Segera Dijual, Google Daydream View Tawarkan Virtual Reality yang Nyaman

google-pixel-13

5 Fitur Paling WOW dari Google Pixel, Android Pertama yang Punya “Asisten Pribadi”

5 Fitur Paling WOW dari Google Pixel, Smartphone Pertama dengan Android 7.1
Baca Juga

Bersamaan dengan peluncuran dua Android terbaru Google, Pixel dan Pixel XL, Google juga mengkonfirmasikan perangkat baru untuk mendukung teknologi virtual reality yang saat ini juga mereka kembangkan untuk menjadi bagian internal OS Android 7 Nougat, yaitu Daydream View. Kacamata virtual reality tersebut diproduksi Google dengan mengedepankan kenyamanan dan kemudahan dalam penggunaan. Tidak heran jika mereka kini melapisi plastik luarnya dengan bahan kain yang lembut (bahan yang tidak pernah dibayangkan digunakan pada sebuah kacatama VR), agar benda yang langsung berhubungan dengan kulit wajah penggunanya ini terasa nyaman selama digunakan menikmati konten virtual reality.

google-pixel-19

Membongkar Spesifikasi Nintendo Switch! Benarkah CPU nVidia Ini Sekuat PS4?

Membongkar Spesifikasi Nintendo Switch! Benarkah CPU nVidia Ini Sekuat PS4? Harga Nintendo Switch Spec, Nintendo Switch vs PS4, Nintendo Switch vs Xbox One
Baca Juga

Dibandingkan kacamata VR Google sebelumnya yang berbahan karton, jelas Daydeam View memberi impresi peningkatan kualitas dan kemewahan. Bahkan Google juga membuatnya agar nyaman digunakan oleh pengguna yang berkacamata. Kemudian aspek kemudahan selama pengoperasiannya didapatkan ketika kalian hendak menggunakan Daydream View ini. Cukup dengan menempatkan smartphone yang akan berhubungan dengannya (secara wireless, dan hanya beberapa saja yang didukung pada awal penjualannya nanti) pada dudukannya, menutup covernya, dan kemudian antar muka VR yang muncul pada Daydream View ini otomatis menyelaraskan lensa dengan layar smartphone.

daydream-view-7

Ga Pake Mahal, Ini Dia Pilihan Kacamata VR Murah dengan Harga di Bawah 500 Ribu

Saat ini kacamata VR murah banyak ditemui dipasaran, mulai dari yang berbahan kardus hingga berbahan premium dengan harga yang fantastis.
Baca Juga

Kemudian juga tidak seperti kebanyakan headset VR yang beredar di pasaran, paket penjualan Daydream View juga menyertakan kontroler wireless-nya sendiri (bisa disimpan di dalam Daydream View ketika tidak digunakan). Kontroler ini mungil bentuknya, dan dilengkapi beberapa tombol. Mulai touchpad yang bisa ditekan, serta di bagian tengah ada dua tombol. Selain itu, juga ada sensor gerakan di dalamnya, yang menurut Google cukup akurat.

Google Sprayscape, Cara Mudah Membuat Video Virtual Reality Menggunakan Smartphone

Google Sprayscape, Cara Mudah Membuat Video Virtual Reality Menggunakan Smartphone, cara membuat video VR, harga kamera 360 termurah
Baca Juga

Untuk apa? Bayangkan seperti kontrolernya Nintendo Switch yang bisa dilepas, dan seakan menggantikan senjata pedang ketika kalian memainkan sebuah game Zelda. Ya, kita bisa berharap ada gaya permainan seperti itu menggunakan kontroler ini, bukan sekadar mengendalikan kursor untuk navigasi antar muka VR ketika menggunakan Daydream View.

