Kembali Bertemu Sherlock Holmes dalam The Great Ace Attorney 2!

The Great Ace Attorney 2

Kecewa Karena Ga Ada Leon di Resident Evil 7? Mungkinkah Karena Alasan Ini?

Banyak fans yang kecewa, kenapa bukan Leon S. Kennedy atau Chris Redfield yang menjadi karakter utama Resident Evil 7. Bisa jadi karena alasan ini. Capcom menyiapkan horor yang lebih horor, bahkan dibandingkan Resident Evil 7!
Baca Juga

Event video game tahunan terbesar di Jepang, Tokyo Game Show 2016 (TGS 2016) telah digelar mulai 15 September kemarin. Event ini berlangsung hingga 18 September 2016 kemarin, dengan Duniaku.net kembali ditunjuk (selama lima tahun berturut-turut) sebagai media partner resmi dari Indonesia, yang melaporkan langsung event ini dari lokasi berlangsungnya TGS 2016 di pusat konvensi Makuhari Messe, Chiba, Jepang.

The-Great-Ace-Attorney-2-4

Salah satu penerbit game dari Jepang yang tidak pernah absen selama TGS adalah Capcom. Amunisi utama mereka yang paling ramai selama event tidak lain adalah Resident Evil 7: Biohazard, yang diboyong bersama horor lainnya, film CGI yang sudah dikonfirmasikan sejak Maret 2016 lalu, Resident Evil: Vendetta. Namun bukan berarti karena game horor tersebut booth Capcom tidak ada warna yang ceria, karena mereka juga mengkonfirmasikan The Great Ace Attorney 2: Ryunosuke Naruhodo’s Resolution untuk pertama kalinya. The Great Ace Attorney 2, atau Dai Gyakuten Saiban 2 diperkenalkan kepada publik selama stage event perayaan Ace Attorney 15th di TGS 2016. Seperti sebelumnya, The Great Ace Attorney 2 dikembangkan untuk Nintendo 3DS, namun belum ada kabar kapan bakal dirilis.

Berikut video trailer pertama The Great Ace Attorney 2

Capcom merilis Dai Gyakuten Saiban pertama untuk 3DS pada Juli 2015 lalu. Game ini mengambil latar waktu abad ke-18 di Era Meiji, Jepang. Karakter utamanya adalah Ryūnosuke Naruhodō, moyang dari karakter utama serial Ace Attorney, Ryūichi Naruhodō (Phoenix Wright). Ryūnosuke sendiri diceritakan bepergian sampai ke London untuk memperdalam ilmunya, dimana di sana dia bertemu Sherlock Holmes. Sayangnya, karena beberapa keadaan yang tidak pernah diungkapkan oleh Capcom, Dai Gyakuten Saiban tidak akan pernah ditranslasikan.

Kalian Bisa “Menggoyang” Saksi Dalam Tiap Kasus The Great Ace Attorney

Seri Ace Attorney terbaru ini makin greget saja! Setelah bisa lakukan interogasi silang, kalian juga bisa menggoyang para saksi untuk mencari bukti!
Baca Juga

The-Great-Ace-Attorney-2-5

Selain itu, Capcom juga merilis video trailer sejarah perayaan Ace Attorney 15th. Cocok nih untuk mengingat serial ini sejak pertama kali diperkenalkan tahun 2001 lalu untuk 3DS.

Dai Gyakuten Saiban sendiri merupakan salah satu game spin-off dari franchise Ace Attorney, atau di Jepang disebut sebagai Gyakuten Saiban. Game berjenis visual novel atau adventure ini dirilis Capcom pertama kalinya pada tahun 2001 untuk 3D. Sukses game pertamanya mengantarkan Ace Attorney berlanjut, dengan sepuluh game telah dirilis hingga saat ini. Ace Attorney juga diadaptasi menjadi film live action dan anime, juga serial manga, drama CD, bahkan stage play musikal.

The-Great-Ace-Attorney-2-3

Kesempatan Bertemu Sherlock Holmes Jepang dalam The Great Ace Attorney!

Hanya di sini kalian bisa temukan Sherlock Holmes digambar dengan desain anime!
Baca Juga

Salah satu ciri khas Ace Attorney adalah sesi ruang pengadilan, dimana kalian mengendalikan pengacara Phoenix Wright, Mia Fey, Apollo Justice dan Athena Cykes, dalam menyelidiki kasus serta menggunakan hasil penyelidikan untuk membela klien mereka di ruang sidang.

Duniaku Network adalah media partner resmi #TokyoGameShow untuk Indonesia.


SHARE
Previous articleGod Eater Online, Game Online Gratisan untuk HP yang Ngajak Kalian Berburu Monster
Next articleTrailer DLC Battlefront Death Star Bawa Kembali Nostalgia Episode IV!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.