Maaya Uchida Berikan Tips untuk Fans yang Ingin Menjadi Seiyuu

Maaya Uchida

Selama perhelatan event Anime Festival Asia Indonesia (AFAID) 2016 pada tanggal 16 hingga 18 September 2016 kemarin, hadir salah satunya adalah seorang seiyuu yang cukup populer di negara asalnya, yaitu Maaya Uchida. Seiyuu yang akrab dipanggil dengan Mayayan ini banyak berperan dalam berbagai anime-anime populer, seperti Ranko dalam Idolm@ster Cinderella Girls, Rikka dalam Chuunibyou demo Koi ga Shitai!, Misa dalam Charlotte, Hiyori dalam Noragami, dan Ayame dalam Kotetsujou no Kabaneri. Di sela-sela kesibukannya menghadiri event AFAID 2016 sebagai bintang tamu, Mayayan juga menyempatkan diri ngobrol dengan kru Duniaku tentang pekerjaannya dan juga impresinya tentang Indonesia. Bagaimana kisahnya? Yuk simak di sini!

Q: Anda adalah salah satu orang yang terkenal di anisong. Bagaimana rasanya bekerja di dunia anisong?

Maaya Uchida: Dalam industri anisong, ada banyak sekali lagu yang muncul setiap tahunnya, ini adalah industri yang sangat kuat.

Untuk live nya sendiri baru, saya baru pertama kali di indonesia, tetapi melalui fans-fans anime, saya merasakan panasnya hype dari para fans.

Q: Anda adalah seorang artis yang multitalenta: seiyuu, menyanyi dan akting. Jika anda harus memilih, yang mana yang akan anda lebih fokuskan?

Maaya Uchida: Kalau misalnya harus konsen ke 1 hal, saya akan memilih menjadi seiyuu. Berkat menjadi seiyuu lah saya dapat masuk ke industri anime dan game, yang memungkinkan saya untuk akting dan bernyanyi. Maka karena itu, saya akan kembali menjadi titik awal tentang semua ini, yakni seiyuu.

Q: Maaya Uchida sangat terkenal sebagai seorang seiyuu dan penyanyi. Sebagai pembelajaran untuk fans-fans di Indonesia, apa sih hal yang paling penting yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang seiyuu ataupun penyanyi?

Maaya Uchida: Jadi, yang teramat penting itu adalah bagaimana cara kita menyampaikan hal-hal yang kita sukai. Jadi, kita harus fokus dan sangat terlibat pada apa yang kita suka. Pertama kali saya masuk ke industri ini juga karena saya suka dengan hal itu.

Q: Anda adalah fans berat dari video game. Mengingat banyak karakter anda sekarang ada di dalam game, bagaimana rasanya mendengar suara anda sendiri di game tersebut? Terlebih, berbeda dari anime, anda akan mengendalikan karakter anda sendiri.

Maaya Uchida: Saya senang sekali dapat memainkan karakter di dalam sebuah game, memainkan karakter sendiri merupakan cita-cita saya untuk menjadi seorang seiyuu. Awalnya saya merasa aneh, takut suara saya tidak cocok dengan karakter tersebut. Tapi setelah beberapa lama dimainkan akhirnya terbiasa, bahkan saya berpikir hal ini sangat luar biasa!

Q: Pada saat AFASG, anda pernah bilang akan berhenti menjadi seorang chuunibyou. Lalu, sekarang ini bagaimana?

Maaya Uchida: Berhenti apa ngga ya saya? Belum tuh sepertinya, masih ada. Tetapi, tidak berhenti jadi chuuni juga tidak apa-apa kan? Ini tetap menjadi bagian dari diri saya yang harus saya terima.

maaya-uchida

Q: Apakah alasan dan inspirasi anda untuk menjadi seorang seiyuu? Dan apa tantangan anda ketika menjadi seiyuu?

Maaya Uchida: Pertama-tama dikarenakan saya sangat suka dengan video game, dan ingin menjadi karakter di dalam game tersebut. Saya sempat berpikir untuk menjadi seorang seiyuu atau game developer, dan akhirnya  memilih untuk menjadi seorang seiyuu saja. Maka saya memutuskan untuk masuk ke sekolah tarik suara, dan mengikuti audisi untuk menjadi seorang seiyuu. Jika saya tidak menjadi seiyuu, saya pasti akan menjadi game developer.

Untuk tantangannya sendiri, dulu saya merasa dialog yang memerlukan suara cepat agak sedikit susah, ya, saya sampai perlu latihan untuk hal ini.

Q: Anda kan pernah terlibat dalam Akiba Ranger. Tertarik untuk akting lagi di show serupa atau drama atau tidak sih?

Maaya Uchida: Jika saat menjadi seiyuu kita tinggal membaca dialog dan memerankan, untuk akting, harus hafal sinerginya, terlebih lagi harus akting dan melihat mata orang lain. Untuk hal ini saya malah sering gagal, bahkan sampai menangis. Saya lalu berpikir, “saya tidak cocok ya dengan aktivitas ini.” . Jadi jika ditanya apakah saya ingin mencoba lagi, untuk saat ini sepertinya saya akan konsen menjadi seorang seiyuu dulu saja.

Q: Di dalam anime Hunter x Hunter anda memerankan Alluka Zoldyck. Apa kesusahan anda saat memerankan karakter tersebut? Lalu, siapa karakter favorit anda di anime tersebut?

Maaya Uchida: Saya awal-awal tidak tahu, Aluka ini seperti apa. Hint yang diberikan sangatlah sedikit, saya bahkan tidak tau apakah dia seorang cowok atau cewek. Untuk itu saya melakukan diskusi dengan staff mengenai karakter ini. Ini menjadi sebuah tantangan  dalam memerankan karakter tersebut.

Karakter favorit saya adalah Killua, kakak dari Alluka. Ini juga dikarenakan saya suka dengan Mariya Ise, seiyuu dari karakter tersebut. Pada saat rekaman bahkan Mariya Ise sering datang ke sebelah saya, berbisik kepada saya  dengan suara Killua untuk menyemangati saya. Isi dari satu studio tersebut adalah orang-orang yang suka dengan Hunter x Hunter jadi itu sangat menyenangkan.

Q: Apakah ini pertama kali anda ke Indonesia? Jadi, bagaimana kesan anda tentang kunjungan anda di Indonesia ini?

Maaya Uchida:Iya, ini pertama kali saya ke Indonesia.  Di luar perkiraan, Indonesia terasa nyaman, saya sempat mengira Indonesia akan panas banget. Bahkan outdoor juga nyaman, kelembapan udara berpengaruh untuk tenggorokan saya, dan kelembapan Indonesia lumayan nyaman dan cocok.


SHARE
Previous articleCEO Pokemon Company: “NX akan Mengubah Konsep Konsol Rumahan dan Handheld!”
Next articleDukung Team NXL> di Hari Kedua ZOWIE Asia eXTREMESLAND 2016!
Merupakan penggemar anime sejak SMP, dan terus berlanjut hingga sekarang bekerja. Belakangan ini suka memperhatikan dan ikut dalam konser-konser dari artis Jepang favorit. Saat ini bekerja sebagai Graphic Designer, yang menurutnya cukup asik dilakukan karena seperti bekerja sambil bermain. Kairi juga seorang gamer dan genre favoritnya adalah RPG. Sebagai salah satu kontributor untuk majalah Zigma dan Omega, menulis merupakan caranya membagi informasi kepada orang lain tentang hal-hal yang disukainya dengan lebih informatif, dari segi pandang seorang penggemar.