Review Luke Cage – Captain Americanya Wilayah Harlem!

Trailer Baru Luke Cage

Bagaimana kualitas dari serial Netflix terbaru dari Marvel ini? Simak saja review Luke Cage ini untuk mengetahui jawabannya!

Sinopsis

Berlanjut dari petualangannya di Jessica Jones, Cage memutuskan untuk menghilang dari Hell’s Kitchen. Tapi ia belum meninggalkan New York. Ia hanya pindah distrik ke Harlem, daerah yang berjarak 18-20 menit perjalanan dengan mobil.

Cage masih mencoba untuk hidup bersembunyi, mengingat statusnya sebagai pelarian. Tapi lambat laun dirinya mulai terseret ke dalam konflik geng dunia hitam Harlem, yang berpusat ke Cornell “Cottonmouth” Stokes, seorang gangster karismatik. Apakah ia akan memutuskan untuk terlibat? Kalau iya, akankah ia berhasil keluar dari konflik ini dengan selamat?

Superhero Ideal di Dunia yang Kelam

Jessica Jones Episode 3 - Luke Cage

Galeri Foto Indonesia Comic Con 2016 – Kumpulan Foto Cosplayer ICC 2016

Inilah kumpulan foto cosplayer ICC 2016 yang berhasil ditangkap oleh kru Duniaku selama berlangsungnya acara!
Baca Juga

Menurut judul review Luke Cage ini, pahlawan terbaru Marvel Netflix ini adalah Captain Americanya Harlem. Kenapa harus Captain America? Kenapa bukan misalnya, Iron Man, atau Hawkeye, atau Thor, atau bahkan Hulk?

Captain America adalah gambaran pahlawan super yang ideal. Dia memiliki penampilan atraktif, naluri keadilan tinggi, dan cacat-cacat kepribadiannya bukan jenis yang akan membuatnya lebih pantas dianggap anti-hero. Luke Cage pun begitu.

Kelemahan karakter Luke Cage mungkin hanya dia, awalnya, mencoba menjauhi masalah. Tapi begitu dia aktif beraksi, terlihat sekali pendekatan yang ia ambil berbeda dari rekannya sesama vigilante, Matt Murdock alias Daredevil.

Lihat korban-korban Matt. Daredevil mungkin tidak membunuh, dan akan berupaya menghalangi Punisher untuk membunuh bila mereka kerja sama, tapi korban-korbannya bisa masuk rumah sakit hingga satu bulan karena dihajar habis-habisan. Luke, dengan kekuatan supernya, bisa membuat cidera yang lebih parah. Tapi ia selalu menahan diri, menyelesaikan pertarungan secepat mungkin.

Daredevil menampilkan perjuangan seorang anti-hero dengan tendensi brutal. Jessica Jones adalah thriller psikologis. Luke Cage adalah studi bagaimana pahlawan mulia khas Marvel beraksi di dunia yang lebih kelam. Dimensi menarik yang memang belum dieksplor sejauh ini, dan sukses memberi rasa berbeda.

Di Bawah Bayang-Bayang Daredevil dan Jessica Jones

Trailer Daredevil Part II - Daredevil new costume

Salah satu masalah Luke Cage adalah serial ini terikat dengan Daredevil dan Jessica Jones. Memang, seperti ditulis di uraian review Luke Cage di atas, serial ini masih bisa membedakan dirinya sendiri. Namun sulit untuk tidak membandingkannya dengan dua judul pendahulu.

Dan pada akhirnya, Luke Cage tidak sepenuhnya sukses mengungguli kedua serial tersebut. Salah satu alasannya mungkin adalah konflik yang tak sememikat judul-judul sebelumnya. Antagonisnya, meski semua disajikan karismatik, tak ada yang bisa mencapai level Kilgrave dan Kingpin. Di beberapa bagian, konfliknya terasa diulur-ulur. Padahal serial ini lebih mengambil pendekatan Daredevil season 2 ketimbang Jessica Jones dalam menyajikan konflik.

Mudah membangun konflik untuk seseorang yang, bahkan dengan kekuatan supernya, harus bertarung layaknya manusia biasa – Daredevil. Mudah membangun konflik saat musuh yang harus dihadapi kekuatannya benar-benar di luar nalar – Jessica Jones, dan konfliknya dengan Kilgrave. Luke Cage adalah seorang pria super yang “hanya” dihadapkan dengan kriminal biasa, hingga menjelang akhir. Terkadang, konflik terasa berlarut-larut karena tokoh-tokoh di dalamnya seakan sepakat untuk bertindak bodoh.

Kualitas Musik dan Visualnya Memikat

Luke Cage - Cottonmouth Stokes

Membawa kisah Cage keluar dari Hell’s Kitchen adalah sebuah keputusan tepat. Setelah Jessica Jones dan Daredevil, panorama dari wilayah yang satu itu mungkin sudah terlalu familier untuk penonton.

Kini, kamu akan diperlihatkan Harlem yang benar-benar disyuting di Harlem. Walau nuansa ceritanya kelam, pemandangan Harlem – terutama di saat siang – disajikan dengan menarik, diisi dengan lika-liku penduduk di dalamnya.

Kalau kamu fan musik hip hop, Luke Cage juga akan jadi tontonan yang enak banget. Didukung oleh musik-musik dari Method Man, Wu-Tang Clan, Jidenna, dan banyak lagi, bisa dibilang Luke Cage adalah seri Netflix dengan musik paling menonjol sejauh ini. Setiap lagu terasa dipilih dengan seksama, agar bisa membaur sempurna ke ceritanya.

Kesimpulan

Kesimpulan dari review Luke Cage ini? Ini adalah serial kuat, yang menyajikan pendekatan realistis menjurus sinis tentang bagaimana efek superhero sungguhan di dunia nyata. Sayangnya, seri ini kurang satu-dua sentuhan yang menghalanginya untuk menyalip pendahulunya, yakni Daredevil dan Jessica Jones. Tetap saja, ini tontonan yang menarik untuk kamu coba. Terutama kalau kamu fan Marvel.

REVIEW OVERVIEW
Skor Serial
75 %

SHARE
Previous articleMessenger Lite, Solusi Chatting Facebook untuk HP Jadul dengan Paket Internet Terbatas
Next articlePrediksi Defenders – 5 Kemungkinan Terheboh untuk Avengersnya Netflix
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.