Dasar Square Enix! Sudah Final Fantasy XV Terlambat, Masih Ada Minusnya Ketika Dirilis

Final Fantasy XV

Final Fantasy XV dirilis 29 November 2016 mendatang untuk PlayStation 4 dan Xbox One. Waktu yang sangat singkat, mengingat game ini sudah dikembangkan hingga satu dekade lamanya. Square Enix juga sudah mengungkapkan akhir bulan lalu jika proses pengembangan sudah selesai, dan sekarang tinggal mengedarkannya saja.

Terungkap! Ternyata Ini Alasan Final Fantasy XV Ditunda Lagi Tanggal Rilisnya!

Fitur terbaru yang diungkapkan Square Enix bakal bikin kalian para pemain Final Fantasy XV makin ngeces... dan lebih menarik dibandingkan potongan rambut Noctis yang memang mirip dengan Andika Kangen Band ini!
Baca Juga

Karena ini sebuah proyek besar yang dikerjakan selama satu dekade, tidak heran jika Square Enix sangat ambisius menyajikannya. Selain game utama Final Fantasy XV, juga ada versi anime dan CG movie-nya sendiri karena universe ceritanya yang cukup panjang. Selain itu, juga ada game mobile berjenis puzzle Justice Monsters Five, game mobile shooter King’s Knight: Wrath of the Dark Dragongame spin-off A King’s Tale: Final Fantasy XV, dan bahkan game MMO untuk smartphone yang baru-baru ini dikonfirmasikan.

Belum juga game ini hadir, kemarin mereka menggelar presentasi online Active Time Report (lihat di bawah videonya), sekaligus juga merilis sebuah demo eksklusif Jepang. Berjudul Final Fantasy XV: Judgment Disc, game demo ini bisa kalian dapatkan melalui PlayStation Store dan Xbox Games Store. Wilayah Jepang juga, tentunya. Melalui demo ini kalian bisa memainkan gamenya dari opening sampai pertengahan Episode 1, atau sekitar satu jam saja (sama seperti demo Episode Duscae).

Final-Fantasy-XV-TGS-16

Setelah menyelesaikan demo ini, kalian mendapatkan bonus video preview cerita utamanya (video ini hanya ada dalam demo tersebut). Ya, jika kalian rela waktu satu jam tersita hanya untuk sebuah preview video, Final Fantasy XV: Judgment Disc tentu menarik bagi yang belum memainkan Episode Duscae. Apalagi secara gameplay sudah ada banyak perubahan dibandingkan demo Episode Duscae yang dirilis tahun lalu. Selain itu, Episode Duscae juga hanya tersedia bagi mereka yang memesan awal Final Fantasy Type-0. Kemudian Platinum Demo yang dirilis pertengahan tahun ini juga sekadar tech demo saja, yang sangat pendek permainannya.

Final Fantasy XV Episode Duscae 2.0, Lagi-lagi Ketemu Si Cantik Cidney!

Dan semoga demonya ini cukup sampai dua seri ini saja, dan selama E3 2015 Square Enix perlihatkan lebih banyak area di tengah setting open-worldnya yang diklaim menjadi dunia Final Fantasy terluas!
Baca Juga

Sayangnya, data save yang kalian buat selama bermain demo ini tidak bisa diboyong ke game versi penuhnya nanti. Final Fantasy XV: Judgment Disc ini juga yang diberikan Square Enix untuk retailer game lokal agar kalian bisa mencoba game ini dahulu sebelum membelinya. Ya, Square Enix paham bagaimana caranya agar kalian tertarik, dan pada akhirnya membeli game flagship-nya ini yang dikerjakan selama satu dekade.

Fitur Khusus PS4 Pro

Sejak TGS 2016 lalu kami juga sudah mengetahui jika game ini menjadi salah satu pendukung PlayStation 4 Pro. Sebuah video yang mendemokan bagaimana Final Fantasy XV dijalankan menggunakan konsol terkuat tersebut juga diberikan waktu itu. Namun baru kali ini Square Enix bersuara perihal apa saja “polesan” yang mereka berikan untuk membuatnya tampil lebih menarik.

Daftar Lengkap PlayStation 4 Pro Games dan Apa Saja Efek Visual yang Ditambahkan!

Meskipun menurut Microsoft kemampuan PS4 Pro sebenarnya belum cukup untuk merender grafis 4K, namun sudah banyak game PS4 Pro yang dipastikan tampil 4K. Sedangkan sebagian besar lainnya, di-upscaled dari Full HD 1080p.
Baca Juga

Menurut Square Enix, ada beberapa tambahan untuk membuat Final Fantasy XV layak masuk PS4 Pro. Seperti dukungan resolusi 4K dan HDR, yang diberikan tepat saat gamenya dirilis 29 November mendatang dalam bentuk patch, meskipun selama Desember juga direncanakan ada pembaruan sistem yang lebih optimal. Tujuannya, agar game ini bisa dimainkan dengan kualitas Full HD 1080p pada 60 frame tiap detik melalui HDTV. Demikian saat dirilis nanti, Final Fantasy XV hanya berjalan 40 sampai 50 frame tiap detik saja!

Batasan fps ini hanya untuk versi PS4 Pro saja. Bisa jadi hal ini terjadi karena keterbatasan waktu pengembangan versi PS4 Pro. Untuk versi PS4 dan Xbox One, menurut Square Enix mereka hanya mampu memberikan kualitas Full HD pada 30 fps saja. Saat memainkannya di PS4 Pro, kalian bahkan bisa mengatur kualitas visualnya. Ada mode High Image Quality Mode dan Lightweight Mode di menu option, yang tidak akan ditemui ketima memainkan di PS4 dan Xbox One.

Kode kualitas tinggi merender pada resolusi tinggi, dengan efek shadow dan detail yang lebih baik, rambut karakter lebih halus, aliasing yang lebih sedikit, namun frame rate dibatasi hanya 30 fps saja. Sedangkan mode yang ringan, frame rate-nya meningkat menjadi 40-50 fps, namun kualitas visualnya menurun. Kalian juga menemukan opsi HDR khusus untuk PS4 Pro, yang berguna jika televisi yang digunakan main juga mendukung HDR (di Xbox One S juga kalian temukan opsi HDR ini).

Seperti apa perbedaan kualitas kedua mode grafis PS4 Pro tersebut? Lihat saja di bawah perbandingannya:

final-fantasy-xv-2
High Image Quality Mode
final-fantasy-xv-3
Lightweight Mode

Meskipun perbedaan sekitar sepuluh fps tersebut tidak bisa dengan mudah kalian sadari selama memainkannya, namun untuk game dengan sepuluh tahun masa pengembangan seharusnya bisa tampil maksimal di hari perilisannya. Semoga saja janji update Desember itu nanti tidak sampai molor lama seperti masa pengembangannya ya.

Active Time Report 11 November

Final Fantasy XV PS4 Pro

Sumber: PS Dominator


SHARE
Previous articlePokemon GO Bocor! Ini Perkiraan Munculnya Ditto dan 100 Pokemon Generation II
Next articleHARI INI! Tim LoL Indonesia UPH EKSDI Bertanding di Ajang LICC 2016 Taipei, Taiwan!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.