Samsung Konfirmasikan Galaxy A8 2016, Alternatif Galaxy Note 7, Harga Lebih Terjangkau

Galaxy A8 2016

Tahun 2014 lalu, Samsung memperkenalkan seri Galaxy Alpha, wakil mereka untuk tren kompetisi mencari Android tertipis, sekaligus juga tampak berkelas. Galaxy Alpha hadir mewakili pilihan flagship baru pada kelas premium, mengajukan desain yang langsung membuat siapa saja mengenalinya sebagai sebuah Galaxy, dengan material casing metal yang kokoh, dan tentu saja, tampak mahal dan begitu menawan. Tidak lama kemudian, di awal tahun 2015, Samsung memperkenalkan varian baru, Galaxy A, dengan kemunculan tiga seri sekaligus, Galaxy A3, Galaxy A5 dan Galaxy A7, yang kemudian dilanjutkan dengan seri terkuatnya, Galaxy A8 pada akhir tahun 2015 lalu. Dan seperti vendor lainnya, setelah setahun smartphone tersebut eksis di pasaran, kita mendapatkan penerusnya, Galaxy A8 2016.

Bukan Sekadar Pelengkap Fashion, Samsung Galaxy A (2016) Bisa Buatmu Lebih Fashionable

Akhiri pencarian kalian, ini "pasangan" Android yang paling tepat... tubuh yang langsing, muka yang gak ngebosenin, dia begitu cantik luar dalam, sekaligus bisa diandalkan!
Baca Juga

Seperti seri Galaxy A lainnya, Galaxy A8 2016 mempertahankan keunggulan yang dimiliki Galaxy Alpha, desain yang cantik dan premium dengan desain unibody (menyatu), material metal, tubuh yang ramping, dan lapisan bak kaca di sisi belakang, membuat para pengguna yang khususnya lebih sadar fashion, merasa lebih pede selama menggunakan jajaran seri Galaxy A ini. Galaxy A langsung identik sebagai smartphone yang worth it bagi gadgeter berjiwa dinamis, yang mencari Android dengan desain yang tidak hanya fashionable, namun juga mempertimbangkan spesifikasi tinggi untuk menunjang semua aktivitas kerja sekaligus sebagai sarana hiburan.

galaxy-a8-2016-5

Galaxy A8 2016 sendiri hadir tidak dengan hingar bingar event besar. Samsung mengkonfirmasikannya akhir September 2016 kemarin di Korea Selatan, dan saat ini langsung dirilis di negara asalnya. Ukuran tubuhnya yang masif dengan dimensi layar lebar (meskipun bukan yang terlebar diantara jajaran seri Galaxy A, masih ada Galaxy A9 dengan layar 6-inchi), mencapai 5.7-inchi, menjadikannya sebuah opsi yang menarik bagi mereka yang masih paranoid dengan Galaxy Note 7 (yang juga berlayar 5.7-inchi). Tentu saja, membeli Galaxy A8 2016 tidak berbonus baterai yang bisa meledak.

Spesifikasi Galaxy A9 Buktikan Jika Samsung Ga Cuma Bisa Buat Android yang Nanggung!

Biasanya, mereka menjual Androidnya kelewar mahal, walaupun spesifikasinya pas-pasan... Namun khusus Galaxy A9 ini, Samsung membuktikan mereka juga bisa lahirkan Android yang cakepnya luar dalam...
Baca Juga

Beberapa fitur menarik yang diberikan Samsung di sini, selain layarnya yang lebar dengan resolusi Full HD dan material Super AMOLED, kalian juga mendapatkan memory RAM 3GB LPDDR4, internal storage 32GB dan chipset Exynos 7420 dengan prosesor octa-core (4×2.1 GHz Cortex-A57 dan 4×1.5 GHz Cortex-A53), dan dipadukan dengan GPU Mali-T760 MP8 (delapan-core) dengan kecepatan 772 MHz. Mesin tersebut memang bukan yang terkuat, namun Samsung menggunakannya untuk jajaran flagship mereka, Galaxy S6 dan Galaxy Note 5.

