Review Masquerada: Songs and Shadows – RPG dengan Misteri Memikat

review-masquerada-songs-and-shadows

Dalam review Masquerada: Songs and Shadows ini, Duniaku akan membahas game RPG dengan kisah misteri yang sangat memikat dan gaya visual menarik!

Sinopsis

Cicero Gavar adalah seorang Inspettore – penyelidik – yang diasingkan karena skandal yang melibatkan saudaranya. Diiming-imingi bayaran yang sangat besar, ia akhirnya kembali ke kota yang mengasingkannya. Namun tanpa ia sadari, panggilan tugas ini justru membuatnya terjerat ke dalam konspirasi, di mana semua orang yang terlibat – bahkan dirinya sendiri – menyembunyikan sesuatu.

Plus Minus dari Sebuah Game Linear

review-masquerada-01-min

Untuk pembahasan gameplay dalam review Masquerada: Songs and Shadows ini, satu kata yang tepat menggambarkan gamenya adalah linear. Mengingat ini adalah game RPG yang berasal dari barat, kamu mungkin akan mengira game ini memiliki unsur-unsur khas RPG barat seperti misalnya karakter yang blank dan plot yang bercabang-cabang.

Ternyata kamu tidak akan menemukan itu di Masquerada. Game ini sangat linear. Kamu bahkan tidak bisa mengakses tempat yang tak seharusnya kamu akses, atau bicara dengan orang yang tak seharusnya kamu ajak bicara. Ada alur yang akan membimbingmu dari awal hingga akhir, dan kamu harus mengikutinya.

Apakah itu buruk? Mungkin untuk fan game yang menampilkan kebebasan absolut seperti Elder Scrolls akan kecewa. Tapi justru fan game RPG Jepang, yang juga cenderung linear dalam menyajikan plot dan karakter, bisa lebih menikmati game ini.

review-masquerada-02

Pendekatan linear memang akan menghambat kamu dalam role playing serta mengurangi hasrat untuk mengulang permainan dari awal. Tapi pendekatan ini juga bisa menyajikan hal-hal seperti perkembangan karakter dan penyajian plot dengan jauh lebih efektif, karena minim atau tidak adanya jalur yang bercabang.

Masquerada: Songs and Shadows menyajikan hal itu. Setiap karakter, termasuk Cicero, seluruh party member yang kamu rekrut, juga NPC, dibangun dengan baik. Meski kamu tidak membaca lore-lore yang kamu peroleh dalam permainan pun kamu akan mengenali kira-kira siapa orang-orang ini, bagaimana sifat mereka, dan apa yang mereka inginkan.

Masquerada juga menyajikan plotnya dengan sangat baik. Saat kamu mengikuti prolog, kamu akan menyimak tragedi yang akhirnya mempengaruhi karakter-karakter di cerita utamanya. Untuk cerita utama, sejak awal kamu sudah akan dicengkeram oleh misteri yang semakin lama semakin menggigit.

Linear mungkin bukan sesuatu yang dipandang dengan baik. Tapi menurut review Masquerada versi Duniaku ini, Witching Hour Studio berhasil memanfaatkan linearnya game mereka untuk menyajikan plot yang maksimal.

Seperti Menonton Animasi Don Bluth

Hal selanjutnya yang akan disorot oleh review Masquerada ini adalah grafis dan visual. Masquerada memiliki grafis cel shaded yang menyajikan kesan animasi. Dipadukan dengan desain karakternya yang unik, kamu bisa merasa seperti sedang menonton film dari animator barat legendaris: Don Bluth. Orang yang dulu menggarap Anastasia.

masquerada-03

Indonesian Train Simulator – Simulasi Kereta Indonesia Buatan India!

Indonesian Train Simulator adalah game simulasi kereta Indonesia yang dibuat studio India. Gimana sih kualitasnya? Ini dia bahasannya!
Baca Juga

Gaya visual yang menarik ini juga digunakan untuk menyajikan latar yang unik. Dunia di Masquerada bukan sekedar dunia RPG generik. Witching Hour Studio menyajikan kisah yang berlandaskan pada budaya Venesia. Setiap istilah, gaya berpakaian, hingga desain arsitektur di dalam game ini tampaknya dilandaskan pada gaya Venesia atau Italia keseluruhan, menyajikan visual yang lain dari yang lain.

Masquerada juga memiliki keunggulan dari segi musik. Sejak awal kamu mulai memainkan game ini, musik bergaya Opera yang mengalun akan mencuri perhatianmu. Musik-musik dari game ini memang mampu membantu menyajikan atmosfer yang menarik.

Secara keseluruhan, gabungan musik dan visual ini memang membuat kamu merasa seperti menonton animasi barat dengan cerita yang dalam dan epik.

Gaya Pertarungan Ala Dragon Age: Origins

review-masquerada-04

Sempat Menjadi Game Fenomenal, Begini Nasib Pokemon GO Sekarang

Sempat dinobatkan sebagai game fenomenal yang hampir menghipnotis seluruh masyarakat dunia, bagaimana nasib Pokemon GO sekarang?
Baca Juga

Gaya bertarung di Masquerada menyerupai game Dragon Age: Origins. Setiap karakter memiliki AI sendiri, yang akan mengendalikan kelakuan mereka di dalam pertempuran. Kamu bisa mengatur AI ini, atau bahkan mematikannya.

Masing-masing party member juga memiliki skill berbeda-beda, yang dapat kamu pelajari menggunakan skill point yang kamu peroleh setelah pertarungan-pertarungan tertentu. Pastikan kamu sudah mempelajari dulu makna dari setiap skill dan cara paling efektif menggunakan AI, kalau tidak kamu akan melihat para pahlawanmu K.O. di setiap pertempuran.

Kesimpulan

Kesimpulan dari review Masquerada: Songs and Shadows ini adalah… game ini sangat memikat. Kalau saja gamenya menawarkan kebebasan lebih dalam bermain, nilainya mungkin akan lebih tinggi. Tapi dengan visual unik, musik yang memukau, dan cerita serta karakterisasi yang memikat, ini adalah game yang tidak boleh dilewatkan. Terutama untuk gamer RPG yang lebih mengutamakan kualitas cerita dari kebebasan bermain.  

REVIEW OVERVIEW
Skor Game
80 %

SHARE
Previous article10 Kartu Terbaik di Clash Royale dari Update dan Meta Terbaru
Next articleOlimpiade Dolanan Anak, Siap Lestarikan Mainan Tradisional Anak yang Hampir Punah
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.