Review Deepwater Horizon – Drama Bencana Berdasar Kisah Nyata!

Deepwater Horizon' film - 2016

Deepwater Horizon adalah film bencana berdasarkan bencana ledakan pengeboran minyak di Teluk Meksiko. Baguskah? Simak saja reviewnya ini!

Sinopsis

Yang rajin mengikuti berita mungkin sudah dapat menduga kisah filmnya sejak membaca judulnya. Deepwater Horizon menampilkan sejumlah tokoh yang terlibat dalam pembangunan, pemeriksaan, dan pengoperasian kilang minyak lepas pantai bernama sama, di Teluk Meksiko.

Petinggi dari perusahaan minyak BP mencoba untuk mendorong pengeboran minyak, meski kilang yang dimaksud belum sepenuhnya siap. Ada 300 lebih masalah dari berbagai sektor, termasuk telepon. Penguatan semen dihentikan paksa sebelum dilakukan. Tapi kerugian dari pembangunan kilang ini, dan bayang-bayang akan uang, mendorong beberapa orang untuk melakukan kesalahan, yang berujung pada sebuah tragedi nyata.

Film Bencana yang Menggigit

deepwater-horizon-02

Samuel L. Jackson: SHIELD akan Kembali ke Marvel Cinematic Universe

Pemeran Nick Fury ini menyampaikan kalau organisasi SHIELD akan kembali ke Marvel Cinematic Universe! Apakah untuk melawan Thanos?
Baca Juga

Mendengar kata film bencana, mungkin yang akan langsung terlintas di benak pembaca adalah 2012Day After Tomorrow, atau bahkan Independence Day. Semuanya karya Roland Emmerich. Bagi penulis pribadi, film-film ini kurang sukses menyajikan kengerian dari sebuah bencana.

Memang, ada banyak efek-efek canggih yang menampilkan monumen-monumen terkenal runtuh, atau jutaan orang mati. Tapi pada akhirnya film-film ini dengan egois hanya menyorot satu-dua orang saja. Saat filmnya kemudian berakhir, konsekuensi kehancuran sering diabaikan hanya untuk memperlihatkan para protagonis yang selamat berdiri menyongsong harapan baru.

Berdasarkan kisah nyata, Deepwater Horizon mengambil pendekatan yang jelas berbeda. Walau lebih didramatisir, kamu akan melihat bagaimana sekumpulan orang bereaksi dari kecelakaan yang begitu dahysat dan mendadak. Jumlah korbannya mungkin tidak mencapai jutaan, tapi setiap korban mendatangkan rasa sakit pada tokoh-tokohnya.

Film ini pun secara strategis memperkenalkan banyak karakter utamanya sebelum bencana terjadi. Jadi saat segala sesuatunya mulai kacau, kamu-kamu yang menyaksikannya harus cemas saat orang-orang normal ini menatap ajal. Kamu tidak mengikuti insiden Deepwater Horizon di dunia nyata? Lebih bagus, karena dengan begitu kamu tidak yakin siapa saja tokoh-tokoh film ini yang akan selamat.

Akting dan Visual yang Bagus

deepwaterheader

Mark Wahlberg terkadang main di film jelek. Tapi, seperti yang ia tunjukkan di The Departed, Wahlberg memiliki potensi akting yang sangat bagus bila ia main di film yang tepat. Deepwater Horizon ini pun sekali lagi menunjukkan kemampuan akting bagus dari Wahlberg, meski kalau kamu mengenal seperti apa wujud asli Mike Williams yang ia perankan, Wahlberg jelas terlalu tampan.

Aktor senior seperti Kurt Russell dan John Malkovich juga menunjukkan kekuatan akting mereka lagi. Russel menyajikan Jimmy Harrell, petinggi kelompok pengeboran yang kebapakan dan memimpin dengan baik. Russell bisa menyajikan karakternya dengan simpatik, hingga sejak ia pertama muncul kamu bisa jadi langsung memerhatikan gerak-geriknya sepanjang film.

Sementara itu Malkovich memerankan Don Vidrine, petinggi BP yang di sini diperlihatkan menjadi salah satu dalang bencana. Malkovich berhasil menunjukkan pesona eksentriknya, dan juga karakter yang mudah untuk dibenci, tapi pada akhirnya hanya korban dari situasi yang tak dapat ditebak.

Deepwater Horizon juga memiliki visual yang sangat bagus. Hal ini akan kamu lihat terutama dalam perjalanan Mike dan rekan-rekannya untuk memasuki kilang minyak. Kamu akan melihat panorama darat yang bagus, hingga rekreasi kilang yang detil. Bahkan saat segala sesuatunya menjadi kacau pun visualnya tetap menarik, meski kali ini jadi sangat mencekam.

Kesimpulan

Film bencana yang sangat menggigit, dengan visual menarik dan karakter-karakter yang mengundang simpati. Deepwater Horizon mungkin bukan film yang akan membuat kamu merasa gembira setelah menyaksikannya, tapi film ini cukup kuat untuk dapat memberikanmu hiburan kelam yang mengingatkan akan insiden besar di tahun 2010 lalu.

REVIEW OVERVIEW
Skor Film
80 %

SHARE
Previous article6 Jagoan Tokusatsu Menggunakan Kartu Sebagai Senjata, Siapa yang Terkuat?
Next articlePengenalan Klub LEGO Indonesia, Komunitas LEGO Pertama Indonesia!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.