Daripada Berburu Pokemon, Ahok Tawarkan Berburu Tikus di Jakarta dengan Upah Rp20 Ribu per Ekor!

berburu tikusDi tengah isu mengenai Pilkada Jakarta, baru-baru ini Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama atau biasa dipanggil Ahok mengeluarkan rencana menarik. Dalam sebuah wawancara, Ahok meyatakan bahwa akan ada program gerakan membasmi atau berburu tikus yang dilaksanakan di Jakarta.

Progam berburu tikus ini tak terlepas dari kekhawatiran Ahok terkait makin banyaknya tikus-tikus liar yang menjadi sumber penyakit belakangan ini dan akan mengancam kesehatan warganya, terutama anak-anak dan balita. “Terlalu banyak tikus. Karena dari dinas kesehatan kan, air kencing tikus segala macem membuat orang sakit. Apalagi musim hujan kan banyak air,” ujar Ahok seperti dilansir Detik.com.

Gerakan membasmi tikus ini sebenarnya tercetus pertama kali oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Namun sampai saat ini, wacana itu masih sebatas wacana dan perlu penggodokan yang lebih matang.

7 Karakter Anime yang Cocok Jadi Gubernur Jakarta Menggantikan Ahok

Tapi kalau kamu bingung siapa yang pantas, mungkin mereka inilah karakter anime yang cocok menjadi gubernur Jakarta. Mana yang paling pantas?
Baca Juga

Djarot pun menyarankan orang-orang yang beberapa waktu lalu terkena demam berburu Pokemon, untuk ikut serta dalam kegiatan yang lebih nyata seperti berburu tikus. Terlebih akan ada imbalan sebesar Rp20 ribu per ekor tikus yang ditangkap. “Dulu kan pokemon ngapain ke taman nyari Pokemen gitu ya, udah habis, nyata ini. Pokemon ini sudah habis sekarang kan, sudah nggak laku Pokemon ya, dulu cari Pokemon sampai ke mana-mana kan gitu kan ya, nah ini nyata, nyata bermanfaat, iya nggak?” ungkap Djarot sambil tertawa.

Dengan iming-iming upah yang lumayan itu, tentunya akan menarik minat para gamer Pokemon yang biasanya berburu Rattata untuk beralih berburu tikus yang benar-benar ada di dunia nyata. Terlebih popularitas Pokemon GO belakangan ini cenderung menurun. Bahkan dilansir dari situs SurveyMonkey Intelligence, Pokemon GO telah kehilangan lebih dari 3,9 juta pemainnya hanya dalam waktu satu minggu saja.

nasib-pokemon-goSalah satu faktor mengapa banyak sekali orang yang mulai meninggalkan Pokemon GO adalah gamer sudah mulai bosan dengan gameplay yang ditawarkan oleh Pokemon GO. Ya meskipun sampai sekarang pihak Niantic secara rutin melakukan update terbaru Pokemon GO, namun perubahan pada gameplay tersebut tidak terlalu masif sehingga menimbulkan rasa jenuh bagi para gamer.

Jika gerakan berburu tikus ini terelasasi, Ahok menuturkan bahwa program tersebut hanya akan berjalan satu kali. Pasalnya, Ahok takut program ini malah dimanfaatkan untuk meraup keuntungan. “Kalau itu dilaksanain terus menerus, nanti orang malah pelihara, jualan tikus,” lanjut Ahok.

Nah sepertinya cukup menarik program berburu tikus dari Pemkot DKI Jakarta ini. Kamu tertarik buat ikutan juga?

Diedit oleh Arya W. Wibowo


SHARE
Previous articleUpdate dan Event Perayaan 200 Hari EvilBane, Bagi Item Gratisan Setiap Hari
Next articleLima Fakta Film Jack Reacher: Never Go Back yang Kamu Harus Tahu
Penikmat anime detective. Fans Liverpool layar kaca