Daydream View

Kemarin Google resmi memastikan kapan Daydream View ini bakal mulai dijual, yaitu 10 November 2016 mendatang dengan pilihan warna seperti Slate, Snow, dan Crimson. Awalnya baru akan dijual di Amerika Serikat, Jerman, Inggris Raya dan Kanada saja, dan menyusul kemudian di wilayah lain. Berapa harganya? Google mematok nilai sekitar Rp1 jutaan untuk Daydream View. Beberapa aplikasi dan game juga sudah bisa berinteraksi dengannya, diantaranya sebagai berikut:

• Hulu VR
• YouTube VR
• Star Chart VR
• WSJ VR
• Street Vi
• The Guardian
• FantasticBeasts
• NYT VR
• Danger Goat
• Hunters Gate
• Wonderglade
• Gunjack2: End of Shift
• Mekorama
• Need for Speed
• Home Run Derby

Belum Juga dapat Android 6, Google Sudah Melangkah ke Update Android 7.1

Belum Juga dapat Android 6, Google Sudah Melangkah ke Update Android 7.1, download Update Android 7.1, Update Android 6, cara Update Android 7.1
Baca Juga

Google Daydream sendiri merupakan penerus Google Cardboard. Melalui Android 7.0 Nougat Google mengintegrasikan Daydream, atau, sebelumnya dikenal sebagai Android VR, untuk memberikan pengalaman yang lebih baik ketika menyajikan konten virtual reality.

daydream-view-1 daydream-view-2 daydream-view-3

Demikian kalian para mobile gamer, bisa mendapatkan pengalaman game virtual reality langsung dari Google. Bahkan melalui update Android 7.0 Nougat juga mendukung VulkanTM, API render 3D terbaru yang dikembangkan agar bisa memaksimalkan semua core prosesor gadget.

Vulkan API merupakan Application Programming Interface grafis masa depan yang digadang-gadang bakal menggantikan peran OpenGL ES. Vulkan bakal fokus menangani grafis 3D dan game, dan memberikan kinerja yang tinggi sembari mendistribusikan kebutuhan komputing secara merata pada semua core CPU. Pendek katanya, kalian bisa memainkan semua game yang membutuhkan grafis tinggi lebih lama (baca: lebih hemat beterai untuk bermain game / olah grafis 4D).

daydream-view-5

Fitur Galaxy S7: Puaskan Mobile Gamer, Kualitas Grafisnya Setara PS4!

Fitur Galaxy S7: Puaskan Mobile Gamer, Kualitas Grafisnya Setara PS4! Spesifikasi Galaxy S7 ROOT guide, harga Galaxy S7 pre-order, benchmark Galaxy S7
Baca Juga

Vulkan sendiri merupakan API grafis 3D yang pertama kali diumumkan selama Game Developers Conference 2015 oleh Khronos Group. Vulkan mengambil basis dari AMD Mantle API, yang didonasikan AMD ke Khronos sebagai bagian pondasi pengembangan low-level API agar bisa menjadi standar industri seperti halnya OpenGL.

Seperti OpenGL, Vulkan menarget aplikasi grafis 3D berkinerja tinggi seperti game dan media interaktif di semua platform (baik Android, Windows dan Linux), serta menawarkan kinerja yang lebih tinggi namun dengan kebutuhan CPU yang rendah. Semacam Direct3D 12 dan Mantle. Selain penggunaan CPU yang lebih rendah, Vulkan juga mampu mendistribusikan kebutuhan komputasinya pada semua core CPU dengan merata, berbeda dengan OpenGL, yang selama ini hanya menggunakan pemrosesan satu core CPU saja. Padahal, prosesor pada perangkat mobile saat ini sudah multi-core, sehingga akan lebih ringan dan hemat daya jika kebutuhan komputasinya didistribusikan ke semua core yang ada.

Sumber: Google

 


SHARE
Previous articleHeboh, Ternyata Bukan di Rusia! Ini 7 Negara dengan Cewek Jomblo Terbanyak
Next articleSpekulasi Doctor Strange – Akan Seperti Apa Cerita Doctor Strange 2?
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.