Dishonored 2 Dirilis! Bukan Game Assassin Standar, Butuh Kreatifitas Membunuh Lawan

Dishonored 2 Dirilis! Bukan Game Assassin Standar, Butuh Kreatifitas Membunuh Lawan

Dishonored 2

Jadwal gamer pertengahan November 2016 ini benar-benar padat, mengingat ada banyak game yang sudah lama ditunggu-tunggu bakal dirilis. Salah satunya ada Dishonored 2 yang dirilis besok 11 November 2016 (atau hari ini untuk kalian yang memesan awal). Pertengahan September lalu kita sudah banyak melihat seperti apa game garapan Arkane Studios dan Bethesda Softworks ini tampil selama didemokan di salah satu event game, dan kini menjelang perilisannya, Bethesda merilis satu video lagi untuk memperlihatkan kepada kalian seperti apa gameplay-nya. Kalian yang memainkan prekuelnya pasti menyukainya, namun yang baru mulai mengenalnya, bisa mulai melihat seperti apa konsep game action stealth yang sepenuhnya dimainkan melalui sudut pandang first-person ini.

Dishonored 2 – Official Launch Trailer

Kendalikan Dua Karakter Assassin

Dalam Dishonored pertama, kalian mendapat banyak pilihan dalam hal bagaimana menyelesaikan permainan. Untuk sekuelnya ini, pilihan tersebut makin meluas, karena kalian bisa memilih protagonis pertama, Corvo Attano (diperankan Stephen Russell), yang kini juga ditemani karakter kedua, Emily Caldwin (diperankan Erica Luttrell), mantan Empress of Dunwall, sekaligus putri Corvostea. Keduanya bisa dimainkan dengan jalur berbeda, pilihan yang dibuat pun juga memberi hasil akhir yang tidak sama.

Karakter lainnya yang kalian temui seperti Luca Abele (Vincent D’Onofrio)—duke of Serkonos; Meagan Foster (Rosario Dawson)—kapten Dreadful Whale; Paolo (Pedro Pascal)—pemimpin Howler Gang; Mortimer Ramsey (Sam Rockwell)—anggota Dunwall City Watch; Liam Byrne (Jamie Hector)—Vice Overseer; dan Outsider (Robin Lord Taylor).

Latar Tempat Bernuansa Steampunk

Penampilan Baru Dishonored 2 Perlihatkan Nuansa Misterius Lingkungan Gamenya

Penampilan Baru Dishonored 2 Perlihatkan Nuansa Misterius Lingkungan Gamenya, download Dishonored 2 video, guide Dishonored 2 guide
Baca Juga

Pertama kali diumumkan Bethesda Softworks selama E3 2015, Dishonored 2 ditangani co-creativedirector Harvey Smith, yang sebelumnya menangani seri game Deus Ex dan Deus Ex: Invisible War, serta Raphael Colantonio, founder Arkane Studios dan juga desainer utama Arx Fatalis dan Dark Messiah. Sébastien Mitton sendiri kembali di sini sebagai Art Director Dishonored 2.

dishonored-2-2

Menjadi sekuel dari game pertamanya, Dishonored yang dirilis tahun 2012 lalu, game ini membawa kalian ke sebuah kerajaan fiktif, Empire of the Isles, dengan sebagian besar latar permainannya diambil di Karnaca, sebuah kota pantai yang keseluruhan desainnya dibuat berdasarkan wilayah di selatan Eropa, yang sangat kental dengan nuansa mesin uap dan atmosfer steampunk.

Ceritanya dilatar belakangi pasca Empress Emily Kaldwin yang digulingkan kekuasaannya oleh sebuah kekuatan dari “dunia lain”, kalian bisa mengendalikan entah itu Emily atau pengawal sekaligus ayahnya, Corvo Attano, dalam usahanya mendapatkan kembali tahta yang direbut.

Dishonored-2-4

Dishonored 2 mengambil latar 15 tahun setelah kejadian Rat Plague (tidak dijelaskan pasti, antara akhir tahun 1800-an dan awal tahun 1900), dan kini Empire dilanda kekacauan baru ketika Empress Emily Kaldwin secara tiba-tiba digulingkan, dan kini dia dianggap sebagai buronan. Dalam upayanya mengambil kembali haknya, Emily kini mengambil jalan yang sama seperti penjaga sekaligus ayahnya, Corvo Attano, dengan menjadi seorang assassin. Kini sang Empress dan Corvo Attano harus berkelana kembali ke Karnaca dalam upayanya mencari kunci untuk memulihkan kekuasaannya tersebut.

Dia membekali diri dengan tanda Outsider (lihat screenshot di atas), sebuah tanda pemberian entitas mistis, yang memberinya kekuatan supernatural, sekaligus juga perlalatan seperti senjata dan gadget yang terlihat modern pada masanya.

Dishonored 2 – Emily Kaldwin Spotlight

Berikut video trailer yang dirilis sebelumnya, dipresentasikan sebagai sebuah live-action, yang pasti bisa membuatmu berharap bakal ada filmnya tersendiri seperti Assassin’s Creed.

