Nintendo Switch Lemah, Tidak Bisa Main Game Wii U dan 3DS, Baterai Tahan 3 Jam!

hardware Nintendo Switch

Nintendo Switch sebagai konsol unik terbaru garapan perusahaan mainan yang berbasis di Kyoto, Jepang, itu pastinya mendapat banyak harapan mengenai dukungannya terhadap konsol pendahulunya. Media gaming Jepang populer Famitsu pun mendapatkan jawabannya.

Perihal dukungan terhadap game Wii U dan 3DS atau fitur backward compatibility, Nintendo mengonfirmasikan bahwa hardware Nintendo Switch tidak didesain untuk mendukung baik disc game Wii U maupun cartridge 3DS. Tetapi mereka tidak menyangkal adanya kemungkinan untuk bisa mengunduh game-game tersebut, yang kemungkinan besar masih akan dilakukan melalui platform digital Virtual Console.

Kekurangan yang satu ini amat disayangkan, mengingat selama tiga generasi belakangan, semua mesin Nintendo memiliki backward compatibility — Wii U dengan Wii, dan Wii dengan Gamecuba; 3DS dengan DS, dan DS dengan Game Boy Advance. Langkah ini bisa dilihat antara sebagai salah satu rencana Nintendo mengasimilasikan konten Wii U dan 3DS di kemudian hari, atau suatu momen bagi Nintendo untuk memulai “awal yang baru”, terutama setelah ditinggalkan oleh mendiang Satoru Iwata.

hardware Nintendo Switch PS4 Pro Scorpio

Selayaknya PS4 dan Xbox One yang akan mengubah tatanan “generasi gaming” dengan pemutakhiran bertahap melalui PS4 Pro dan Project Scorpio, hardware Nintendo Switch agaknya mampu mengaburkan jarak antara mesin gaming konsol dan mobile.

Lalu saat ditanyakan Famitsu apakah hardware Nintendo Switch akan bisa memainkan game smartphone, Nintendo menolak menjawab. Melihat kesuksesan Pokemon GO, pasti ada yang berharap Nintendo bisa membawa konten smartphone ke konsol mobile-nya tersebut. Saya rasa bila mereka bisa mengintegrasikan mobile dan konsol, tidak hanya bisa membuka potensi konektivitas antar-platform yang menarik, tapi juga mendukung pertumbuhan aplikasi-aplikasi smartphone Nintendo yang sejauh ini hanya ramai pada beberap waktu saat rilisnya saja.

Pertanyaan Famitsu mengenai hardware Nintendo Switch pun ditutup dengan menanyakan daya tahan baterai, yang hanya dijawab dengan “perangkat tersebut dirancang agar pemain bisa memainkannya senyaman mungkin saat kamu tidak bisa menemukan sumber listrik.”

Di lain pihak, menurut informasi dari pihak Nintendo dan Ubisoft yang didapat oleh  LetsPlayVideoGames.com, Nintendo Switch rupanya memiliki daya tahan baterai “yang kurang baik,” dimana saat kondisi maksimal hanya mampu dipakai selama sekitar tiga jam saja! Batas waktu tersebut terdengar sangat kurang di telinga para gamers tentunya. Menurut data suatu penelitian saja, rata-rata waktu yang dihabiskan untuk bermain game oleh gamer Amerika saja sebanyak 6,5 jam, dua kali lipat lebih dari batas waktu penggunaan Nintendo Switch.

Untuk mengisi ulang baterai, maka Nintendo Switch harus dimasukkan ke dalam docking station-nya. Selain untuk tempat charge, docking station tersebut dikatakan akan memberikan daya tambahan agar game yang kamu mainkan bisa berjalan lebih mulus dibanding saat di mainkan secara mobile. Sudah tidak tahan lama, pengalaman main pun jadi tidak maksimal, ya. Kayaknya mobilitas hardware Nintendo Switch kurang berguna, nih!

Dengan terus mengalirnya berita-berita Nintendo Switch, saya merasa agak geli mengingat Nintendo sempat mengatakan akan tutup mulut perihal informasi konsol hibrida ini lebih jauh sampai tahun depan setelah trailer-nya rilis. Kita lihat saja kebenaran berita-berita ini bila tahun depan Nintendo menunjukkan taringnya kepada publik di salah satu pameran barang elektronik terbesar di dunia, Consumer Electronic Show (CES).

Sumber: Nintendo Life / Polygon

Diedit oleh Fahrul Razi