Selain Unsur Nudity, 5 Hal Ini Membuat Game Dewasa Let It Die Bukan untuk Bocah

Let-It-Die-4

Salah satu developer game asal Jepang yang dikenal anti-mainstream adalah Grasshopper Manufacture. Studio yang didirikan tahun 1998 ini berhasil menorehkan namanya di tengah industri game melalui deretan gamenya yang keren, orisinal, namun sekaligus berpotensi karena ceruk pasarnya kecil. Seperti misalnya Killer7, No More Heroes, Killer is Dead, Lollipop Chainsaw hingga Shadows of the Damned, yang banyak mengeksploitasi adegan kekerasan, gameplay hack-and-slash, begitu gore dengan darah berceceran, namun menggunakan visual cell-shading yang biasanya identik dalam game bernuansa anime.

let-it-die-4

Awal tahun 2013 lalu, Grasshopper Manufacture diakuisisi oleh GungHo Online Entertainment, dan proyek game pertama mereka masih di bawah arahan nahkoda pria nomer satu di Grasshopper, Gouchi Suda adalah Let It Die. Yup, dari judulnya sudah jelas terbaca jika ini sebuah game action yang lagi-lagi penuh adegan kekerasan (sangat keras, dan masuk kategori game dewasa!). Menariknya, Let It Die bakal dirilis gratisan (ada ama GungHo di sana, wajar lah jika mereka menerapkan in-app purchase)!

Let It Die – Teaser Trailer | PS4

Game ini pertama kali diungkapkan awal 2013 lalu selama press conference Sony Computer Entertainment Japan Asia, eksklusif PlayStation 4. Rencana rilisnya sendiri tahun 2016 ini, walaupun belum dipastikan kapan tanggalnya. Namun mungkin tidak akan lama lagi. Kemarin halaman Sony Interactive Entertainment memberikan informasi baru untuk Let It Die.

Killer is Dead, Karya Terbaru Suda 51, Perpaduan Killer7 dan No More Heroes

Suda 51 menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi gamenya Grasshopper. Gamenya banyak dipuji karena artwork yang unik, ceritanya yang kompleks atau justru menuai kritik karena unsur kekerasan. Kini semua ciri khas Suda 51 itu kembali dalam game terbarunya, Killer is Dead.
Baca Juga
Sebelum game ini dirilis, berikut beberapa hal yang akan membuat Let It Die ini pantas disebut game dewasa yang sangat tidak layak dimainkan anak-anak.

Penuh Adegan Kekerasan

let-it-die-2

Seperti tipikal gamenya Grasshopper, Let It Die juga sangat keras. Game hack-and-slash ini dipadukan dengan unsur roguelike dimana karakter memasuki level yang akan terus bertambah tingkat kesulitannya, seiring makin tinggi lantai menara yang dinaiki karakter. Selain itu, ada efek permanent death. Sebelum kematian terjadi, kalian bakal berusaha meraih posisi puncak bertarung, membunuh atau dibunuh, di tengah konsep permainan survival action yang digratiskan ini.

let-it-die-9

Menambah aspek kerasnya, game ini penuh dengan adegan gore, darah berceceran, serta karakter bisa melancarkan serangan dengan efek memotong-motong anggota tubuh lawan… Ya, jelas termasuk game yang bukan untuk dikonsumsi mereka yang takut darah.

Let-It-Die-2

Let-It-Die-7

Karena kalian bisa tahu karakter mena yang sudah berhasil membunuh karakter kalian, maka, kalian bisa saja mencarinya dengan tujuan merampas kembali barang milik kalian yang direbut sebelumnya. Memang balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah, namun sepertinya game ini dengan gamblang menunjukkan, kalian bisa melakukan kebrutalan yang sama para karakter lawan.

LET IT DIE – E32016 Gameplay Trailer

Ada Unsur Nudity

let-it-die-5

Karena esensinya survival, maka karakter kalian pun digambarkan memulai dari nol. Dia muncul dalma game hanya mengenakan pakaian dalam saja, mencoba selamat dari serangan karakter lainnya, sambil mendapatkan arahan dari Uncle Death, reaper funky yang kemana-mana menggunakan skateboard.

let-it-die-1

Juga Adegan yang Menjijikkan

let-it-die-6

Kalian mendapatkan senjata, baju, dan armor dari karakter lain yang berhasil dikalahkan. Untuk bertahan hidup, kalian harus makan jamur (memberi efek buff), makan binatang seperti katak, atau makhluk aneh lainnya (memulihkan HP) agar bisa tetap hidup dan mendapatkan kekuatan untuk bertarung (ya, pasti akan sangat menjijikkan hanya untuk memulihkan stamina, kalian makan binatang yang hidup). Karena kalian bisa tewas juga, maka karakter bisa kehilangan perlengkapan yang sudah didapatkannya dari pemain lainnya.

Sedikit Nyerempet Kepercayaan

Menara Berbs dalam game...
Menara Barbs dalam game…

Latar permainannya sendiri adalah Tower of Barbs pada tahun 2026. Paska ganguan tektonik besar, bumi dilanda kehancuran. Di ambang kehancuran, South Western Tokyo terpisah dan menjadi lautan, dimana muncul aktifitas seismik yang pada akhirnya menyisakan sebuah menara besar muncul dari dalam laut. Menara tersebut kemudian disucikan oleh sebagian manusia. Bahkan kini muncul rumor jika tersimpan harta karun berharga di puncak Tower of Barbs ini, yang hanya didapatkan siapa saja yang berani memasukinya dan mendaki sampai ke puncak.

Bandingkan dengan Menara Babel / Babil...
Bandingkan dengan Menara Babel / Babil…

Nama Barbs sendiri identik dengan menara Babel / Babil. Suatu hal yang pasti akan menjadi pertimbangan penting ketika game ini dilempar ke pasaran, dan membiarkan gamer di bawah umur mendapatkan cerita dengan figur dalam game memuja menara semacam ini.

Lanjut ke halaman 2… untuk kenalan dengan karakternya, ada petugas asuransi, sampai pemulung yang sangat ditakuti!