Dishonored 2 Live Action Trailer – Take Back What’s Yours

Bebas Tentukan Style Permainan

Dishonored-2-6

Bicara dua karakter, dan dua skenario berbeda (yang hasil akhirnya bergantung pada pilihan dan apa yang kalian lakukan selama bermain), setelah mengendalikan Empress Emily Kaldwin selama Dishonored 2, kalian bisa memilih mau mengendalikan Kaldwin atau Corvo Attano. Keduanya memberi opsi gaya permainan yang berbeda. Entah itu lebih ke stealth dan karakter mengendap-endap, dan menyelesaikan game tanpa satupun musuh dihabisi, atau, lebih menyukai aksi dan pertarungan frontal.

Dishonored-2-8

Untuk itu, Dishonored 2 mengenalkan gerakan yang tidak mematikan, serta membawa kembali sistem “chaos” dari prekuelnya, tingkat kekacauan yang kalian timbulkan selama permainan. Jumlah chaos yang kalian timbulkan mempengaruhi dialog yang ditemui Emily dan Corvo, bahkan juga keseluruhan mempengaruhi latar dimana game ini berlangsung.

Dishonored 2 – Corvo Attano Spotlight

Juga kembali di sini adalah makhluk misterius yang dalam game sebelumnya dikenal sebagai The Outsider. Jika dalam prekuelnya kalian sudah tahu ada beberapa ending bisa dicapai, di sini pun demikian. Ada lebih dari ending di akhir permainan, dan beberapa keadaan selama ending bakal bergantung pada langkah kalian, mendapatkan pencapaian chaos (kekacauan yang terjadi dari setiap aksi karakter) yang rendah, tinggi, atau justru, sangat tinggi.

dishonored-2-3

Hebat! Assassin Wanita Dishonored 2 Ini Lumpuhkan Robot Besi Hanya dengan Pisau!

Hebat! Assassin Wanita Dishonored 2 Ini Lumpuhkan Robot Besi Hanya dengan Pisau! Download Dishonored 2 video, guide Dishonored 2 guide
Baca Juga

Berikut video lainnya yang memperlihatkan pada kalian mengenai latar tempat game ini berlangsung, serta karakter musuh Outsider yang akan ditemui selama permainan:

Dishonored 2 – ‘Book of Karnaca’ Narrative Video

Kalian juga menjumpai serangga yang dikenal sebagai “bloodflies” bersarang di dalam mayat. Hasilnya, makin banyak musuh dihabisi, makin banyak bloodflies yang beterbangan, makin rentan musuh mengetahui kehadiran kalian, dan memicu kalian untuk menyembunyikan mayat-mayat musuh agar tidak menarik perhatian serangga, dan musuh lainnya.

Serangga ini bisa mengganggu permainan kalian jika terlalu banyak jumlahnya...

Gak Bisa Asal Bantai, Assassin Juga Harus Kreatif

Banyak aspek prekuelnya dikembalikan di sini, seperti, menyatukan aksi first-person dengan gerakan stealth, menggunakannya untuk menghabisi musuh (kedua karakter kalian assassin, pembunuh terlatih). Namun, selama aksinya, kedua karakter bisa memilih mau menghabisi musuh dengan senjata di tangan, atau membiarkan mereka hidup. Metode lainnya untuk menghabisi musuh, seperti mengatur agar terjadi kecelakaan yang membuat mereka terbunuh, seperti diperlihatkan dalam video berikut ini:

Dishonored 2 – Creative Kills Gameplay Video

Ada banyak cara bagaimana kalian menghabisi musuh. Misalnya, Emily bisa menyatukan musuh menggunakan telekinesis, dan menarik mereka sehingga terlempar melalui gerbang beraliran listrik. Di kesempatan lain, sang putri bisa memunculkan kembaran dirinya di sisi bangunan, dan menghubungkannya dengan beberapa pasukan musuh di bawahnya. Setelah itu, dia menggunakan telekinesis untuk meluncurkan musuhnya (bersama kembarannya tadi) bagaikan ketapel.

dishonored-2-4

Di sisi lain, Corvo juga memiliki caranya sendiri mengalahkan musuh. Seperti menggunakan ranjau Springrazor yang bisa meluncurkan pecahan peluru ketika bersentuhan dengan musuh. Dia juga bisa menghentikan waktu, kemudian menempatkan ranjau di punggungnya. Saat waktu berjalan kembali, dia menendang musuh dengan ranjau tertanam menggunakan Blink Assault ke arah kumpulan musuh lainnya, dan boom, mereka semua terkena efek ledakan Springrazor.

Lanjut ke halaman 2…

1
2

SHARE
Previous articleDari Judi sampai Detektif, Inilah 5 Sekolah Unik dan Nyeleneh yang Cuma Ada di Jepang!
Next article[UPDATE] 21 Laptop Gaming Murah di Bawah 5 Jutaan!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.