Smartphone Terakhir BlackBerry Ini Bisa Menjadi Android Terhebat di Tahun Ini!

Spesifikasi BlackBerry DTEK60

Resmi Berakhir, Smartphone BlackBerry Buatan Indonesia Diproduksi oleh Tiphone

BlackBerry resmi menghentikan produksi smartphone BlackBerry mereka, dan meng-outsource ke pihak luar. Di luar dugaan, perusahaan yang digandeng BlackBerry untuk merakit ponsel tersebut ternyata dari Indonesia.
Baca Juga

Di tengah kabar tak sedap bahwa BlackBerry bakal menyerah dan berhenti memproduksi smartphone, saat ini mereka juga akan segera mengungkapkan smarphone BlackBerry ber-OS Android ketiga, yang nantinya bakal disebut sebagai BlackBerry DTEK60. Meskipun belum dikonfirmasikan resmi, namun kemarin sudah banyak bermunculan seperti apa desain BlackBerry DTEK60 mengikuti BlackBerry PRIV yang sudah dijual sejak akhir tahun lalu, dan DTEK50 yang dirilis bulan lalu, namun tidak seperti PRIV, BlackBerry DTEK60 menyasar pasar menengah.

Smartphone Terakhir BlackBerry
Speaker ganda, kamera dengan sensor besar, sensor sidik jari ada di bawahnya, dan tombol khusus di sisi kanan… Desainnya beneran mirip smartphone Alcatel Idol 4S!

Ini yang Perlu Kalian Ketahui dari BlackBerry DTEK60, Versi Ekonomis BlackBerry Priv

Bakal dijual lebih murah dari BlackBerry Priv, spesifikasi BlackBerry DTEK60 dengan CPU Snapdragon terbaru ini ternyata justru lebih gahar!
Baca Juga

Melihat desainnya, sepertinya mirip seperti BlackBerry DTEK50, namun lebih kompak. Dan seperti sebelumnya, dan mungkin ini juga tanda-tanda BlackBerry bakal sepenuhnya mundur dari bisnis smartphone, sebenarnya BlackBerry DTEK50 dan BlackBerry DTEK60 bukan mereka yang memproduksi, melainkan sebuah vendor asal Cina, TCL (yang kita kenal melalui merk Alcatel di Indonesia) bertindak sebagai perakit kedua BlackBerry DTEK. Bahkan pada kenyataannya BlackBerry DTEK60 ini juga menjadi sekadar permak ulang dengan beberapa perbedaan luarnya saja dari Alcatel Idol 4S.

Kemudian untuk spesifikasinya, apa yang sudah kami ketahui seperti layarnya berpenampang 5.5-inchi dengan resolusi Quad HD (2560 x 1440-pixel, menghasilkan kerapatan pixel 534-ppi), ada RAM 4GB, chipset terkencang saat ini, Qualcomm MSM8996 Snapdragon 820, dengan prosesor Quad-Core 64-bit (2+2 Kryo 2.15GHz / 1.6GHz), GPU Adreno 530 dengan kecepatan 624MHz, kamera utama 21-megapixel, kamera depan 8-megapixel, internal storage 32GB, port USB Type-C, baterai 3000-mAh dengan fast-charging Quick Charge 3.0, dan juga sensor sidik jari.

Membaca spesifikasinya tersebut, seharusnya masuk ke kelas atas ya. Namun BlackBerry sudah berkaca dengan “tidak terlalu suksesnya” penjualan BlackBerry Priv, dan mereka akan menjual smartphone yang harusnya masuk kelas atas ini dengan harga menengah. Belum diketahui berapa harganya, namun kabarnya, smartphone yang rumornya akan diumumkan 11 Oktober 2016 mendatang ini bakal dijual sekitar Rp6.9 jutaan. Well, masih masuk kelas atas sih, namun setidaknya juga lebih murah dibandingkan BlackBerry Priv.

alcatel-idol-4s-1 alcatel-idol-4s-2 alcatel-idol-4s-3

Namun ada lagi yang menarik dari BlackBerry DTEK60 ini. Jika benar keseluruhan spesifikasinya diadaptasi dari Alcatel Idol 4S, maka ada kemungkinan kalian juga akan mendapatkan dual speaker stereo menghadap depan dari JBL (di sisi atas dan bawah layar ala Lenovo K4 Note, yang sangat pas ketika digunakan dengan headset VR), dan juga teknologi audio Waves, selain dukungan mode VR yang memungkinkannya digunakan bersama kacamata VR untuk menikmati konten virtual reality. Spesifikasinya lengkap ya, dan semoga saja smartphone terakhir BlackBerry ini juga akan menggunakan layar AMOLED seperti Alcatel Idol 4S.

Sumber gambar: Winfuture


SHARE
Previous articleMengenang Jasa Fear, Gamer Yang Telah Mengubah Cara Bermain Dota!
Next articleInilah Komentar Zai Tentang Perubahan Evil Geniuses Yang Sangat Cepat
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.