGa: Scarlet Grace. Cerita game ini dibuat berlapis, dengan beberapa karakter utama yang bisa kalian pilih. Kebabasan menjadi prioritas utama kalian, dengan adanya skenario yang bebas. Bahkan tidak ada sistem levling di sini, karena karakter bisa bertambah kuat melalui mekanisme pengembangan khusus — itu juga menjadi salah satu ciri khas SaGa, selain gaya artwork-nya yang mengingatkan kami pada lukisan cat air.

SaGa-Scarlet-Grace-2

Berikut deskripsi resmi game ini dari Square Enix.

Firebringer—an evil god, banished by the star gods for his betrayal. He is turned into a comet and sent away. Other dark demons that have been suppressed begin to become violent and the world falls into chaos.

The star gods grant power to one man. He leads the people in a war against Firebringer and establishes an empire.

The dark demons are pushed underground, and the evil god’s star leaves. After that, the evil god’s star returns every 150 years. For ages and ages, they meet Firebringer and his demons in battle.

Over time there are emperors who prepare diligently and defeat the evil god easily, but there are also emperors who are careless and drive the world into ruin.

Finally, after a seventh invasion, the evil god’s star was decimated. The war that lasted 1,000 years is brought to an abrupt stop. The people rejoiced to usher in peace.

Fragments of Firebringer rain down onto the earth, like fireworks celebrating the victory of the humans and star gods. If Firebringer is extinguished, even the empire would become unnecessary.

The empire continues to rule, and many places react with rebellion. This ties into a civil war by the emperor’s son and company. Amidst the chaos, a hero brings down Firebringer, the emperor is assassinated, and the empire collapses.

70 years later.

Hardly anyone who remembers the era of the empire is around anymore. The world remains in chaos. No one notices a new danger approaching. However, a new hero arises for the new era.

Sumber: Square Enix

Duniaku Network adalah media partner resmi #TokyoGameShow untuk Indonesia.


SHARE
Previous articleFilm Terbaru DCEU Ini Ternyata Tidak Berhubungan dengan Film Sebelumnya!
Next article9 Lagu PES Terbaik dari Masa ke Masa. Mana yang Jadi Favoritmu?
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.