Borrowed Time – Animasi yang Sangat Kelam dari Animator Pixar

Borrowed Time – Animasi yang Sangat Kelam dari Animator Pixar


borrowed-time-pixar

Borrowed Time adalah animasi yang digarap dua animator Pixar di kala senggang. Hasilnya adalah film yang jauh lebih kelam dari karya Pixar. Seperti apa?

Dengan durasi yang kurang dari enam menit, Borrowed Time sukses menyajikan kisah yang sangat kelam bila dibandingkan karya-karya Pixar. Bagaimana tidak? Sejak momen awal film pun ada kesan kalau tokoh utama film ini hendak bunuh diri, sebuah topik yang terlalu berat untuk disajikan dalam animasi semua umur.

Film ini juga menyajikan cipratan darah; sesuatu yang absen dari hampir semua animasi mainstream barat. Selain mengejutkan, penampakan darah itu juga memberi pukulan ekstra untuk tragedi yang disajikan.

Borrowed Time mengisahkan seorang sheriff tua yang mengunjungi kembali lokasi sebuah kecelakaan. Semakin jauh ia melangkah, semakin terungkap kalau kejadian di tebing itu memang melibatkan dirinya. Apa sebetulnya yang terjadi, dan bagaimana pria tua ini akan bertindak?

borrowed-time-short-film-970x545

Borrowed Time dikerjakan oleh dua animator Pixar, Andrew Coats dan Lou Hamou-Lhadj. Melihat kualitas filmnya, kamu mungkin mengira kalau ini adalah film yang mereka kerahkan dengan fokus penuh. Tapi itu tidak sepenuhnya tepat. Film ini benar-benar mereka kerjakan di kala senggang, saat mereka menggarap film seperti Brave dan Inside Out yang spektakuler itu.

Mengingat betapa besarnya skala pekerjaan Brave dan Inside Out, cukup mengagumkan Coats dan Hamou-Lhadj bisa menghasilkan karya yang sedemikian fantastis hanya dengan memanfaatkan sisa waktu mereka.

Coats dan Hamou-Lhadj mengerjakan film ini untuk menantang anggapan animasi hanya genre untuk anak-anak. Animator Jepang mungkin sudah lama tak terikat persepsi seperti itu, tapi tidak demikian halnya dengan studio dan penonton di barat. Hamou-Lhadj ingin menciptakan karya yang lebih fokus ke penonton dewasa, dan membuktikan animasi bisa menjadi medium untuk menyajikan kisah apapun.

Tidak hanya itu, Coats juga ingin mengutak-atik gaya film barat klasik. Mereka menyajikan seorang koboi tangguh di era Wild West, lalu memperlihatkan sisi emosionalnya dengan membawanya ke tempat yang berpengaruh untuknya.

Hasilnya? Yang tercipta adalah film barat tanpa aksi heroik yang berlebihan maupun keajaiban. Sejak awal hingga akhir, yang tersaji bagi penonton adalah seorang pria menghadapi tragedi di masa lampau, dan cara yang akhirnya ia ambil untuk menerima semua itu.

Dengan penyajian ekspresi yang mantap serta penyutradaraan yang baik, Borrowed Time benar-benar sukses menyajikan kisah yang emosional. Durasi singkat dan minimnya dialog benar-benar tak menjadi masalah. Kamu akan dibawa memahami apa yang mengawali semua kejadian ini, dan ceritanya kemudian diberi penutup yang cukup menyentuh. Sebuah animasi komplit dari tangan duo maestro.

 

Sumber: Slashfilm