galaxy-a8-2016-3

Di sisi fotografi, ada kamera utama 16-megapixel, yang tidak lain merupakan modul yang sama yang mereka gunakan pada Galaxy S6 dan Galaxy Note 5. Bedanya di sini, ada kamera depan 8-megapixel, yang terbesar untuk selfie di kelas Galaxy Samsung, sekaligus menempatkan smartphone ini ke pasar para penggemar swafoto tersebut. Sisanya, ada layar Always On yang mulai dipopulerkan Samsung melalui Galaxy S6, sensor sidik jari pada tombol Home, slot kartu microSD yang hybrid untuk varian dual SIM-nya, langsung menjalankan Android 6.0.1 Marshmallow dengan polesan antar muka baru Samsung, Grace UX (yang memiliki tampilan baru dan seharusnya, mulai diperkenalkan dengan Galaxy Note 7), serta mendapatkan sumber tenaganya dari baterai berkapasitas 3300-mAh, yang sama seperti Galaxy A7 2016.

galaxy-a8-2016-7

Ini Hikmah yang Bisa Dipetik dari Kasus Galaxy Note 7 Meledak di Seluruh Dunia!

Dibalik musibah yang memaksa Samsung keluar duit cuma sekitar Rp13 trilyun ini, ada beberapa hikmah yang bisa dipetik... Yang jelas, bukan untuk "selingkuh" dan beralih ke merk lain lho ya!
Baca Juga

Samsung sendiri baru menjualnya di negara asalnya, dengan harga sekitar Rp7.5 jutaan, atau lebih mahal dibandingkan ketika Galaxy A8 2015 pertama kali dijual di Indonesia di kisaran Rp6.5 jutaan. Belum ada pengumuman dari Samsung apakah Galaxy A8 2016 dijual di Indonesia juga seperti varian tahun sebelumnya.

Spesifikasi Samsung Galaxy A8 2016

  • Chipset: Samsung Exynos 7420 Octa
  • Prosesor: 64-bit Octa-core (4×2.1 GHz Cortex-A57 & 4×1.5 GHz Cortex-A53)
  • GPU: Mali-T760MP8 772 MHz
  • Memory: 3GB RAM
  • Operation System: Android 6.0.1 Marshmallow
  • Memori Internal: 32GB
  • Memori Eksternal: MicroSD (hingga 256GB)
  • Layar: 5.7-inchi Super AMOLED Full HD 1080 x 1920 pixel dengan kerapatan pixel 386-ppi
  • Dimensi: 156.6 x 76.8 x 7.2 mm
  • Berat: 182 gram
  • Kamera Utama: 16-megapixel, dengan bukaan lensa f/1.9, autofocus, LED flash, merekam video hingga resolusi Full HD
  • Kamera Sekunder: 8 MP, f/1.9, merekam video hingga resolusi Full HD
  • Konektivitas: Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac (dual-band, WiFi Direct, hotspot), Bluetooth v4.2 (dengan A2DP EDR LE), GPS dengan A-GPS (mendukung GLONASS/Beidou), NFC, microUSB v2.0 mendukung USB OTG dan USB Host
  • Sensor: Fingerprint, accelerometer, gyro, proximity, compass
  • Jaringan: Dual SIM mendukung kecepatan 4G LTE
  • Baterai: 3300 mAh (non-removeable)
  • Opsi Lain: Ada Radio FM (sesuatu yang sudah kerap dibuang di dalam Android Samsung akhir-akhir ini)
  • Warna: Pearl White, Midnight Black, Champagne Gold, Mint

Sumber: SKTelecom


SHARE
Previous articleMitsuki Bisa Dimainkan di Video Game Boruto! Bagaimana dengan Kawaki?
Next articleTernyata Ini Hubungannya Luke Cage dan Avengers!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.